5 Tanda Saat Anak Sudah Siap Tidur Mandiri

Kapan waktu yang tepat memisahkan anak agar tidur sendiri di dalam kamarnya? Apa saja tanda-tanda jika anak anak anda sudah siap tidur terpisah?

Kebanyakan orang tua di Indonesia masih tetap mengamalkan ‘co-sleeping’ atau tidur seranjang dengan bayi. Hal ini karena lebih praktis dan memudahkan, terutama bagi ibu yang menyusui. Namun, setelah anak Anda semakin dewasa, cerdas dan mulai kritis bertanya, tentu ada orang tua yang merasa kurang nyaman ketika tidur sekamar dengan anak. Oleh karena itu, orang tua harus mulai berpikir untuk bisa mendidik anak agar mau tidur mandiri di kamar terpisah.

Pentingnya Menempatkan Anak Tidur secara Terpisah dari Orang Tuanya

Pentingnya mengisolasi tempat tidur anak adalah untuk menjaga keharmonisan dan martabat anggota keluarga. Sikap anak kecil yang suka meniru tanpa mengetahui baik buruknya dapat mengundang bahaya, terutama jika mereka melihat aktivitas intim orang tua mereka. Selain itu, ini juga bertujuan menghindari terjadinya hal negatif seperti tersingkapnya aurat secara tidak sengaja.

Sebenarnya, dalam Islam juga ada menitikberatkan hal ini seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Perintah anak kamu bersembahyang ketika mereka berumur 7 tahun, jika mereka tidak melakukannya sampai umur 10 tahun, pukul mereka, juga pisahkan di antara mereka (lelaki dan perempuan) dari tempat tidur.” (Riwayat al-Hakim dan Abu Daud).

Menurut buku ‘Berbicara Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja’, anak-anak seharusnya sudah dipisahkan tempat tidur menjelang usia 5-6 tahun. Ada juga pendapat yang mengatakan mereka dapat dipisahkan ke tempat tidur sendiri sejak usia 3-4 tahun.

Jadi, jika Anda merasa anak Anda sudah memiliki tanda seperti di bawah ini, bolehlah Anda mulai melakukan beberapa upaya dan cara memisahkan tempat tidur anak lebih awal lagi.

5 Tanda Anak Sudah Siap Tidur Di Ranjang Sendiri

Berikut adalah 5 tanda anak Anda sudah siap untuk tidur sendiri di tempat tidur mereka. Dengan tips dan cara memisahkan tempat tidur anak yang tepat, tak mustahil mereka bisa melakukannya di usia yang muda.

1. Bisa Melakukan Aktivitas Bebas Tanpa Dikawal Ketat

Ini adalah salah satu tanda paling utama yang menunjukkan anak Anda sudah siap untuk mandiri dan tidur sendiri di ranjang terpisah. Dengan kata lain, anak Anda sudah bisa bermain sendiri tanpa kecenderungan untuk melakukan kegiatan yang membahayakan diri mereka sendiri. Kemampuan ini penting karena ketika mereka terjaga di malam hari, mereka tahu apa yang harus dilakukan jika ketakutan atau merasa tidak nyaman.

2. Anak Sudah Siap Jika Memiliki Rutinitas Tidur Yang Tetap

Mengetahui waktu dan rutinitas tidur yang teratur setiap hari akan memudahkan Anda untuk menidurkan mereka dengan tenang. Sebagai tahap permulaan, lanjutkan rutinitas yang biasa dilakukan sebelum tidur seperti membaca buku cerita, berdoa, dan menemani mereka sebelum terlelap. Dengan ini, anak Anda akan merasa lebih yakin dan kurang canggung untuk tidur sendiri. Sebaliknya, jika anak Anda masih sering terjaga malam dan tidur pada waktu yang berbeda pada setiap hari, mungkin mereka belum siap untuk tidur di tempat tidur sendiri.

3. Anak Sudah Siap Jika Mereka Bertanya Tentang Ranjang Mereka Sendiri

Keinginan si anak untuk memiliki ruang atau tempat tidur sendiri menunjukkan mereka sudah siap dan bisa diajar tidur sendiri secara perlahan-lahan. Meskipun mereka mungkin akan menangis pada awalnya, Anda dapat melakukan berbagai usaha dan cara memisahkan tempat tidur anak dengan aman dan menyenangkan.

4. Sudah Tidak Mimik Susu dari Ibunya

Salah satu hal yang menyebabkan banyak orang tua di Indonesia masih berbagi tempat tidur dengan anaknya adalah karena anaknya masih menyusui di ibunya. Setelah anak Anda melewati tahap ini, anda bisa siap untuk memasuki tahap berikutnya yaitu menghentikan penggunaan popok dan mengisolasi tempat tidur. Namun, perlu diingat bahwa jangan melakukan semua perubahan ini sekaligus atau terlalu cepat karena mungkin terlalu sulit untuk dihadapi oleh si kecil.

5. Mulai Meniru Perbuatan Dan Percakapan Orang Dewasa

Anak-anak yang sudah bisa meniru perbuatan dan pembicaraan orang tua atau kakaknya sangatlah cepat menyerap informasi namun mereka masih belum terampil untuk memprosesnya. Justru, amatlah berbahaya jika mereka melihat adegan yang tidak seharusnya dalam kamar tidur meskipun Anda beranggapan mereka masih belum mengerti apa-apa.

Ingat, anak kita bukanlah seperti komputer yang bisa kita hapuskan saja setiap informasi yang tidak diinginkan semudah mengklik tombol ‘delete’. Sekali sudah tersemat dalam memori mereka, sangat sulit untuk menghapus ingatan itu selamanya.

Jangan Anggap Anak Kecil Tak Tahu Apa-apa

Meskipun tidak ada batasan usia tertentu yang ditetapkan untuk mengisolasi tempat tidur anak atau membuatnya bisa tidur mandiri, kita tidak seharusnya berkelanjutan berbagi tempat tidur dan kamar dengan mereka.

Jika rumah tidak memiliki ruang yang cukup, setidak-tidaknya kita membatasi ruang orangtua kepada anak-anak dalam 3 masa berikut; yaitu sebelum Subuh, siang, dan setelah Isya. Rekomendasi ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah an-Nur: 58 yang artinya:

“Wahai orang yang beriman, hendaklah hamba kamu dan orang yang belum baligh di antara kamu meminta izin (sebelum masuk ke tempat kamu), dalam tiga masa; (Yaitu) sebelum shalat Subuh, dan ketika kamu membuka pakaian karena kepanasan tengah hari dan sesudah shalat Isya; itulah tiga waktu bagi kamu (yang biasanya rentan aurat kamu padanya … “). Jadi, jangan memandang remeh dengan usaha dan cara memisahkan tempat tidur anak sedini mungkin. Jika tidak dilakukan dengan serius, itu dapat memberi dampak kepada anak dalam jangka waktu panjang.

Tinggalkan komentar