10 Tips Mengelola Bisnis Keluarga dengan Tepat dan Sukses

Bagaimana cara mengelola bisnis keluarga agar langgeng dan sukses? Apa saja kiat-kiat bisnis yang harus diterapkan? Ada banyak perbedaan bila mengelola bisnis sendiri atau dengan bersama keluarga. Pasti ada risiko tersendiri ketika mengelola bisnis bersama keluarga apalagi jika itu adalah bisnis warisan.

Membangun bisnis secara sendirian agak memusingkan kepala karena semua hal harus dipikirkan sendiri. Tapi kalau menjalankan bisnis bersama keluarga bisa jadi lebih memeningkan kepala karena kita harus pikirkan banyak kepala atau banyak orang yang masing-masing memiliki prinsip dan pendiriannya sendiri.

Satu hal yang sulit adalah bagaimana mempertahankan tradisi bisnis generasi terdahulu oleh generasi sekarang. Ini adalah tanggung jawab yang berat, sehingga pewaris perusahaan harus siap untuk menerima segala tantangan dan melanjutkan serta menjaga warisan yang telah dibangun. Berikut adalah beberapa cara yang akan membantu Anda mengelola bisnis warisan keluarga dengan lebih baik.

1. Pahami Corak Dinamika Keluarga

Hubungan antara anggota keluarga dari generasi yang berbeda dapat menjadi sangat kompleks. Ini tergantung pada skala urusan bisnisnya. Jika Anda bekerja dengan anggota keluarga Anda, tentu akan terasa beda cara interaksi dan tekanannya. Jika anda sebagai bos, tentu ada perasaan canggung untuk memberi perintah.

Berurusan dengan anggota keluarga sendiri pasti akan terasa agak sulit, apalagi jika kita telah terbiasa dengan hierarki dan layanan yang sudah ditentukan sejak kita kecil. Misalnya, jika kita memiliki ibu atau paman yang menjadi rekan kerja kita, pasti terasa sulit untuk memperlakukan mereka seperti rekan lain yang tidak ada hubungan sanak family. Karena kita sudah terbiasa hormat dan sopan karena usia dan kedudukan mereka dalam hierarki keluarga.

Jika kita harus memperbaiki kesalahan mereka, itu agak sulit untuk dilakukan dibandingkan melakukannya dengan kolega yang tidak ada hubungan saudara. Jadi, adalah penting untuk Anda mengenali dengan baik anggota keluarga Anda dan mengidentifikasi cara yang terbaik untuk berurusan dengan mereka tanpa menimbulkan perselisihan yang tidak perlu. Dari waktu ke waktu, tingkatkan kualitas hubungan di luar kantor agar senang untuk berurusan di tempat kerja.

2. Selalu Letak Batas Antara Keluarga dan Bisnis

Memisahkan antara bisnis dan keluarga merupakan alasan yang sulit untuk menjalankan bisnis dengan profesional. Mungkin karena keluarga, Anda tidak dapat menjalankan bisnis layaknya sebuah kinerja perusahaan karena sudah terlalu biasa dengan hubungan kasual antara anggota keluarga.

Mungkin juga, karena faktor bisnis, keluarga bisa jadi porak-poranda. Anggota keluarga bisa saling berselisih hingga musnah ikatan kekeluargaan. Memang tidak ada keluarga yang sempurna dan setiap keluarga terutama yang terlibat dalam bisnis pasti ada babak-babak drama yang tidak dapat dihindari. Jika ada pertentangan, pasti akan menimbulkan suasana yang kurang baik di tempat kerja dan di rumah, tidak hanya membuat sesama anggota keluarga menjadi kurang nyaman tetapi juga membuat rekan kerja lainnya ikut terkena pengaruhnya.

Anda harus besarkan diri anda melebihi dari besarnya situasi tersebut. Selalu tentukan garis yang jelas antara bisnis dan kekeluargaan. Bila mengalami masalah, kekecewaan, ketidakadilan atau setiap emosi yang negatif tentang seseorang atau sesuatu hal dalam bisnis dan terkait erat dengan anggota keluarga sendiri, jangan biarkan itu mengganggu Anda dalam menjalankan urusan bisnis secara profesional.

Teruskan dan lakukan kerja anda seperti biasa, jangan tergugat dengan emosi dan mengganggu perjalanan roda bisnis. Simpan emosi anda dengan kerabat keluarga tersebut setiap kali berurusan mengenai kerja.

3. Jangan Bersikap Pilih Kasih

Pada pandangan orang luar, banyak orang cenderung melihat bisnis keluarga dari aspek negatif. Orang luar akan melihat peluang seperti kenaikan pangkat, gaji dan sebagainya sebagai jalan gampang bagi anggota keluarganya yang terlibat. Orang luar dan karyawan lain cenderung menganggap mereka ini mendapatkannya dengan mudah karena menggunakan unsur kedekatan’ dan tidak perlu melalui proses-proses tertentu. Mereka menganggap golongan ini tidak perlu berusaha seperti mereka karena posisi dan peluang tersebut memang telah dialokasikan untuk mereka.

Anggapan ini mungkin benar dan mungkin juga tidak keliru, karena banyak pemilik bisnis yang menunjuk orang-orang yang betul-betul layak dan berpengalaman untuk menangani manajemen tertinggi perusahaan, dan ini termasuk orang luar bukan anggota keluarga.

Berhati-hatilah dalam mengelola bisnis keluarga, jangan hanya percaya dan menyerahkan bulat-bulat semua urusan dan tanggung jawab bisnis kepada anggota keluarga tanpa ada alasan yang jelas. Karyawan yang telah lama bekerja dengan Anda mungkin merasa ini adalah keputusan yang tidak adil karena mereka telah bersama-sama Anda dalam jatuh bangun bisnis sejak dahulu.

Mungkin Anda punya alasan tersendiri kenapa menunjuk anggota keluarga sendiri yang belum berpengalaman banyak tentang bisnis dibandingkan karyawan lama yang sudah bersama Anda selama bertahun-tahun. Pastikan Anda memiliki alasan kuat untuk mengangkat anggota keluarga sendiri dan pastikan karyawan Anda merasa jelas dan mengerti mengapa pemilihan tersebut wajar dilakukan agar tidak ada pembicaraan di belakang yang akan merusak perjalanan bisnis dan kinerja perusahaan anda.

4. Asah Bakat dalam Menyelesaikan Masalah Anda

Tidak ada yang lebih canggung atau tidak nyaman yang akan Anda alami jika bertengkar dengan anggota keluarga dalam urusan bisnis. Argumentasi hanya akan menghambat perkembangan bisnis karena masing-masing tidak akan dapat mengontrol emosi. Oleh karena itu, penting dalam mengasah kemampuan untuk berpikir secara logis demi kebaikan perusahaan.

Jadi keluarga yang mengalami masalah bisnis harus belajar cara menangani masalah atau konflik yang timbul akibat tidak ada kata sepakat dalam sebuah keputusan.Cara yang terbaik untuk praktikkan keterampilan ini adalah dengan selalu menawarkan diri untuk menjadi pendamai diantara dua pihak yang bersitegang.

Dengan ini, Anda dapat melatih diri Anda menganalisis masalah kedua pihak dan memahami masalah dan keinginan mereka dari dua perspektif yang berbeda. Dengan ini Anda akan lebih siap dan memiliki gambaran yang jelas bagaimana trik untuk menangani masalah yang terjadi dalam bisnis keluarga yang biasanya sering melibatkan konflik internal perusahaan.

5. Ciptakan Keseimbangan dengan Pekerja Yang Bukan Saudara

Untuk menyeimbangkan struktur perusahaan dalam bisnis keluarga, Anda harus lebih transparan dalam pengangkatan karyawan, urusan kenaikan pangkat dan sebagainya. Mungkin ikatan kekeluargaan sangat kuat dan mungkin juga Anda berpandangan bahwa bisnis yang datangnya dari keluarga maka biarlah hasilnya juga untuk ke keluarga.

Mungkin benar. Tapi harus diingat, dalam perusahaan, Anda butuh orang lain untuk memastikan urusan bisnis berjalan dengan lancar. Jadi, seimbangkan dengan penggunaan orang luar sebagai staf yang mengelola perusahaan di tingkat tertinggi. Contohnya seperti menunjuk manajer, eksekutif, anggota dewan yang bukan keluarga ke dalam perusahaan.

Mungkin Anda merasa agak kurang terbiasa dengan kehadiran orang luar ke dalam manajemen tertinggi, karena sudah menjadi tradisi urusan perusahaan dan orang penting perusahaan adalah golongan pewaris.

Ingat, jika manajemen tertinggi semuanya dipegang oleh sesama anggota keluarga, maka kemungkinan perselisihan kerap akan terjadi. Dan mungkin akan jadi lebih parah lagi tanpa adanya pandangan karyawan bukan keluarga yang mungkin akan lebih rasional dalam situasi-situasi tertentu ketika pertengkaran memecah sesama anggota keluarga.

Biasanya, pada saat seperti ini, pandangan pekerja luar akan lebih transparan dan tidak memihak pihak manapun dalam keluarga. Selain itu, bisnis keluarga Anda juga mungkin membutuhkan pekerja luar yang memiliki ilmu dan keterampilan yang berbeda dari anggota keluarga yang ada.

6. Jaga Komunikasi

Hal penting selanjutnya adalah keterbukaan alias menjaga komunikasi antar generasi. Generasi penerus harus mau mendengarkan petuah generasi sebelumnya. Sementara, yang tua pun harus memahami cara berkomunikasi yang baik.

7. Mencoba Rotasi

Bagi para pemilik bisnis keluarga yang ingin mewariskan bisnisnya untuk generasi berikutnya maka penting untuk melakukan rotasi secara vertikal maupun horisontal. Dengan begitu, sang pewaris paham betul di mana minatnya. Generasi penerus juga harus diberi pekerjaan mulai dari hal kecil sehingga mereka akan memahami cara memperlakukan anak buah.

8. Manajemen Bisnis Keluarga

Kompleksitas hubungan dalam perusahaan keluarga memerlukan manajemen yang terbuka, artinya manajemen yang dikelola secara profesional. Manajemen yang baik diperlukan untuk kesuksesan tiap bisnis. Praktek manajemen bisnis keluarga yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merangsang pemikiran dan pemahaman strategi bisnis yang baru
  • Merekrut dan mempertahankan manajer non keluarga yang baik
  • Menciptakan organisasi yang fleksibel dan inovatif
  • Menciptakan dan melindungi modal
  • Menyiapkan pengganti kepemimpinan (suksesi)

9. Terapkan Manajemen Keuangan yang Tepat

Selain posisi jabatan, hal utama yang bisa meretakkan keharmonisan keluarga dalam dunia bisnis adalah masalah finansial. Hal penting yang perlu dilakukan antara lain: pisahkan uang pribadi dan usaha; rencanakan penggunaan uang; buat buku catatan keuangan; hitung keuntungan dengan benar; putar arus kas lebih cepat; awasi harta, hutang dan modal; dan sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha.

10. Lindungi Legalitas Bisnis Keluarga Anda dengan Sebaiknya

Tidak semua bisnis keluarga akan penuh dengan konflik sepanjang masa. Yang penting adalah cara Anda menangani dan mengatasinya. Lihat saja contohnya pada perusahaan Forever 21, Perusahaan Siti Khadijah, Perusahaan Minyak Mestika dan lain-lain lagi. Mereka itu adalah bisnis warisan keluarga. Mereka dapat bekerja dengan baik karena ada ‘chemistry’ dan sikap toleransi yang diamalkan.

Mungkin dengan menjaga anggota keluarga di posisi tertentu adalah jalan terbaik untuk mempertahankan warisan keluarga. Mungkin dengan adanya karyawan bukan anggota keluarga akan membantu menyeimbangkan unsur ketidakadilan dalam perusahaan.

Ada juga keluarga yang menyewa ahli dari luar untuk memecahkan masalah mereka misalnya pengacara, konsultan branding, konsultan krisis dan sebagainya untuk membantu mereka menangani krisis yang akan merusak perusahaan dan membawa kerugian.

Ingatlah, apa-apa pun langkah untuk mempertahankan warisan bisnis keluarga yang Anda ingin ambil, adalah penting untuk mengikuti etika dan kebijakan perusahaan sehingga kita tidak mengambil tindakan yang salah yang bisa menjatuhkan reputasi perusahaan dan keluarga di mata media, karyawan dan orang luar.

Tinggalkan komentar