5 Cara Berbisnis yang Sukses Di Tahun Pertama

Apa saja kiat-kiat yang perlu dilakukan saat merintis bisnis? Bagaimana caranya agar bisnis tetap bertahan dan berkembang di tahun pertama? Di tahun pertama bagi para pelaku bisnis merupakan masa yang cukup kritis dan rentan dengan kegagalan. Beragam persoalan bisnis, mulai dari pengeluaran dana operasional yang besar hingga persaingan yang ketat sering kali menjadi penghalang dalam pencapaian kesuksesan berbisnis.

Ketika dalam satu atau dua tahun perjalanan bisnis ternyata belum mampu mencapai kestabilan, maka potensi kebangkrutan usaha akan tampak di depan mata, apalagi suplai modal yang dimiliki cukup terbatas.

Menurut pendapat Griffin dan Ebert yang dipublikasikan dalam sebuah majalah bisnis, terungkap bahwa berdasarkan hasil penelitian, hampir 60 persen dari semua pebisnis atau pengusaha baru tidak mampu mencapai usia 6 tahun perjalanan bisnisnya. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku usaha baru untuk bisa mencapai kesuksesan dan kestabilan bisnis di tahun pertama. Bagaimanakah caranya?

Tentunya, Anda harus mempunyai strategi bisnis yang tepat dan berusaha menghindari berbagai faktor penyebab yang menjadi biang kerok kegagalan bisnis. Lalu, apa saja yang perlu dilakukan? Simak tips bisnis berikut ini!

1. Terapkan Jurus – Jurus Bisnis yang Jitu

Beberapa jurus sederhana agar sukses berbisnis antara lain:

a. Menyusun Perencanaan yang Matang

Rencana usaha adalah tonggak yang menjadi pegangan dalam menjalankan roda usaha. Bagi pengusaha yang ingin menjalankan bisnis, harus ada perencanaan yang matang sehingga dapat memperkecil risiko dalam mengambil keputusan yang keliru dan memiliki persiapan dalam mengantisipasi situasi yang tak diinginkan. Pebisnis yang tidak mempunyai persiapan (rencana), maka bersiaplah untuk jatuh.

b. Memilih Lokasi Bisnis yang Tepat

Lokasi memang menjadi salah penentu kesuksesan berusaha. Dalam berbisnis di dunia nyata maupun di dunia maya, lokasi memang hal yang wajib dipertimbangkan. Dalam bisnis online, lokasi yang dimaksud adalah nama domain yang bagus dan mengena. Sementara lokasi offline adalah tempat yang strategis dan mudah dijangkau pelanggan. Pemilihan area toko atau kantor yang tepat dapat mempengaruhi tingkat penjualan.

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan area usaha diantaranya: kedekatan wilayah dengan pembeli, jumlah kompetitor di area tersebut dan pastikan kondisi lingkungan sekitarnya. Memilih lokasi yang strategis memang memerlukan biaya ekstra, oleh sebab itu anda bisa memilih lokasi yang kurang strategis.

c. Jalin Komunikasi dengan Para Konsumen

Konsumen dapat diibaratkan sebagai bensin bagi sebuah motor. Semakin banyak punya bensin tentu laju kendaraan akan dapat berjalan semakin jauh. Dalam membangun bisnis, konsumen menjadi energi penggerak agar bisnis tidak berhenti di tahun pertama.

Oleh karena itu, pada tahun-tahun pertama, perlu mengadakan riset pasar dengan sedetail-detailnya terhadap konsumen, baik yang menyangkut keinginannya, kondisi finansialnya, seleranya, dan sebagainya. Hasil riset pasar tersebut akan memberikan kisaran harga penjualan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan target pasar.

d. Hindari Pemborosan

Alangkah baiknya bagi pebisnis yang baru membangun usahanya belajar untuk menumbuhkan sifat cermat, mandiri dan menahan diri. Janganlah terburu-buru merekrut staf atau tenaga kerja terlalu banyak, selama kita mampu mengerjakannya, dan berusahalah untuk selalu menahan diri terhadap hal yang memperlemah kondisi finansial, misalnya membeli barang-barang baru hanya demi gengsi semata. Yang terpenting dari sebuah usaha baru adalah manajemen bisnis yang baik, terutama mengenai keuangannya.

e. Lakukan Analisa Perkembangan Bisnis

Analisa usaha akan memberikan gambaran tentang seberapa efisien bisnis berjalan. Tiap jangka waktu tertentu perlu melakukan review untuk memantau kemajuan bisnis. Ada baiknya pebisnis mencoba alternatif lain jika belum mencapai target yang telah ditentukan. Pebisnis perlu memperbaiki kinerja dan manajemen bisnisnya.

2. Kenali 5 Penyebab Utama Kegagalan Berbisnis

Sebenarnya dalam kata GAGAL tersebut, kita sudah diberikan “warning” mengenai hal-hal yang menyebabkan gagal berbisnis. Kata GAGAL dalam dunia bisnis merupakan sebuah singkatan kata (akronim) yang memiliki makna sebagai berikut:

a. Gelap Wawasan

Jangan mencoba membangun sebuah bidang usaha jika anda sama sekali tidak tahu secara mendetail tentang seluk-beluk usaha tersebut. Gelap pengetahuan dan gelap wawasan tentang bisnis yang anda jalani hanya akan membawa anda pada jalan buntu dan kehancuran. Oleh karena itu, agar anda tidak terjerumus dalam kegagalan berbisnis, maka usirlah kegelapan tersebut dengan cara banyak belajar dan bertanya.

b. Asal-asalan

Faktor kedua yang membuat seorang wirausaha menemui lobang kegagalan adalah karena asal-asalan. Ia mungkin tidak memiliki perencanaan bisnis yang jelas, bertindak tanpa perhitungan yang tepat, atau asal-asalan saja memilih bidang usaha karena tergiur keberhasilan orang yang telah menjadi entrepreneur sukses. Jadi, jangan memilih dan menjalani bisnis secara asal-asalan.

c. Gak Punya Modal Cukup

Mungkin hal ketiga ini masih menjadi perdebatan. Kan banyak orang yang sukses dengan modal yang kecil! Namun ada lebih banyak lagi orang-orang yang gagal karena modal usahanya “Gak cukup”. Dalam perjalanan memulai suatu bidang usaha, pasti akan ada banyak hal tak terduga yang membuat anggaran modal usaha tergerus dengan cepat. Sehingga ketika mereka telah berhasil mengatasi hal-hal tak terduga tersebut, ternyata modal usahanya telah kosong, dan akhirnya gulung tikar.

d. Acuh Tak Acuh

Hal ke empat yang membuat seseorang terjebak dalam kegagalan adalah karena acuh tak acuh terhadap berbagai situasi dan kondisi (baik internal maupun eksternal) yang berpengaruh terhadap bisnisnya. Misalnya, mengacuhkan keinginan konsumen, mengacuhkan harapan para pekerja untuk mendapat upah yang layak, mengacuhkan situasi perekonomian nasional, dan sebagainya. Jika ingin sukses, anda harus concern terhadap berbagai unsur dan indikator yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kemajuan bisnis anda.

e. Lengah (Lost of Focus)

Huruf L dalam akronim GAGAL adalah Lengah atau kurang fokus. Agar kata gagal tidak menggerogoti bisnis anda, maka anda harus senantiasa buka mata untuk menemukan peluang-peluang usaha, anda harus pasang telinga untuk mengikuti perkembangan bisnis terkini, mawas diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi dan stay on focus dalam membangun kerajaan bisnis anda.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa GAGAL dalam berbisnis memiliki arti seperti tampak pada gambar ini:

3. Buang Jauh Perspektif Negatif Entrepreneur

Jadilah seorang entrepreneur atau wirausaha yang memiliki pikiran positif. Terjebak dalam pikiran negatif secara tidak langsung akan mengurangi potensi kesuksesan bisnis anda di tahun pertama. Setidaknya ada 3 macam pikiran negatif yang membuat kesuksesan anda tertunda, yakni:

a. Merasa “saya sudah terlambat”

Jika anda bekerja di suatu bidang industri, mungkin anda merasa bahwa ide-ide bisnis yang masih tersimpan di otak anda telah diterapkan oleh pihak lain yang akhirnya membuat anda berhenti berinovasi. Dalam dunia bisnis lebih baik untuk menjadi yang pertama, tetapi menurut CO-pendiri PayPal, Peter Thiel, mengatakan, “Lebih baik menjadi yang terakhir.” Anda perlu menyadari bahwa banyak orang memerlukan produk atau jasa yang kompetitif, sehingga anda harus mengubah pola pemikiran anda dari “Apakah saya sudah terlambat?” menjadi “Apa yang mesti saya lakukan untuk membuat produk ini menjadi lebih baik?”

b. Merasa “saya bukan ahlinya”

Kesuksesan anda tak kan pernah tercapai jika anda sering mengucapkan kata-kata tersebut. Menjadi seorang “ahli” dalam suatu bidang tidak datang begitu saja. Diperlukan interval waktu yang panjang dan intensitas belajar yang ekstra. Setiap orang berpotensi menjadi seorang ahli pada suatu bidang jika ia mau belajar dan belajar. Ketika anda akan mengerjakan suatu proyek, janganlah berpikir bahwa anda “tidak berpengalaman” atau “bukan ahlinya”.

Tetapi berpikirlah apakah anda menyukai proyek tersebut. Jika anda suka, pasti dengan sendirinya anda akan berusaha dan termotivasi mencari beragam cara untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dan kesuksesan pun akan semakin mendekat dengan anda. Jadi, ubahlah mindset anda dari “Apakah saya ahli???” menjadi “Dimana saya menemukan hal yang perlu saya tahu?”

c. Merasa “saya butuh uang untuk menghasilkan uang”

Sudah menjadi pemikiran kita bahwa ada beberapa alasan yang menyebabkan orang lain menjadi sukses, misalnya karena mereka mendapat pendidikan di sekolah unggulan atau memiliki keterampilan pribadi yang lebih baik. Selain itu, kita juga sering menganggap bahwa seseorang menunjukkan keberhasilan karena memiliki uang dan sumber daya yang memadai. Hal ini adalah beberapa fakta yang kita temukan di lapangan.

Namun, hal tersebut tidak boleh membuat kita merasa pesimis karena keterbatasan modal. Anda juga perlu menyadari bahwa ada banyak orang yang menemui kegagalan meskipun telah didukung sumber daya yang melimpah. Sangat mudah untuk menggunakan kekurangan uang sebagai alasan untuk tidak membuat kemajuan. Dalam banyak area bisnis, sumber daya yang terbatas dapat menjadi berkat tersendiri.

Hal ini dapat mendorong Anda untuk beroperasi dalam organisasi yang ramping dan memiliki pikiran yang segar serta menyesuaikan pendekatan Anda. Anda bisa sangat sukses jika pintar dalam hal pengeluaran dan perencanaan bisnis. Anda tidak perlu uang yang banyak untuk menghasilkan uang yang berlimpah. Cobalah mulai berpikir “Bagaimana cara saya memperoleh keuntungan dari kondisi finansial yang tak seberapa?”

4. Pelajari Pengalaman dan Kisah Orang Lain

Di dunia bisnis anda akan melihat pengalaman pihak-pihak yang sukses dan pihak yang gagal berbisnis. Semua pengalaman tersebut harus dipelajari agar anda bisa mengikuti jejak mereka yang telah sukses. Selain itu, anda juga perlu mempelajari perjuangan orang-orang ataupun perusahaan yang bisa bangkit dari kegagalan dan kebangkrutan. Misalnya, 3 perusahaan berikut ini dapat memberi pengalaman bagi anda bagaimana cara mereka bisa bangkit dari keterpurukan.

a. PT. Dirgantara Indonesia (DI)

PT. Dirgantara Indonesia merupakan industri pesawat terbang milik pemerintah Indonesia yang awalnya didirikan tahun 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Perusahaan ini telah memproduksi berbagai jenis pesawat terbang termasuk juga helikopter. Pada tahun 1998 di saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, perusahaan ini nyaris bangkrut. Kemudian setelah melakukan berbagai strategi, rektrurisasi dan bantuan dari pemerintah, perusahaan yang berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia tahun 2000 tersebut berhasil bangkit dari keterpurukan.

b. Apple Inc.

Apple, Inc merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perusahaan yang telah banyak menciptakan gadget-gadget inovatif tersebut, saat ini telah memiliki aset miliaran dollar Amerika. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1977 tersebut pernah terjatuh dalam jurang kebangkrutan karena produk-produk yang dihasilkan gagal di pasaran. Kemudian salah satu pendirinya, Steve Jobs memutuskan hengkang dari perusahaan tersebut dan mendirikan perusahaan sendiri Next.Inc.

Perusahaan milik Steve Jobs tersebut kemudian bergabung dengan Apple dan Jobs ditunjuk sebagai CEO. Sejak saat itu perusahaan tersebut mampu bangkit dan menguasai pangsa pasar komputer dan gadget dunia.

c. Japan Airlines (JAL)

Pada tahun 2010, JAL mengalami kebangkrutan, dan tercatat sebagai salah satu kegagalan perusahaan besar milik Jepang. Ketika itu, Japan Airlines menyerahkan berkas perlindungan pailit kepada pemerintah Jepang. Namun, pada awal tahun 2012 perusahaan ini berhasil mencatat keuntungan sebesar US$ 2,3 milyar sehingga berhasil dari keluar masa-masa sulit tersebut.

Selain terbantu oleh naiknya nilai tukar mata uang yen terhadap dollar dan euro, JAL melakukan berbagai strategi diantaranya melakukan pemotongan anggaran dengan meminjamkan pilot ke maskapai penerbangan lain dan mengurangi jumlah penerbangan pada rute yang kurang menguntungkan.

5. Tetap Kerja Keras & Berdoa

Tahun-tahun pertama dalam membangun sebuah usaha dipenuhi dengan banyak tantangan. Mulai dari beban biaya, pengalaman yang minim, hingga kendala-kendala yang tak terduga. Maka agar bisa lolos untuk mencapai titik kestabilan bisnis, diperlukan kerja keras, penuh semangat, terus belajar dan pantang menyerah. Sebagai bekal kepercayaan diri adalah dengan memanjatkan doa dan berserah diri kepada-Nya.

Nah, demikianlah 5 poin penting yang wajib anda resapi dalam membangun bisnis yang sukses di tahun pertama. Memang dari sebuah riset diketahui bahwa tak lebih 20 persen pengusaha atau perusahaan baru yang mampu meraih kesuksesan di tahun pertamanya. Namun, jika anda memiliki strategi, inovasi dan moment bisnis yang tepat, maka bukan tidak mungkin anda bisa menjadi bagian dari 20 persen pengusaha yang sukses di tahun pertama.

Tinggalkan komentar