Cara dan Syarat Mendapatkan Kredit Tanpa Agunan di Bank

Apa itu Kredit Tanpa Agunan (KTA)? Apa saja keistimewaannya? Bagaimana caranya agar permohonan KTA diterima oleh pihak bank? Kredit tanpa agunan (KTA) menjadi salah satu produk perbankan yang banyak diinginkan oleh para debitur atau peminjam. Bagaimanakah caranya agar permohonan KTA yang kita ajukan bisa sukses dicairkan?

Untuk sukses mendapatkan pinjaman, satu kuncinya adalah ‘trust’ alias kepercayaan. Modal kepercayaan yang melekat pada diri kita akan selalu berlaku saat kita ingin meminjam uang kepada pihak mana pun, termasuk meminjam duit di bank. Apalagi jika kita mengajukan permohonan kredit tanpa agunan.

Apa Itu Kredit Tanpa Agunan (KTA)?

Kredit tanpa agunan atau KTA adalah pinjaman dana tunai yang disediakan oleh pihak bank kepada debitur (peminjam) tanpa adanya aset yang harus dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut. Produk KTA yang banyak dihadirkan oleh bank-bank di Indonesia merupakan suatu produk unggulan yang seringkali menjadi incaran bagi masyarakat ataupun pengusaha yang ingin memohon kredit atau pinjaman uang.

Saat ini suku bunga KTA di Indonesia semakin kompetitif. Hal ini tidak terlepas dari semakin banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan produk kredit tanpa agunan tersebut. Karena tidak adanya kewajiban untuk menyerahkan jaminan dari pemohon kredit ke bank, maka pihak bank berusaha memperkecil resiko kerugiannya dengan membatasi jumlah maksimum pinjaman dan periode pelunasan KTA yang lebih pendek dari pada kredit pemilikan rumah (KPR).

Adapun jumlah kredit yang bisa diajukan pemohon KTA umumnya antara 5 juta hingga 300 juta rupiah. Masing-masing bank memiliki kriteria tertentu dalam memberikan jumlah limit pinjaman (plafon) yang diberikan pada nasabahnya.

Apa Keistimewaan Kredit Tanpa Agunan?

Hal yang paling istimewa dari KTA tentunya adalah kita bisa memperoleh bantuan kredit tanpa harus memiliki sertifikat tanah, BPKB dan sejenisnya untuk dijaminkan di bank. Kita hanya perlu memenuhi persyaratan administrasi dan data finansial kita. Selain itu, beberapa keunggulan lain adalah:

  • Suku bunga yang diberlakukan pada KTA tergolong ringan dan kompetitif, baik itu bunga flat maupun bunga efektif.
  • Proses pinjaman tergolong singkat, yakni bisa cair 1-14 hari kerja.
  • Mudah dalam pencairan, entah itu tunai langsung atau transfer ke buku rekening sendiri.
  • Dalam pembayarannya, bisa dilakukan lewat ATM, transfer antar bank, dan auto debet.
  • Di banyak bank, jumlah limit pinjaman bisa mencapai 300 juta rupiah.
  • Tak jarang, perlindungan kredit juga dilindungi dengan asuransi, terutama ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan disaat pembayaran kredit tanpa agunan belum terlunasi.

Apa Tujuan Penggunaan Dana KTA?

Umumnya, anda bisa menggunakan dana KTA yang anda terima untuk keperluan tertentu sesuai keinginan anda. Tak ada paksaan dari pihak bank untuk mewajibkan pemohon kredit untuk memenuhi kebutuhan tertentu, misalnya untuk usaha. Jadi, uang kredit yang terima bisa dipakai buat bayar renovasi rumah, biaya pendidikan, pengobatan keluarga sakit, pernikahan, dana liburan, hingga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan konsumtif lainnya.

Persyaratan Pengajuan KTA

Apa saja persyaratan untuk memperoleh kredit tanpa agunan? Sebelum pihak bank mengabulkan permohonan kredit tersebut, mereka terlebih dahulu akan melakukan tahapan proses verifikasi data dari pemohon kredit. Adapun sejumlah dokumen dan persyaratan yang diperlukan dalam pengajuan kredit tanpa agunan antara lain: merupakan warga negara Indonesia yang telah berusia minimal 21 tahun dan maksimal 65 tahun; memiliki penghasilan minimal 5 juta per bulan (beberapa bank malah mempersyaratkan penghasilan dibawah Rp 5.000.000 untuk plafon kredit yang lebih rendah). Persyaratan terakhir yakni memiliki kartu kredit dengan usia minimum 1 tahun kepemilikan.

Untuk memperoleh kredit tanpa agunan, beberapa dokumen yang biasanya dibutuhkan antara lain: fotokopi KTP fotocopy, rekening koran, fotocopy kartu kredit bagian depan, fotocopy NPWP, dan slip gaji. Kelengkapan data dan dokumen yang Anda berikan akan mempermudah proses verifikasi yang dilakukan pihak bank.

Tapi, apakah saya wajib memiliki kartu kredit untuk mendapatkan KTA tersebut?
Jawabannya adalah ya, agar pihak bank bisa melihat rekam jejak dalam kedisiplinan pembayaran. Jika dulu anda sering bermasalah dengan kartu kredit, maka mungkin aplikasi permohonan kredit anda akan ditolak, karena tingkat kepercayaan anda diragukan.

Namun, beberapa bank di Indonesia telah menerbitkan produk KTA yang tidak mewajibkan nasabahnya untuk memiliki kartu kredit, namanya adalah KTA Payroll. Kredit Tanpa Agunan ini ditujukan bagi karyawan yang pembayaran gajinya disalurkan melalui bank yang memiliki produk KTA. Pihak bank tiap bulannya akan langsung memotong gaji karyawan yang bersangkutan.

Perhitungan Suku Bunga dalam KTA

Agar produk KTA diminati masyarakat, maka pihak bank cenderung berusaha menghadirkan suku bunga yang kompetitif. Nah, secara umum dalam penghitungan suku bunga yang diberlakukan pada KTA terdapat dua jenis, yakni suku bunga flat dan suku bunga efektif. Pada jenis yang pertama, penerima kredit harus mencicil dengan jumlah bunga dan pokok yang sama tiap bulannya. Sedangkan pada suku bunga efektif, beban bunga akan dihitung dari jumlah sisa hutang yang masih tersisa. Kedua jenis suku bunga ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cara memilih yang terbaik adalah dengan menyesuaikan kondisi finansial dan gaya hidup anda.

Berapa Besar Jumlah Limit Kredit yang Bisa Diberikan Bank kepada Peminjam?

Terkadang pihak bank tidak akan mengabulkan secara serta merta jumlah pinjaman yang diajukan pemohon kredit. Jika kondisi keuangan pemohon ditaksir masih belum memenuhi persyaratan, maka pihak bank bisa menolak permohonan tersebut, atau menurunkan limit pinjaman yang diizinkan oleh bank.

Pihak bank tentu tidak ingin kecolongan menderita kerugian, apalagi tidak ada barang jaminannya. Pihak credit analyst akan melakukan analisa dan simpulan layak tidaknya seorang pemohon menerima bantuan dana pinjaman tersebut. Salah satu konsep seleksi yang digunakan adalah dengan memakai perhitungan debt ratio. Ini merupakan cara untuk membandingkan jumlah pendapatan yang diperoleh tiap bulan dengan jumlah kewajiban yang masih harus dibayarkan oleh debitur.

Angka debt ratio yang biasanya dipakai adalah tidak boleh lebih dari 30%. Misalnya gaji anda 10 juta perbulan, dan jumlah kewajiban hutang yang masih harus anda bayarkan tiap bulan adalah 3 juta (cicilan motor + cicilan rumah + dsb), maka debt ratio-nya adalah 30%. Jika kondisi ini sedang anda alami, maka peluang untuk menerima KTA akan lebih besar.

Namun, ada beberapa faktor lain yang juga dipertimbangkan oleh pihak bank, misalnya: jenis profesi, status pekerjaan (tetap/kontrak), dan jumlah total penghasilan. Nah, ketika dinyatakan telah memenuhi syarat dan ketentuan, biasanya bank akan memberikan bantuan kredit sebesar 3 hingga 8 kali dari jumlah gaji calon debitur.

Pertimbangan Memilih Produk KTA Terbaik

Ada banyak produk kredit tanpa agunan yang ditawarkan oleh bank-bank yang ada di Indonesia. Untuk memilih yang terbaik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: suku bunga yang ditawarkan; promo yang sedang dikampanyekan; proses persetujuan (waktu) yang diterapkan; limit maksimal yang disediakan; dan lama tenor yang tersedia.

Bagaimana caranya agar permohonan KTA diterima oleh Bank?

Sederhananya, anda harus memenuhi persyaratan dokumen dan non dokumen, antara  lain:

  • Sudah cukup umur (21-65 tahun)
  • Dokumen persyaratan yang digunakan tidak palsu, mulai dari KTP, KK, NPWP, Keterangan penghasilan, dan sejenisnya.
  • Memiliki kartu kredit dengan track record yang baik.
  • Status profesi yang meyakinkan, mulai dari jumlah gaji, status kepegawaian, status perusahaan tempat bekerja, hingga pengalaman kerja.
  • Debt ratio keuangan anda tidak melebihi 30%.
  • Pro aktif memberikan data secara jujur dan mudah dihubungi ketika pihak ingin mengkomunikasikan sesuatu terkait data anda.

Dengan memenuhi segala persyaratan yang diwajibkan di atas, maka tidak ada alasan pihak bank menolak permohonan KTA anda.

Hal-hal yang Dipertimbangkan untuk Memilih Kredit

Ketika kita kekurangan uang, tentu salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah dengan meminjam, misalnya mengajukan kredit pinjaman di bank. Nah, begitu banyaknya bank dengan beragam produk kredit pinjaman yang mereka tawarkan membuat kita sering kesulitan untuk memilih bank beserta produk pinjamannya yang terbaik buat kita. Lalu, bagaimanakah caranya menentukan bank mana yang terbaik untuk tujuan kita mengajukan pinjaman? Untuk menjawab hal tersebut, anda bisa mencermati 5 poin penting berikut ini.

1. Pilih Bank yang Kridibel

Pilihlah bank yang memiliki reputasi baik dan terpercaya. Hal ini menyangkut tingkat layanan yang diberikan dan kinerja bank dalam memastikan urusan permohonan kredit yang kita ajukan. Untuk mengetahui hal ini, ada banyak indikator yang bisa dijadikan referensi, misalnya jumlah nasabah bank, jumlah kantor cabang, kualitas layanannya, hingga testimoni dari para nasabah.

2. Bunga Pinjaman

Poin kedua yang menjadi bahan pertimbangan adalah besaran bunga pinjaman yang ditawarkan oleh pihak bank. Setiap bank mematok jenis dan besaran bunga pinjaman yang berbeda-beda. Lihatlah keuangan anda, kemudian bandingkan dengan jumlah angsuran yang wajib anda bayarkan tiap bulannya. Nah, dalam pemilihan suku bunga tersebut, tentu yang paling baik adalah bank yang menawarkan suku bunga pinjaman terendah, sehingga angsuran yang kita cicil semakin lebih sedikit. Namun, ketika ada tawaran suku bunga rendah, janganlah langsung tergoda. Pelajari cara mereka menerapkan hitungan bunga pinjaman. Mungkin saja ada syarat dan ketentuan tersembunyi yang baru anda sadari ketika tidak sesuai dengan pemahaman anda.

3. Limit Pinjaman yang Diperbolehkan

Satu istilah yang sering kita dengar dalam kredit di bank adalah limit atau batasan maksimum jumlah uang yang bisa kita pinjam. Setiap bank memberlakukan ketentuan dan aturan yang berbeda untuk limit pinjaman. Semakin besar pinjaman, maka semakin lama waktu yang diberikan untuk melunasi kredit tersebut. Ada banyak faktor yang dipertimbangkan oleh pihak analis kredit dalam menentukan jumlah limit pinjaman untuk nasabahnya. Meskipun anda diperbolehkan mengajukan kredit dengan limit teratas, tapi ada baiknya anda memperhitungkan kembali seberapa besar sebenarnya kebutuhan dana yang anda perlukan.

4. Jangka Waktu Pinjaman

Ada beragam variasi waktu pinjaman yang bisa anda pilih, mulai dari jangka pendek (misal kredit 1 tahun), hingga jangka panjang (di atas 10 tahun). Semakin lama jangka waktu yang anda pilih, berarti semakin kecil angsuran yang harus anda bayarkan tiap bulannya. Namun jika ditotal secara keseluruhan, maka semakin banyak uang anda yang terbuang untuk membayar bunga uang.

Untuk memilih jangka waktu terbaik (pendek, sedang, atau panjang), maka hal yang anda cermati adalah kemampuan finansial anda. Jika penghasilan anda besar, maka pilihlah jangka pendek, sehingga utang lebih cepat lunas, dan akumulasi bunga yang anda bayarkan lebih sedikit. Begitu juga sebaliknya. Selain itu ada baiknya pula menghindari pelunasan dipercepat karena akan dikenai denda pinalti.

5. Biaya-biaya Lain

Ketika Anda mengajukan kredit, jangan hanya fokus pada jumlah dana yang boleh anda mohon. Cermatilah syarat dan ketentuan dari produk pinjaman tersebut. Ada beberapa jenis biaya ekstra yang biasanya menjadi tanggungan debitur (pencari kredit). Misalnya biaya bunga, biaya provisi, administrasi, biaya keterlambatan (denda), biaya pelunasan dipercepat (penalti), dan juga premi asuransi (kalau ada). Masing- masing bank memiliki strategi yang berbeda untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan tetap membuat calon debitur tertarik terhadap produknya.

Solusi Pinjam Uang di Bank dengan Jaminan KTP dan KK

Bagi mereka yang ingin mendirikan usaha tapi tak punya cukup modal, maka salah satu solusinya adalah mengajukan pinjaman bantuan kredit modal usaha ke pihak bank atau lembaga keuangan lainnya. Namun untuk mendapatkan pinjaman modal tersebut, harus ada jaminan yang menjadi agunannya, seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan. Bagi mereka yang sama sekali tidak memiliki barang yang bisa dijadikan jaminan, namun memiliki pekerjaan tetap di suatu perusahaan, mungkin masih bisa mendapatkan kredit tanpa agunan (KTA) dari beberapa bank atau lembaga keuangan lainnya.

Nah, yang paling sulit dialami dalam mendapatkan bantuan kredit modal usaha adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki barang jaminan untuk agunan dan bukan termasuk karyawan / pegawai tetap di sebuah perusahaan. Jalan satu-satunya yang biasanya sering ditempuh adalah mengajukan permohonan kredit kepada rentenir dengan risiko bunga yang cukup tinggi, 3-10%. Lalu, bagaimana nasib pengusaha-pengusaha kecil dalam mendapatkan pinjaman dana usaha yang hanya bermodalkan KTP dan Kartu Keluarga saja? Berikut disajikan 4 solusi pinjaman dari bank untuk usaha kecil:

1. Produk Bebas dari BTPN

Anda berpeluang dapat menerima bantuan kredit usaha maksimal Rp 50 juta dari BTPN hanya dengan bermodalkan selembar Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga. Bank Tabungan Pensiunan Nasional tersebut memiliki produk perbankan yang dinamakan Bebas, dimana anda dapat mengajukan kredit usaha dengan agunan yang hanya berupa KTP dan KK. Produk BEBAS adalah kredit tanpa jaminan yang diberikan kepada pedagang atau pengusaha yang bergerak di sektor usaha UMKM. Plafond kredit produk BEBAS dapat diberikan mulai Rp. 1 Juta s/d Rp. 50 Juta dengan jangka waktu maksimal sampai dengan 24 bulan. Syaratnya, usaha anda tersebut harus sudah dijalankan minimal dua tahun. Produk Bebas tersebut disokong oleh Program Daya, dimana para debitur (peminjam) akan diberikan pelatihan untuk menambah wawasan dalam mengelola bisnis.

2. Produk Solusi Modal dari Bank Danamon

Salah satu bank nasional, yakni Bank Danamon saat ini tengah memiliki produk/program untuk membantu para pengusaha kecil yang kesulitan dalam mendapatkan bantuan kredit modal usaha, terutama para pengecer/retailer. Jika anda termasuk kelompok ini, maka tiada salahnya mencoba mengajukan permohonan kredit di Bank Danamon dengan syarat hanya KTP dan KK saja. Besaran pinjaman yang bisa anda peroleh maksimal 50 juta rupiah.

Solusi modal yang ditawarkan oleh Bank Danamon ini didesain agar prosesnya lebih simpel, mudah, cepat, dan pro-rakyat. Bahkan, pihak bank Danamon telah meluncurkan layanan Mobil Danamon Simpan Pinjam (Mobil DSP). Layanan Mobil DSP tersebut merupakan langkah Danamon dalam upaya jemput bola langsung kepada calon nasabah, mulai dari pembukaan rekening, simpan uang, dan juga pengajuan pinjaman. Sebelum memberikan kredit usaha, pihak bank akan melakukan survey terlebih dahulu terhadap kelayakan dan potensi usaha pemohon.

3. Skema Subsidi Resi Gudang (bjb SSRG)

Bank yang dahulu dikenal dengan Bank Jabar Banten ini memiliki produk perbankan pro rakyat khususnya untuk para petani. Jumlah plafon yang bisa diajukan mencapai 75 juta rupiah. Untuk memperoleh kredit modal dari BJB, selain KTP dan KK, syarat lain yang diperlukan adalah bukti kepemilikan hasil bumi yang berupa Resi Gudang. Apa itu Resi Gudang?

Resi Gudang adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh pengelola gudang sebagai bukti dari kepemilikan atas barang yang disimpan di dalam gudang. Produk komoditas yang anda miliki di gudang merupakan barang jaminan anda agar mendapatkan kredit. Besaran kredit usaha yang bisa anda peroleh adalah sebesar 70% dari nilai jual komoditas tersebut (resi gudang). Jangka waktu kredit hanya dibatasi 6 bulan saja.

Ketiga produk bank di atas merupakan cara termudah karena hanya bermodalkan KTP dan KK. Tapi, untuk memastikan bahwa anda layak menerima bantuan kredit tersebut dan pihak bank menyetujui permohonan anda, maka paling tidak anda sudah memahami hal-hal mendasar, misalnya jumlah penghasilan anda mampu meng-cover cicilan angsuran. Jika tidak, maka kemungkinan besar anda tidak akan mendapat persetujuan. Selain itu, anda perlu menyiapkan catatan keuangan usaha anda selama ini dan juga mempunyai rekening bank sebagai pendukung permohonan kredit anda.

4. Pinjam Nama Orang Lain

Jika permohonan anda tidak diterima oleh pihak bank, maka langkah terakhir adalah meminjam nama orang lain (keluarga atau teman) untuk diajukan sebagai penerima kredit tanpa agunan (KTA). Kerabat tersebut harus berstatus pegawai atau karyawan tetap di sebuah perusahaan, memiliki gaji yang mencukupi untuk pengajuan kredit, serta memiliki reputasi yang baik dalam hal finansial.

Jika langkah terakhir ini pun ternyata tidak membuahkan hasil, maka anda perlu melakukan intropeksi dan bertanya pada diri sendiri, mengapa atau apa yang menyebabkan anda tidak sebegitu meyakinkan bahkan di mata kerabat anda sendiri. Artinya anda harus berusaha meningkatkan kualitas kepribadian anda agar bisa dipercayai oleh orang lain. Kridibelitas yang ada pada diri anda merupakan modal dasar dalam setiap menjalankan bisnis.

Pengajuan Kredit Ditolak Bank, Mungkin Ini Penyebabnya

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan modal usaha, salah satunya adalah dengan mengajukan kredit di bank. Tapi, tak semua calon debitur dapat diterima aplikasi permohonan kreditnya. Mengapa hal Ini bisa terjadi? Tentu pihak pemberi kredit telah memiliki pertimbangan tersendiri sehingga memutuskan untuk tidak merealisasi ajuan perhomonan bantuan kredit tersebut.

Pihak bank di Indonesia dalam menjaring nasabah biasanya menggunakan sistem referensi, yakni melihat flashback atau rekam jejak riwayat keuangan dari calon penerima kredit. Beberapa instrumen yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya tabungan, jumlah penghasilan, dan juga riwayat kredit yang pernah dimiliki.

Pihak bank manapun diperbolehkan untuk terlebih dahulu melakukan cek antar bank melalui Bank Indonesia, saat memutuskan penerimaan atau penolakan aplikasi kredit tersebut. Mereka juga diperkenankan melacak riwayat finansial pemohon untuk memastikan apakah telah masuk dalam Daftar Hitam Nasabah (DHN) atau tidak. Jika ternyata disimpulkan pihak pemohon memiliki rekam jejak kredit yang buruk, maka pihak bank kemungkinan besar akan menolaknya. Para calon nasabah yang ingin mengajukan aplikasi permohonan kredit, harus telah mengetahui dengan jelas jenis kredit yang ingin dicairkan, apakah kredit untuk membiayai usaha (modal kerja), kepemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan mobil, untuk biaya pendidikan dan sebagainya.

Agar Kredit Disetujui Bank

Nah, agar pengajuan kredit berhasil dan pihak bank menyetujuinya, maka hal pertama yang sebaiknya anda lakukan adalah memastikan utang pada kartu kredit anda telah bebas. Selain itu, utang dan tagihan lain jangan sampai mengalami kemacetan. Sebab pihak bank memiliki akses untuk menyelidiki dan menganalisis kondisi keuangan anda. Jika saat ini, anda sedang mengalami kredit macet di lembaga keuangan lain, maka kemungkinan besar pihak bank akan menolak permohonan anda. Alasannya, pihak bank takut hal tersebut akan terulang kembali.

Hal lain yang membuat pengajuan kredit anda mengalami rejected adalah bila anda saat ini masih sedang melakukan kewajiban pembayaran kredit lain. Jika total kewajiban yang harus anda bayar saat ini melebihi separuh dari total penghasilan anda, maka kemungkinan besar permohonan kredit anda tidak diterima.

Memang bukan hal yang mudah untuk mendapatkan persetujuan pinjaman atau kredit dari bank, apalagi jika anda mengajukan permohonan dalam jumlah besar. Pihak bank tentu akan melakukan penelitian lebih detail serta melakukan seleksi ketat agar semua pihak saling menguntungkan. Setiap bank memiliki persyaratan yang berbeda dalam mengucurkan bantuan kreditnya. Namun pada dasarnya, ada persyaratan umum yang wajib terpenuhi, seperti kartu identitas, slip gaji, dan NPWP.

Sebaiknya saat anda melakukan pengajuan kredit ke kantor bank, anda telah melengkapi administrasi secara jujur sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh pihak bank. Agar sukses, jangan mengajukan permohonan kredit dengan jumlah pembiayaan yang besar yang melebihi dari nilai jaminan yang anda miliki. Selain itu, lakukanlah persiapan yang matang saat pihak bank melakukan survey ke tempat anda.

Nah, demikianlah uraian mengenai pengajuan kredit tanpa agunan di bank. Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga dapat menambah wawasan Anda. Jika bermanfaat, jangan lupa share di akun media sosial Anda, seperti Facebook dan Twitter.

Tinggalkan komentar