Bagaimana Cara Tes Kadar Gula Darah?

Bagaimana cara untuk menguji kadar gula dalam darah? Berapa indeks glukosa yang normal dan sehat? Tes pemeriksaan glukosa dalam darah adalah penting bagi pasien diabetik. Glukosa yang dihasilkan dari pencernaan makanan karbohidrat, menjadi sumber utama energi dalam tubuh. Insulin yang dikeluarkan dari organ pankreas membantu tubuh menggunakan glukosa ini untuk menghasilkan energi.

Biasanya konten glukosa dalam tubuh akan meningkat sedikit setelah makan, lalu menyebabkan pankreas memproduksi insulin untuk mengontrol gula.  Tingkat gula yang tinggi akan merusak mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah.

Pemeriksaan darah dilakukan dengan mengambil sedikit tetesan darah dari ujung jari atau setiap bagian tubuh dan ditempatkan pada strip yang tersedia pada mesin atau alat glucometer.

Beberapa jenis pemeriksaan glukosa yang dilakukan:

  • Fasting blood sugar (FBS) atau pemeriksaan glukosa ketika
    berpuasa. Ini adalah pemeriksaan yang dilakukan ketika seseorang
    itu tidak mengkonsusi apa-apa setidaknya 8 jam.
  • 2-hour postprandial blood sugar (2HPP)  atau pemeriksaan glukosa 2 jam setelah mulai makan. Ia akan menguji efektivitas pankreas mengeluarkan insulin untuk mengontrol gula.
  • Random blood sugar (RBS) atau pemeriksaan gula tanpa harus berpuasa. Ini adalah tes acak untuk mendeteksi kandungan gula seseorang. Jika bacaannya terlalu tinggi, itu berarti pasien mungkin menghadapi masalah diabetes. Namun ia bukan tes pengesahkan (/ confirmatory) / untuk mendiagnosa seseorang mengalami diabetes.
  • Oral glucose tolerance test (OGTT) adalah tes pemeriksaan gula untuk membuat diagnosis diabetes pada wanita hamil dan orang biasa. Pasien diminta untuk minum air gula. pemeriksaan darah dilakukan sebelum dan setelah minum air gula.

Indeks Glukosa yang Normal

Untuk ‘Fasting Blood Glucose’
Rentang 70 – 99 mg / dL (3,9 – 5,5 mmol / L) Normal
Rentang 100 – 125 mg / dL (5.6 – 6.9 mmol / L) Berisiko untuk mendapat diabetes
Rentang 126 mg / dL (7.0 mmol / L) dan ke atas Diabetes

Untuk ‘Oral Glucose Tolerance Test’ (OGTT)
Daftar ini untuk orang biasa (bukan wanita hamil). Pemeriksaan darah
setelah 2 jam meminum 75-gram air glukosa.
Rentang kurang dari 140 mg / dL (7.8 mmol / L) Normal
Rentang 140 – 200 mg / dL (7,8 – 11,1 mmol / L) Risiko untuk mendapat diabetes
Rentang lebih 200 mg / dL (11,1 mmol / L) Diabetes

Kadar glukosa yang normal dalam darah adalah kurang dari 5,5 mmol / L saat berpuasa dan kurang dari 7.0 jika diuji 2 jam setelah makan. Setelah 3 jam, kandungan glukosa akan turun kurang dari 6.0 mmol / L.

Jika glukosa melebih rentang tersebut, sering akan menyebabkan
komplikasi mata, ginjal dan jantung. Jadi kadar gula yang baik harus rendah yaitu kurang 5 mmol / L sebelum makan dan kurang 6 mmol / L setelah makan.

Jadi jika Anda seorang penderita diabetes, menguji gula dalam darah adalah bagian manajemen diri yang amat penting. Setiap pasien diabetes harus mengetahui kapan pemeriksaan ini harus dilakukan.

Frekuensi tes dilakukan

Banyak pasien diabetes yang memiliki persepsi bahwa pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah dilakukan setiap empat bulan sekali sudah cukup. Inilah yang sering terjadi pada lansia yang menjalani perawatan di pusat kesehatan pemerintah empat bulan sekali.

Ada yang mencoba menipu dokter dengan menjaga diet keras beberapa hari sebelum hari pemeriksaan dengan harapan kadar glukosa yang tertera pada alat medis terlihat normal. Sehingga tidak dimarahi/ditegur dokter yang bertugas. Ini adalah suatu tindakan salah. Pemeriksaan darah untuk mengetahui kandungan glukosa dalam darah seharusnya dilakukan sesering mungkin.

Jumlah frekuensi melakukan tes darah tergantung pada tingkat kontrol gulanya setiap hari. Ada yang membutuhkan pemeriksaan glukosa dalam darah hanya sekali dalam sehari dan ada yang membutuhkan tes sebanyak enam kali sehari.

Satu panduan dari American Diabetes Association (ADA), menganjurkan golongan pasien berikut harus diperiksa sebanyak minimal 3 kali sehari yaitu:

  • Semua pasien diabetes tipe 1
  • Semua pasien diabetes yang mengambil 3 atau lebih suntikan insulin
    setiap hari.

Panduan ADA juga menyarankan pasien diabetik agar memeriksa kadar glukosa mereka sesering mungkin untuk memastikan mereka mencapai tingkat glucose yang normal. Bagi pasien diabetes yang bukan termasuk dalam golongan itu, mungkin berpikir memeriksakan kadar gula sebulan sekali itu sudah memadai. Itu juga tidak benar.

Sekali lagi itu tergantung pada hasil pemeriksaan glukosa dalam darah mereka. Jika pasien menemukan bahwa kadar gula darah mereka adalah normal, maka mungkin mereka bisa mengurangi frekuensi pemeriksaan. Namun jika mereka menemukan tingkat glukosa mereka tidak normal, maka harus diperiksa sesering mungkin untuk mendeteksi berbagai penyebab yang membuat kadar glukosa dalam darah tidak normal.

Tinggalkan komentar