Menu Diet Golongan Darah O, A, B, dan AB – Tips Lengkap

Apakah anda sedang menjalankan program diet melansingkan badan? Jika ya, apa golongan darah anda? Apa hubungan golongan darah dengan menu diet yang tepat? Manusia memiliki golongan darah yang berbeda-beda, ada yang memiliki golongan darah O, A, B dan AB. Korelasi antara diet dengan golongan darah seseorang pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Peter J.D’Adamo yang ditulis dalam buku berjudul Eat Right For Your Type.

Dari sinilah mulai muncul beberapa pendapat yang berhubungan dengan cara diet menurut golongan darah O, A, B, dan AB yang dilakukan oleh beberapa peneliti lainnya.

1. Diet Golongan Darah O

Secara keseluruhan diet golongan darah O adalah sebuah rekomendasi tentang cara untuk menurunkan berat badan yang disesuaikan terhadap kelemahan tubuh seseorang terhadap beberapa penyakit, dan mengupayakan sebuah solusi agar terhindar dari risiko yang mungkin terjadi ketika salah melaksanakannya.

Pemilik golongan darah O cenderung memiliki masalah hormon tiroid, dan fungsi tiroidnya tidak stabil, sehingga pantangan makanannya adalah produk susu dan gandum. Sebaliknya, makanan diet golongan darah O yang paling bagus adalah protein hewani. Oleh karena itu, makanan yang bagus salah satunya adalah daging.

Menurut hasil penelitian, ada beberapa makanan diet golongan darah O yang disarankan untuk dikonsumsi ataupun yang dilarang untuk dimakan. Sel darah merah pada golongan darah O positif ternyata tidak memiliki antigen terhadap karbohidrat akan tetapi memiliki antigen jenis Rhesus. Orang yang memiliki golongan darah O umumnya memiliki ciri-ciri tubuh seperti berikut:

  • Kuat secara fisik
  • Memiliki masalah pada berat badan
  • Sering cepat merasa lelah
  • Sangat berisiko pada pada penyakit tekanan darah tinggi serta kolesterol
  • Memiliki kadar asam lambung yang tinggi, sehingga sering mengalami gangguan pada lambung
  • Sering mengalami masalah pencernaan
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh kuat, bahkan kadang-kadang ada beberapa yang sangat kebal terhadap penyakit
  • Rentan terhadap kondisi lingkungan serta jenis makanan baru
  • Rentan terhadap penyakit radang sendi dan jenis penyakit peradangan lainnya

Pelaku diet golongan darah O adalah pemburu hewan laut, sebab jenis golongan darah ini dianggap sebagai golongan darah paling tua, yang sudah ada sejak zaman nenek moyang, sehingga disinonimkan dengan perburuan daging dan makanan dari laut. Orang dengan golongan darah O memiliki sistem pencernaan lebih kuat untuk dapat memproses makanan, terutama makanan yang bersumber pada protein. Inilah yang menjadi salah satu acuan dasar dari cara diet golongan darah O adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi akan protein, dan juga berbagai jenis makanan laut (sea food).

Meskipun demikian, pelaku diet golongan darah O juga harus bisa mengurangi asupan susu serta produk sejenis yang berasal dari susu, karena jenis darah O positif memiliki potensi untuk terkena masalah jantung. Oleh karena itu, sebelum Anda menjalani diet golongan darah O, Anda harus lebih banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi akan protein (terutama protein), makanan yang rendah lemak, serta rendah kandungan susu.

Menu asupan diet golongan darah O yang baik dan tepat

Menu diet golongan darah O tentunya harus berupa makanan sehat dan rendah kalori, sehingga aman untuk dikonsumsi. Menurut para ahli, golongan darah O merupakan golongan darah tertua yang ada pada manusia, sehingga para ahli diet sangat menganjurkan kepada seseorang yang memiliki golongan darah O untuk memulai diet dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein tinggi.

Jadi untuk yang memiliki golongan darah O, akan lebih baik apabila banyak mengkonsumsi sayuran hijau, makanan yang tinggi akan protein serta makanan laut. Sementara itu untuk sayuran yang banyak mengandung lektin seperti kentang, terong, tauge dan jamur harus dihindari. Makanan lain yang bersifat netral dan baik untuk dimakan ketika menjalani program diet golongan darah O adalah susu kedelai, tempe, tahu, daging, ayam, ikan tuna dan ikan sardin.

Menu asupan diet golongan darah O yang tidak baik untuk dikonsumsi

Ketika menjalankan program diet golongan darah O sebaiknya Anda menghindari makanan-makanan yang dapat beresiko terhadap kesehatan lambung, misalnya kacang tanah, kacang mede, kecap, dan kuaci, ketimun, kembang kol, kentang, brokoli, jagung, jamur, dan pare, susu sapi, youghurt, keju, dan es krim, daging babi, kodok dan penyu, jeruk mandarin, blewah, dan pisang raja, kopi, anggur putih, dan minuman keras, minyak jagung, minyak kelapa, dan telur, cumi-cumi, kerang, serta gurita

Saat menjalankan program diet golongan darah O ini, selain melakukan diet pada makanan, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, jangan lupa untuk berolahraga secara teratur. Jenis olahraga yang sesuai dengan diet golongan darah O adalah olahraga kardio seperti, naik sepeda, renang dan jogging di pagi hari yang dapat memberikan pengaruh baik dan menyegarkan badan.

Menu diet yang dianjurkan untuk individu golongan darah O

Sarapan: dua potong roti bakar lapis mentega dan sebiji pisang
Snack: teh herbal
Makan siang: sepotong daging panggang, salad bayam dan apel
Snack: sepotong kue
Makan malam: sepotong daging domba dan asparagus yang direbus, kentang rebus, buah-buahan dan teh herbal

2. Diet Golongan Darah A

Dr. Peter J.D’Adamo dalam bukunya menyarankan pemilik golongan darah A mengambil diet vegetarian dengan asupan makanan yang mengandung lektin yang sedikit. Kandungan lektin yang berlebihan bagi orang bergolongan darah A akan cenderung menyebabkan mereka mengalami masalah perut. Kelompok individu yang memiliki golongan darah A menghasilkan kandungan lendir lebih banyak dibandingkan jenis golongan darah lainnya. Kondisi ini menimbulkan risiko terhadap penyakit jenis alergi seperti asma, infeksi telinga dan gangguan pada saluran pernapasan.

Selain itu sumber makanan berbasis hewan seperti ikan dan ayam bisa dikonsumsi, tetapi dalam jumlah yang terbatas. Orang yang bergolongan darah A dianjurkan mengkonsumsi susu yang telah melalui proses fermentasi seperti susu asam, krim tanpa lemak, keju alami, telur ayam kampung (dalam jumlah terbatas), lemak (dalam jumlah terbatas), kacang dan sereal dan susu kacang kedelai. Sebaliknya, orang yang berdarah A ini harus mengambil sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang banyak.

Makanan yang harus dihindari adalah hidangan laut (sea food) berwarna putih seperti ikan kakap putih, cumi-cumi, daging sapi, daging asap, susu, keju hasil olahan industri, kacang merah, roti, kue-kue, kue, kentang, mangga, pepaya, jeruk, pisang, minyak jagung dan minyak kacang tanah.

Ciri khas individu yang bergolongan darah A

  • Memiliki sistem pencernaan yang sensitif
  • Perlu menghindari makanan yang terbuat dari produk susu dan daging
  • Dianjurkan menjadi vegetarian atau mengkonsumsi makanan berkadar karbohidrat tinggi, namun rendah lemak
  • Mengurangi stres dengan bermeditasi, atau berolahraga dan cukup beristirahat

Menu diet yang dianjurkan untuk bergolongan darah A

Sarapan: air putih dicampur jeruk nipis dan oat
Snack: jus anggur / kopi
Makan siang: salad dan roti gandum satu potong serta teh herbal
Snack: kue beras dua potong dan teh hijau
Makan malam: pasta tanpa daging campur brokoli, yoghurt dan teh herbal

3. Diet Golongan Darah B

Berbeda dengan orang yang bergolongan darah A, individu dengan golongan darah B rupanya lebih fleksibel. Teori Dr. Peter J.D’Adamo menyarankan golongan jenis darah ini menghindari makanan beku atau makanan kaleng dan makanan kemasan yang berpengawet kimia. Sebaliknya, sangat dianjurkan mengkonsumsi jenis makanan berbasis susu yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi.

Ciri khas orang golongan darah B

  • Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi makanan, namun membatasi asupan daging.
  • Disarankan mengkonsumsi makanan dan minuman berbasis susu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Olahraga yang cocok dilakukan adalah renang, tenis, jalan kaki dan meditasi.
  • Untuk mengatasi stres, disarankan melakukan hobi dan kegiatan berbasis kreativitas.

Pemilik golongan darah B sangat mudah terjangkit penyakit yang berkaitan imunisasi dan serangan virus. Oleh sebab itu, mereka disarankan agar lebih banyak mengkonsumsi sayuran hijau yang kaya magnesium dalam jumlah yang banyak. Jenis makanan yang dianjurkan adalah daging sapi, kambing kibas, kelinci, ikan laut, semua produk susu (kecuali ‘blue chesse’ dan es krim), telur ayam organik dan ayam kampung, minyak zaitun, beras merah, beras putih, makanan berbasis beras dan buah-buahan.

Sementara makanan yang harus dikurangi konsumsinya adalah ayam broiler, kepiting, udang, kerang, telur puyuh, telur bebek, minyak wijen, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak kacang tanah, minyak kedelai, kelapa, santan, kedelai, kacang tanah, biji bunga matahari, biji labu, wijen, kacang pistacio, tempe, tahu, kacang merah, makanan berbasis gandum, mi instan, beras ketan, jagung, wortel, tomat dan jagung.

Menu diet yang dianjurkan untuk individu bergolongan darah B

Sarapan: sereal dan buah pisang beserta segelas susu tanpa lemak
Snack: jus anggur
Makan siang: sepotong dada ayam dan dua potong roti beserta salad dan teh herbal
Snack: jus jeruk / yoghurt dan teh herbal
Makan malam: sepotong ikan asap, sayur rebus, buah-buahan segar dan teh herbal.

4. Diet Golongan Darah AB

Pola makan pemilik golongan darah AB adalah kombinasi antara pola makan golongan darah jenis A dan B. Penyakit yang berisiko terinfeksi adalah sinus, infeksi telinga, dan gangguan saluran pernapasan. Jenis makanan yang dianjurkan adalah hidangan laut, semua jenis telur (kecuali telur bebek), susu fermentasi, minyak zaitun, minyak kacang kedelai, minyak kacang tanah, kacang tanah, semua jenis sayuran kecuali jagung, taugeh dan jamur, serta semua jenis buah-buahan kecuali jeruk.

Orang yang golongan darahnya AB harus berusaha membatasi konsumsi daging sapi, udang dan ikan laut, susu dan semua produk susu serta daging yang diawetkan. Makanan berbasis kacang juga harus dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Kurangi konsumsi makanan berbasis gandum seperti roti, kue, kue dan pasta.

Ciri khas individu bergolongan darah AB

  • Memiliki sistem pencernaan yang sensitif
  • Disarankan untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit tapi sering
  • Dianjurkan lebih energik berolahraga setiap pagi hari

Menu diet yang dianjurkan untuk orang golongan darah AB

Sarapan: air jeruk nipis, jus anggur, roti dua potong beserta satu potong keju
Snack: yogurt
Makan siang: dada ayam empat irisan, salad, dua biji buah plum dan teh herbal
Snack: kue keju dan teh herbal
Makan malam: omelet dan salad buah serta kopi

Demikianlah deskripsi mengenai tata cara diet sehat dengan asupan yang tepat sesuai dengan jenis golongan darah individu. Sebagai catatan akhir yang perlu diperhatikan adalah meskipun terdengar cukup menarik, metode diet yang berdasarkan jenis golongan darah tidak direkomendasikan secara mutlak sebab belum didukung oleh bukti-bukti ilmiah.

Salah satu risiko yang mungkin muncul dari penerapan diet ini adalah adanya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sepenuhnya karena larangan mengonsumsi beberapa jenis makanan. Kritik terhadap teori ini terutama mengenai masih kurangnya bukti ilmiah yang mendukung. Selain itu timbul berbagai kesulitan saat penerapannya, antara lain tidak adanya pengukuran kalori atau lemak, dan beratnya menjalani diet golongan darah untuk jangka panjang dengan jenis makanan yang terbatas.

Tinggalkan komentar