12 Fungsi Vitamin K dan Manfaatnya Menurut Riset Penelitian


Apa itu vitamin K? Apa saja fungsi dan manfaat vitamin K yang penting untuk kesehatan tubuh? Makanan apa yang banyak mengandung vitamin K? Dan apa dampak kekurangan atau kelebihan suplai vitamin K? Vitamin K penting dalam koagulasi atau yang juga dikenal sebagai pembekuan darah. Vitamin ini berfungsi mencegah pendarahan yang berlebihan.

Vitamin K adalah sekelompok senyawa yang bersatu untuk mensintesis protein yang berperan untuk membekukan darah. Yang paling penting dari senyawa ini adalah vitamin K1 dan K2. Sumber vitamin K1 dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau dan beberapa sayuran lainnya. Sementara vitamin K2 adalah kelompok senyawa lain yang berasal dari daging, keju, bakteri yang disintesis, dan telur.

Di Amerika Serikat, vitamin K1 tersedia sebagai suplemen. Baru-baru ini, vitamin K2 telah digunakan dalam pengobatan osteoporosis dan pengeroposan tulang. Namun, belum ada penelitian yang mendukung keefektifan vitamin ini pada kondisi kesehatan tulang tersebut. Kaitan antara vitamin K dan perkembangan tulang masih dalam penelitian; beberapa ilmuwan percaya bahwa vitamin K berdampak positif pada kesehatan tulang.

Seseorang bisa mencukupi asupan vitamin ini dari makanan. Defisiensi vitamin K1 dan K2 sering terjadi pada bayi. Hal ini bisa mengarahkan pada penyakit yang disebut sebagai VKDB, yang ditandai dengan perdarahan. Vitamin K1 dan K2 dapat diperoleh dari makanan, atau bisa diinjeksi ke dalam tubuh sebagai suplemen.

Tanda-tanda Kekurangan Vitamin K

Pendarahan yang berlebihan adalah gejala utama defisiensi atau kekurangan vitamin K. Tidak hanya terjadi di area luka, bahkan di area tanpa luka.

Seseorang yang mengalami avitaminosis vitamin K dapat mengalami pendarahan ketika memar biasa, mengalami gumpalan darah kecil di bawah kuku, berdarah di selaput lendir yang melapisi bagian dalam tubuh, atau bahkan dapat mengeluarkan tinja dengan konsistensi seperti bola hitam gelap karena darah.

Pada bayi yang mengalami gejala kekurangan vitamin K, dokter akan mengamati beberapa tanda, yakni:

  • Pendarahan di bagian tali pusat yang dipotong.
  • Pendarahan pada kulit, di saluran pencernaan, dan di hidung.
  • Pendarahan di area lain di tubuh.
  • Kelebihan perdarahan pada penis jika bayi disunat saat lahir.
  • Pendarahan tiba-tiba di otak, yang dapat mengancam jiwa.

Sementara itu, beberapa orang dewasa berisiko kekurangan vitamin ini jika mereka:

  • Memakai antikoagulan, yang mengencerkan darah.
  • Minum antibiotik.
  • Menderita dari kondisi yang menghambat penyerapan lemak yang tepat.
  • Menerapkan diet yang tidak memiliki vitamin K1 dan K2 sepenuhnya.

Coumarin anti-koagulan, bila digunakan, mengganggu produksi protein yang terlibat dalam pembekuan darah. Beberapa antibiotik mengganggu kemampuan tubuh untuk mensintesis vitamin K dan mengurangi efektivitas vitamin K1 dan K2 dalam tubuh. Selain itu, orang dengan penyakit celiac, orang dengan gangguan yang mempengaruhi usus dan saluran empedu, dan orang dengan cystic fibrosis akan menderita malabsorpsi lemak. Hal ini akan mengganggu kemampuan tubuh untuk mensintesis vitamin dan karenanya menyebabkan kekurangan vitamin K.

Jika seseorang berisiko kekurangan vitamin K, dokter akan melakukan tes koagulasi, yang dikenal sebagai uji prothrombin, untuk memastikan bahwa gejala yang dialami memang disebabkan oleh kekurangan vitamin K. Tes prothrombin adalah tes darah sederhana yang mengukur durasi darah Anda untuk menggumpal. Darah normal membutuhkan waktu antara 11 dan 13,5 detik untuk membeku setelah beberapa bahan kimia ditambahkan ke dalam lab. Darah yang membutuhkan waktu lebih lama dari 13,5 detik berarti dapat disimpulkan bahwa orang tersebut mengalami kekurangan vitamin K.

Pengobatan dan Pencegahan Defisiensi Vitamin K

Phytonadione, adalah obat yang digunakan dalam pengobatan defisiensi vitamin K. Obat ini adalah suplemen untuk vitamin K1. Dalam kebanyakan kasus, obat ini diresepkan sebagai obat oral, tetapi bisa pula disuntikkan di bawah kulit. Kita dapat mencegah atau membalikkan defisiensi vitamin K dengan mendapatkan jumlah vitamin K yang tepat setiap hari dari makanan. Memang tidak ada jumlah standar yang harus diambil seseorang setiap hari, tetapi rekomendasi setidaknya 120mg untuk pria dan 90mg untuk wanita. Sayuran berdaun hijau memiliki kandungan cukup vitamin K untuk tiap orang.

Manfaat dan Fungsi Vitamin K

Berdasarkan hasil riset dan penelitian, vitamin K memiliki sejumlah fungsi dan khasiat untuk kesehatan tubuh, antara lain:

1. Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Mengobati Osteoporosis

Selain nutrisi lainnya, tulang membutuhkan kalsium agar tetap sehat. Untuk dapat menggunakan kalsium, tulang memerlukan zat yang dikenal sebagai osteocalcin. Zat ini berperan mengikat kalsium yang dilepaskan oleh osteoblas, sehingga membuatnya tersedia untuk sel-sel tulang. Osteocalcin sendiri diaktifkan oleh vitamin K2. Hal ini berarti vitamin K, terutama K2 berfungsi membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita yang melewati masa menopause menunjukkan bahwa individu dengan kadar K2 tinggi ternyata kurang rentan terhadap patah tulang.

Penelitian yang dilakukan oleh M.H.J Knapen, dkk, menunjukkan bahwa kelompok wanita yang memiliki kadar vitamin K2 tinggi memiliki kekuatan tulang yang lebih baik. Kekurangan vitamin K menyebabkan kurangnya osteocalcin. Ini berarti bahwa kalsium yang dilepaskan tidak akan terikat pada tulang, dan berakhir menempel di arteri. Situasi tersebut pada gilirannya menyebabkan arteri mengeras, menciptakan gangguan arteriosklerosis.

Menurut penelitian ilmiah, ketika pasien osteoporosis diberikan suplemen vitamin K2, pasien tersebut menunjukkan pengurangan fraktur tulang sehingga peluang patah tulang menjadi berkurang hingga 80 persen. Kekurangan vitamin K yang berkepanjangan akan menyebabkan osteoporosis, dan pada kasus yang parah dapat menyebabkan cacat arteri.

2. Mencegah Penyakit Jantung

Penggunaan suplemen vitamin K2 telah dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Gast GC di Julius Center for Health Sciences and Primary Care, University Medical Center Utrecht mengungkapkan bahwa seseorang yang mengonsumsi sekitar 10mg vitamin K2 setiap hari, kemungkinan terkena penyakit jantung berkurang hingga 9 persen. Bagaimana proses ini terjadi?

Dengan mengonsumsi suplemen vit K2, osteocalcin yang merupakan substansi pengikat kalsium dilepaskan ke tulang dan diaktifkan. Saat kalsium telah terikat dengan sel-sel tulang, maka itu tidak lagi masuk dan tersimpan di saluran pembuluh darah arteri, sehingga membuat peredaran darah lebih lancar dan ini membuat potensi penyakit jantung semakin berkurang.

Seseorang yang memakai vitamin K2 pada kadar tinggi memiliki kemungkinan 52 persen lebih rendah mengalami pengendapan arteri. Ini mengurangi peluang orang tersebut meninggal akibat penyakit jantung hingga 57 persen. Penelitian lain, yang dilakukan selama tiga tahun, menunjukkan bahwa suplementasi dengan vitamin K1 mengurangi tingkat kalsifikasi arteri di jantung kita.

3. Meningkatkan Kekuatan Gigi

Pertumbuhan gigi dibuat dengan cara yang sama seperti tulang. Hal ini berarti bahwa kelemahan gigi dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin K. Sama seperti pada proses pembentukan tulang yang sehat, vitamin K mengaktifkan osteocalcin, yang mengikat kalsium ke gigi. Dengan demikian, suplai vitamin K akan meningkatkan kekuatan organ gigi. Osteocalcin, ketika diaktifkan, merangsang pertumbuhan dentin baru untuk meningkatkan kekuatan gigi.

4. Mengurangi Peradangan

Melengkapi kebutuhan tubuh dengan vitamin K telah dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan. Dalam sebuah penelitian, vitamin ini terbukti mempengaruhi biomarker yang mengendalikan peradangan. Penelitian ini mengasumsikan bahwa vitamin K menurunkan ekspresi gen yang terkait dengan sitokin individu. Dengan kadar vitamin K yang rendah, tingkat sitokin meningkat, dan ini menyebabkan keropos tulang dan peningkatan peradangan.

Sayangnya, suplementasi dengan K2 tidak menurunkan kadar sitokin. Jadi cara terbaik adalah mengonsumsi suplemen K2 sebelum konsentrasi sitokin meningkat. Kemampuan vitamin K untuk mengurangi peradangan terkait dengan kemampuannya untuk meningkatkan kekuatan tulang dan mengurangi tingkat penyakit kardiovaskular. Dengan mengurangi kalsifikasi di arteri dan bagian lain dari tubuh, vitamin K mampu mengurangi peradangan.

5. Meningkatkan Respirasi

Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin K2 terlibat dalam transportasi elektron di mitokondria. Fungsi ini juga dilakukan oleh vitamin K1, yang meningkatkan aktivitas dan fungsi mitokondria dengan menciptakan energi yang dibutuhkan. Pada gilirannya, ini memfasilitasi respirasi dan produksi energi. Saat tubuh merasa lelah, suplay vitamin K akan meningkatkan respirasi sel sehingga memberi tubuh energi yang sangat dibutuhkan. Aktivitas vitamin K2 mirip dengan ubiquinone, zat yang digunakan dalam transportasi elektron di mitokondria.

6. Vitamin K dan Perkembangan Otak

Vitamin K2 adalah bentuk dasar di mana otak menggunakan vitamin K. Vitamin K2, khususnya MK-4, mewakili sekitar 98 persen dari semua vitamin K di otak. Menurut penelitian, timbulnya penyakit Alzheimer pada orang-orang yang masih muda adalah karena berkurangnya asupan vitamin K. Studi menunjukkan bahwa K2 berkorelasi positif dengan sphingomyelin dan sulfatides.

7. Melawan Kondisi Autoimun

Melengkapi kebutuhan nutrisi dengan vitamin K telah terbukti melawan kondisi autoimun yang memiliki efek yang sama seperti multiple sclerosis. Orang-orang dengan rheumatoid arthritis dapat mengurangi kemungkinan mereka terkena penyakit lain dengan memberikan dosis harian vitamin K2. Suplemen K2 juga dapat digunakan untuk membalikkan efek dari respon autoimun sehingga mencegah sejumlah penyakit. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri. Padahal seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh.

8. Pembekuan Darah

Jika Anda mendapat cukup vitamin K setiap hari dari makanan atau suplemen, darah Anda akan menggumpal secara normal. Proses pembekuan darah rumit, dan membutuhkan setidaknya 12 protein sebelum selesai. Empat dari protein penting yang dibutuhkan untuk pembekuan darah diaktifkan oleh vitamin K, sehingga kita membutuhkan vitamin ini setiap saat, terutama ketika terjadi luka.

Selain meningkatkan percepatan pembekuan darah, vitamin K memastikan tubuh kita tidak mudah memar, dan jika terjadi luka memar akan cepat sembuh. Penyakit Hemoragik Bayi Baru Lahir, umumnya dikenal sebagai HDN, adalah kondisi pada bayi di mana pembekuan darah tidak terjadi sebagaimana mestinya. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang menderita kekurangan vitamin K. Kondisi ini mudah diobati dengan satu suntikan K2. HDN dapat dicegah dengan menyuntikkan bayi dengan K2 segera setelah lahir.

9. Mengurangi Nyeri Haid dan Pendarahan

Dengan jumlah suplai vitamin K1 dan K2 yang tepat, para wanita dapat mengurangi kram dan nyeri PMS yang terkait dengan menstruasi. Vitamin ini melakukannya dengan mengatur fungsi hormon dalam tubuh. Karena vitamin K aktif terlibat dalam pembekuan darah, maka ketika terjadinya menstruasi, pendarahan dapat lebih diminimalisir. Pendarahan yang berlebihan menyebabkan lebih banyak terjadinya kram sehingga lebih banyak menimbulkan rasa sakit saat menstruasi. Menurut penelitian, suplementasi dengan vitamin K2 mengurangi gejala PMS, sedangkan kekurangan vitamin K akan membuat gejala PMS menjadi lebih buruk.

10. Menurunkan Resistensi Insulin

Insulin diberikan kepada mereka yang menderita diabetes. Dengan menambahkan vitamin K selama empat minggu, tingkat sensitivitas insulin meningkat pada pria muda yang sehat. Ini terjadi melalui karboksilasi osteocalcin.

11. Mencegah Efek Negatif dari Minyak Sayur dan Statin

Statin, warfarin, dan minyak nabati berperan sebagai antikoagulan. Senyawa tersebut menghambat aktivitas yang sebagian dikendalikan oleh vitamin K. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, diabetes, dan penyakit ginjal. Selain itu, juga berpotensi menyebabkan patah tulang, dan dalam beberapa kasus yang parah menimbulkan gangguan mental. Dengan mengonsumsi suplemen vitamin K2, seseorang akan mampu membalikkan efek samping yang ditimbulkan oleh konsumsi minyak dan obat-obatan ini.

12. Melawan Kanker

Asupan vitamin K2 tinggi telah dikaitkan dengan penurunan risiko terjadinya kanker prostat. Dengan mengonsumsi suplemen vitamin K2 yang cukup setiap hari, risiko kanker prostat turun hingga 63 persen. Data ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nimptsch K, dengan judul risetnya “Dietary intake of vitamin K and risk of prostate cancer in the Heidelberg cohort of the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC-Heidelberg)”.

Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin K2 dapat mengurangi perkembangan kanker paru dengan menghancurkan sel-sel kanker yang muncul di paru-paru. Vitamin ini juga telah digunakan dalam pengobatan sindrom myelodysplastic. Hasil penelitian yang berjudul “Postoperative use of the chemopreventive vitamin K2 analog in patients with hepatocellular carcinoma” oleh Zhong JH, dkk, menemukan fakta bahwa asupan suplemen vitamin K2 dapat mencegah kekambuhan sel-sel kanker pada hati dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bagi penderita.

Vitamin K mengurangi kemungkinan bangkitnya sel-sel kanker dengan mengaktifkan gen spesifik penahanan pertumbuhan 6, atau yang juga disebut sebagai Gas6. Gas6 adalah gen yang menghancurkan sel-sel kanker di tubuh Anda, dan tanpa vitamin K, Gas6 tidak dapat berfungsi.

Aneka Sumber Makanan yang Kaya Vitamin K

Orang dewasa harus mengonsumsi setidaknya 90 mcg vitamin K setiap hari. Asupan harian yang direkomendasikan untuk vitamin ini tergantung pada usia dan jenis kelamin. Umumnya, kebanyakan orang akan mendapatkan suplai yang cukup dari makanan saja. Beberapa makanan terbaik yang mengandung vitamin K, meliputi:

  • Daun bawang – 207 mcg/cup
  • Dandelion hijau – 428 mcg/cup
  • Sawi hijau – 278 mcg/cup
  • Lobak hijau – 138 mcg/cup
  • Bayam – 145 mcg/cup
  • Brokoli – 92 mcg/cup
  • Kubis – 52 mcg/cup
  • Asparagus – 55 mcg/cup
  • Sayuran laut – 52 mcg/cup
  • Mentimun – 17 mcg/cup
  • Kembang kol – 16 mcg/cup

Sumber vitamin K lainnya termasuk daging seperti daging sapi, hati babi, dan ayam. Kita juga dapat memperoleh vitamin K dari produk-produk hewani seperti telur, susu, dan keju.

Efek Samping

Melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh dengan asupan vitamin K1 atau K2 akan menawarkan manfaat yang diperlukan. Tetapi suplai yang berlebihan dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada beberapa orang. Beberapa efek samping jarang terjadi dan hanya terjadi pada orang yang tubuhnya sensitif. Untuk menghindarinya, disarankan untuk mengonsumsi asupan harian yang disarankan. Beberapa efek samping yang kurang umum termasuk:

  • Kehilangan selera makan
  • Aktivitas menurun dan mual
  • Kesulitan bernapas
  • Mudah emosi
  • Kelemahan tubuh secara umum
  • Pembesaran hati
  • Tubuh bengkak, terutama di bagian belakang
  • Kekakuan otot
  • Mata kuning, atau bercak kulit kuning

Dosis yang Tepat Asupan Vitamin K

Asupan harian yang direkomendasikan untuk vitamin K tergantung pada usia dan jenis kelamin. Selain itu, faktor-faktor seperti kehamilan, laktasi, dan penyakit juga mempengaruhi jumlah vitamin K yang dibutuhkan. Mengkonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan dapat menyebabkan efek samping sementara mengambil jumlah yang rendah dapat mempengaruhi kesehatan. Di bawah ini adalah batas jumlah yang disarankan.

Bayi

Usia bayi 0-6 bulan, membutuhkan sekitar 2 mikrogram per hari, dan usia 7 – 12 bulan, memerlukan sekitar 2,5 mcg per hari.

Anak-anak

Usia 1 sampai 3 tahun – 30 mcg per hari
Usia 4 sampai 8 tahun – 55 mcg per hari
Usia 9 sampai 13 tahun – 60 mcg per hari

Remaja dan Dewasa

Usia 14 sampai 18 tahun – 75 mcg per hari
Usia 19 tahun ke atas – 90 mcg per hari

Ibu hamil dan menyusui sebaiknya hanya mengambil asupan harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa. Ketika dikonsumsi dalam dosis yang tepat, vitamin K dianggap aman untuk ibu dan bayinya. Untuk dosis yang lebih tinggi, perlu berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Untuk anak-anak, vitamin K1 dianggap aman jika dikonsumsi secara oral atau suntik. Sementara, vitamin K2 hanya boleh dilakukan di bawah arahan profesional kesehatan.

Untuk penderita diabetes, vitamin K1 dapat menurunkan gula darah. Pemberiannya harus diawasi oleh dokter, dan kadar gula darah harus sering dipantau. Orang dengan penyakit ginjal dan menerima dialisis tidak boleh mengonsumsi suplemen vitamin K, karena akan mengganggu proses perawatan.

Pemberian vitamin K1 tidak mengatasi masalah pembekuan yang diakibatkan oleh penyakit hati yang parah. Dosis tinggi K1 dapat memperburuk masalah pembekuan akibat kerusakan hati. Seseorang yang memiliki gangguan dengan sekresi empedu kurang, mengambil vitamin K1 mungkin mengharuskannya untuk mengambil garam empedu tambahan agar meningkatkan penyerapan.

Fakta seputar Vitamin K

  1. Untuk kondisi apa pun, baik itu kehamilan atau penyakit, seorang individu tidak boleh mengambil lebih dari dosis yang disarankan tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
  2. Jika pernah mengalami stroke, pembekuan darah di tubuh, atau serangan jantung, hanya boleh minum vitamin K di bawah resep dokter.
  3. Jika tengah menggunakan obat pengencer darah, maka tidak boleh mengonsumsi suplemen K1 atau K2. Mengkonsumsi kelebihan vitamin K akan mengganggu kinerja fungsi obat di dalam tubuh.
  4. Seseorang yang mengonsumsi antibiotik selama lebih dari 10 hari perlu meningkatkan asupan suplemen vitamin K. Antibiotik menghancurkan bakteri yang memfasilitasi penyerapan vitamin K, dan oleh karena itu tubuh menyerap lebih sedikit vitamin.
  5. Vitamin E juga mengganggu fungsi vitamin K di dalam tubuh. Oleh karena itu, jangan mengambil vitamin E saat mengambil vitamin K.
  6. Meskipun manfaat vitamin K sangat besar, vitamin ini harus digunakan bersama dengan nutrisi lain untuk memaksimalkan kegunaannya.
  7. Dalam kesehatan tulang, vitamin K harus diambil bersama dengan kalsium, magnesium, dan vitamin D. Ketika digunakan dalam proporsi yang tepat, nutrisi ini meningkatkan kekuatan tulang.
  8. Bagi mereka yang mengonsumsi lebih banyak vitamin K daripada jumlah yang disarankan, maka vitamin A dan E tidak akan diserap dengan benar, dan ini dapat menyebabkan kekurangan pada beberapa vitamin.

Tinggalkan komentar