30 Jenis Keju Terpopuler dalam Dunia Kuliner dan Pastry

Apakah anda merupakan penggemar keju? Apakah anda tahu jenis keju yang sering anda konsumsi? Keju (cheese) adalah makanan padat yang terbuat dari susu sapi, kambing, domba dan mamalia lainnya dengan menghilangkan kandungan airnya dengan menggunakan kombinasi rennet dan pengasaman.

Kata keju yang kita pakai di Indonesia berasal dari bahasa Portugis “queijo”. Sementara di Inggris dikenal dengan kata cheese yang berasal dari kata Inggris Kuno “cese” atau “chiese” atau dari bahasa Latin “caseus”.

Ada ribuan varian keju yang ada di seluruh dunia, dimana yang terbanyak ada di benua Eropa, terutama Italia, yang terkenal sebagai salah satu pusat kuliner internasional. Di kawasan Perancis sendiri tercatat ada lebih dari 400 jenis keju dan masing-masing penghasil keju mengaku kejunya berbeda dari keju mana pun meskipun sebenarnya perbedaannya sangat tipis.

Memang ada lebih dari 1.800 jenis keju yang diklaim secara resmi maupun tidak resmi. Namun, jika ditelaah lebih lanjut dengan kategori tertentu, sebenarnya jumlah keju sekitar 10 jenis, bergantung bagaimana cara menggolongkannya. Dua kategori (penggolongan) yang lazim dipakai adalah berdasarkan tingkat kekencangannya dan berdasarkan proses pembuatan dan pematangannya.

Aneka Jenis Keju Lezat

Jenis-jenis keju berdasarkan tingkat kepadatan atau kekencangannya terbagi atas:

  • Keju lunak (soft cheese), memiliki kandungan air di atas 50%, contohnya: keju cottage cheese, quark, cream cheese, camembert, feta, neufchatel, dan mozzarella.
  • Keju semi lunak (semi-soft cheese), memiliki kandungan air air antara 40 s.d 50%, contohnya: keju roquefort, limberger, st. paulin, dan munster.
  • Keju keras (hard cheese), memiliki kandungan air antara 35 s.d 40%, contohnya: keju cheddar, edam, gouda, emmental, dan gruyere.
  • Keju sangat keras (very hard cheese), memiliki kandungan air maksimum 35%, contohnya: keju parmesan, romano, grana, dan asiago.
  • Keju whey (air pisahan keju), merupakan keju yang dihasilkan dari pemanasan “whey” sehingga diperoleh butiran-butiran dari sisa-sisa protein yang tertinggal pada whey tersebut. Yang masuk dalam golongan ini: Ricotta, Brunjos.

Jenis-jenis keju berdasarkan proses pembuatan dan pematangannya, terdiri atas:

  • Keju alami (natural cheese), merupakan semua jenis keju yang diolah dengan cara menggumpalkan susu untuk selanjutnya dimatangkan atau tanpa dimatangkan untuk dikonsumsi dalam keadaan segar.
  • Keju olahan (processed cheese), merupakan jenis keju yang dibuat dalam 2 tahapan, yakni proses pertama membentuk keju natural dan proses kedua diolah lagi dengan penambahan bahan-bahan tertentu seperti tepung (starch), emulsifier, pewarna, pengawet tambahan, lemak nabati, air, perasa makanan, anti jamur, anti bakteri, dan lain-lain. Contoh keju olahan yang lazim ditemukan di pasaran adalah: keju cheddar olahan.

Nah, dalam dunia kuliner (masakan) dan pastry (kue), penggunaan jenis keju tergantung pada jenis makanan yang diolah. Variasi tingkat kekenyalan pada struktur keju serta aneka rasa yang dimiliki oleh masing-masing keju, mengharuskan para chef untuk memilih jenis keju yang sesuai, sehingga dapat memperlezat makanan yang mereka buat. Seperti yang dijelaskan di atas, ada seribuan jenis keju yang ada di seluruh dunia. Namun yang paling populer dan paling sering digunakan untuk pelengkap makanan dan kue adalah sebagai berikut.

1. Keju Cotija

Cotija adalah produk keju bergaya Hispanic yang namanya berasal dari nama kota Cotija di negara bagian Michoacan, Meksiko. Keju ini memiliki struktur yang keras dan rapuh, terbuat dari susu sapi. Saat keju dibuat, warnanya putih dengan rasa asin yang kuat mirip seperti keju feta. Namun setelah lama disimpan, struktur keju cotija akan semakin keras dan rapuh seperti keju Parmigiano-Reggiano. Kemiripan karakternya dengan jenis keju Parmesan telah membuatnya diberi julukan “Parmesan Meksiko”. Secara tradisional, keju Cotija dibuat dari susu mentah yang disimpan 3 sampai 12 bulan. Para produsen komersial biasanya menambahkan enzim tertentu untuk mempercepat proses pematangan. Dengan rasa yang cukup asin dan struktur keju yang keras, cotija sering dimanfaatkan untuk melengkapi sajian salad, sup, casserole, dan taco. Di Amerika Serikat, keju cotija cukup populer untuk melezatkan hidangan pasta.

2. Keju Bocconcini

Bocconcini dalam bahasa Italia berarti “little bites” atau gigitan kecil, merupakan keju Mozzarella seukuran telur yang berasal dari Naples, dan kebanyak terbuat dari campuran susu kerbau dan sapi. Keju Bocconcini merupakan keju jenis semi lembut yang berwarna putih dan bertekstur lembut kenyal. Karena aromanya menyegarkan dengan tekstur yang elastis, keju ini di Italia sering diaplikasikan pada salad, dibungkus dalam prosciutto, atau dipakai dalam hidangan bayam yang dikenal dengan nama Bocconcini Sorentina. Rasa keju Bocconcini akan terasa makin mantap pada makanan jika dinikmati bersama anggur putih (white wine), seperti Savignon Blanc dan Merlot.

3. Keju Cottage

Keju cottage memiliki rasa ringan dan merupakan produk keju dadih yang berwarna putih. Dadih dikeringkan tapi tidak dipress, sehingga beberapa whey tetap dan mempertahankan kelembabannya. Dadih umumnya dicuci untuk menghilangkan keasaman dan meninggalkan rasa manis. Hal ini dibuat dari berbagai jenis susu dengan kadar lemak yang berbeda. Istilah ‘cottage cheese’ diyakini berasal karena keju ini umumnya dibuat di cottage dari susu yang tersisa, setelah membuat mentega. Keju cottage dapat langsung dimakan, untuk dicampur dengan buah-buahan, roti panggang atau bahkan digunakan dalam salad. Keju Cottage banyak dibuat di negara Inggris dan Amerika Serikat, serta ada juga jenis keju Cottage Australia. Dengan tekstur yang lembut dan rapuh, keju ini mengandung 4,3 gr lemak dalam 100 gr, dan 68 mg kalsium dalam 100 gr.

4. Keju Halloumi

Keju Haloumi merupakan produk keju rumahan yang berasal dari negara Siprus. Keju ini merupakan keju brined dengan warna putih sedikit kenyal, terbuat dari campuran susu kambing dan domba. Tekstur yang semi lembut pada keju halloumi menjadikannya mirip seperti mozzarella atau feta. Keju yang banyak diproduksi di kawasan Timur Tengah ini memiliki rasa yang tajam, gurih, asin. Keju Halloumi biasanya disajikan selama musim atau bulan-bulan hangat dengan buah semangka, karena kualitas yang menyegarkan. Ini adalah bagian penting dari Siprus Meze dan kerap kali disajikan sebagai camilan bir dingin. Keju yang memiliki titik didih tinggi ini dapat dengan mudah digoreng dan dipanggang atau diiris tipis-tipis pada salad.

5. Keju Robiola Bosina

Berasal dari Langhe, daerah perbukitan di wilayah Piedmont – Italia utara, Robiola Bosina merupakan produk keju yang terbuat dari susu sapi dan susu domba. Daerah Piedmont ini juga menyediakan beberapa anggur populer seperti Barolo, Barbaresco dan Asti. Dinamakan dari nama kota kecil ‘Bosnia’, keju Robiola Bosina menawarkan campuran sempurna dan krim dari sapi dan susu domba betina. Tersedia dalam berbagai bentuk, dengan pasta halus dan lembut serta rasa yang seimbang. Rasa keju yang halus dan harmonis ini diproduksi tanpa menambahkan bahan pengawet atau aditif buatan. Keju robiola bosina ini memiliki kulit elastis yang melindungi tekstur bagian dalamnya. Robiola Bosina menawarkan sensasi tekstur yang halus, manis dan susu pasta dan hal ini akan menyenangkan jika dicicipi dengan berbagai anggur (wine) seperti Merlot, Sauvignon Blanc, dan lainnya.

6. Keju Mascarpone

Mascarpone adalah jenis keju Italia yang banyak diproduksi di wilayah Lombardy. Keju ini dibuat dari susu krim kental dengan asam sitrat atau asam asetat. Keju lembut ini memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi mulai dari 60% sampai 75%. Hasil kandungan lemak yang kaya tersebut menjadikan keju Mascarpone ini sebagai unsur penting dalam beberapa resep Italia seperti Tiramisu dan Cheesecake. Tekstur Mascarpone merupakan keju halus, lembut hingga agak keras seperti mentega, tergantung pada bagaimana proses pembuatannya. Mascarpone digunakan dalam hidangan manis dan gurih, serta sering ditambahkan untuk meningkatkan rasa hidangan tanpa berlebihan rasa asli.

Keju mascarpone mampu membangkitkan nilai selera pada ikan asin, mustard dan rempah-rempah, atau dicampur dengan coklat atau kopi. Tiramisu, hidangan berlapis dengan espresso, brandy, dan coklat adalah paduan tepat bagi keju Mascarpone. Campuran terbaik sebagai krim pencuci mulut yang ditambahkan pada buah-buahan atau sirup.

7. Keju Pecorino Romano

Pecorino adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan keju Italia yang dibuat dari susu 100% domba. Namun, pembuat keju di Amerika sering memakai bahan dari susu sapi. Dari empat jenis keju Pecorino yang telah menerima sertifikat Protected Designation of Origin (PDO) di bawah hukum Uni Eropa, keju Pecorino Romano adalah salah satu jenis keju yang paling tua serta yang paling populer di luar Italia. Sesuai undang-undang, produksi Pecorino Romano hanya diperbolehkan di pulau Sardinia, Lazio dan di Tuscan Tuscany. Sesuai dengan namanya, sejarah keju Pecorino Romano telah populer sejak zaman Romawi yang kala itu merupakan bagian dari makanan pokok tentara kerajaan. Para ilmuwan dan sastrawan di zaman kerajaan Romawi, seperti Varro, Pliny the Elder, Hippocrates dan Columella telah mengulas tentang keju ini dan teknik produksinya.

Proses waktu mematangkan keju ini sekitar 8 sampai 12 bulan yang akan menghasilkan tekstur kering dan granular serta rasa yang kuat. Pecorino Romano adalah salah satu jenis keju yang paling banyak digunakan, sebagai alternatif yang lebih tajam untuk keju Parmesan. Karena tekstur keras dan tajam serta rasa yang cukup asin, keju Pecorino Romano adalah paduan yang tepat untuk isi pasta, roti dan kue casserole.

8. Keju Taleggio

Keju dari Italia ini merupakan salah satu keju dengan tekstur lunak tertua yang masih diproduksi tiap musim dingin dan gugur. Selama proses pembuatan, keju disimpan di rak-rak kayu di ruangan tertutup yang seperti gua. Oleh karena itu, namanya diambil dari nama gua Val Taelggio. Dalam rangka untuk mencegah jamur kutu, keju dicuci dengan air laut seminggu sekali. Perlu waktu 6-10 minggu hingga keju yang beraroma kuat ini mencapai kematangan yang sempurna. Keju ini telah diberikan sertifikat PDO dan mengandung 48% lemak. Keju Taleggio memiliki bau yang kuat, tetapi rasa yang relatif ringan. Untuk membuatnya lebih cerah dan moderat, pabrik menambahkan rempah-rempah, kismis, kacang-kacangan dan beberapa sari lemon. Ketika diparut pada salad seperti radicchio dan rucola, rasanya seperti sebuah keajaiban, dan juga mencair. Taleggio dapat disajikan dengan anggur Nebbiolo Italia, dan juga berbagai jenis anggur merah dan putih.

9. Keju Asiago

Asiago, adalah jenis keju susu sapi, hanya diproduksi di dataran tinggi Asiago di kaki bukit Veneto di Italia. Tradisi pembuatan keju di provinsi Vicenza dan Trento telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Secara tradisional, keju ini dibuat dari susu domba, tapi hari ini umum dihasilkan dari susu sapi yang tidak dipasteurisasi. Tekstur keju Asiago tidak begitu menetap dan terus berubah seiring lama penyimpanannya. Ada dua jenis keju Asiago, yakni Asiago segar (Asiago Pressato) yang memiliki tekstur halus, dan Asiago matang (Asiago d’allevo) yang memiliki tekstur gembur. Jenis Asiago d’allevo pun berbeda, bergantung lama waktu matangnya, yakni varian Mezzano selama 4-6 bulan, varian Vecchio selama lebih dari sepuluh bulan dan varian Stravecchio selama dua tahun. Di sisi lain, Asiago Pressato dibuat dengan susu matang selama satu bulan dan dijual segar sebagai keju lembut dan ringan. Keju Asiago dapat digunakan untuk parutan, peleburan, diiris pada berbagai salad, sandwich, sup, pasta, dan saus.

10. Keju Stilton

Susu sapi yang telah dipasteurisasi (proses pemanasan makanan yang bertujuan untuk membunuh gmikroorganisme berbahaya seperti khamir, kapang, protozoa, virus dan bakteri) merupakan bahan dasar pembuatan keju Stilton. Keju ini berasal dari Inggris, terutama di kawasan Derbyshire, Leicestershire, dan Nottinghamshire. Ini adalah satu-satunya keju Inggris yang memiliki Sertifikasi Merek Dagang dan EU Protected Name. Keju yang memiliki kadar lemak 35% ini memiliki corak biru yang berbentuk seperti pembuluh darah. Warna biru tersebut dihasilkan dari bakteri yang membantu saat proses pembuatan keju. Saat matang kejunya menjadi padat dan tebal namun teksturnya berkerut. Stilton muda berwarna putih seperti gading, sedangkan keju yang tua warnanya jadi lebih gelap dan corak birunya lebih tegas.

Keju Stilton pertama kali dipopulerkan oleh Bell Inn, sebuah penginapan bagi para wisatawan dari London yang hendak ke York. Secara tradisional, keju ini sering dihidangkan bersama dengan sherry dan port wine. Ini juga merupakan pilihan yang baik untuk campuran kenari, kerupuk, biskuit dan roti.

11. Fresh Ricotta

Ricotta adalah keju segar Italia yang dibuat dari susu domba, sapi, kambing atau whey susu kerbau yang tersisa dari produksi keju. Karena kasein disaring jauh dari whey selama proses pembuatan keju, Ricotta cocok untuk orang dengan intoleransi kasein. Dengan kandungan rendah lemak dan tinggi protein, Ricotta adalah keju terbaik untuk anda yang sedang diet obesitas. Fresh ricotta tradisional Italia memiliki tekstur yang lebih licin dari keju cottage dan rasanya agak manis. Ricotta merupakan bahan yang populer di banyak masakan Italia seperti lasagna, manicotti, cassata, cheesecake, calzone, pizza, dan ravioli dan dips. Jenis keju ini juga cocok sebagai pengental saus.

Fresh Ricotta merupakan perpaduan sempura dengan Sauvignon Blanc. Ada tiga varietas yang berbeda dari ricotta: ricotta salata moliterna (susu whey domba betina), ricotta piemontese (whey susu sapi + 10% susu) dan ricotta romana (produk sampingan dari produksi keju Romano). Keju Ricotta dari Fine Italian Foods pernah meraih medali perak pada 2014 dalam World Cheese Awards..

12. Keju Roquefort

Roquefort adalah keju Perancis yang populer, tercatat menjadi makanan favorit Kaisar Charlemagne. Di Perancis, keju ini disebut sebagai ‘keju raja-raja dan para paus’. Resep keju ini dilindungi oleh Undang-undang AOC, dimana wilayah produksinya di sekitar daerah Roquefort-sur-Soulzon. Keju yang juga dikenal sebagai blue cheese ini terbuat dari susu domba dan ditambah dengan bakteri penicilium roqueforti. Setelah melalui proses penyimpanan/pematagan selama 5 bulan, akan menghasilkan keju dengan guratan-guratan biru di dalamnya. Teksturnya lembut, tapi memiliki aroma yang tajam. Keju ini sangat cocok dimakan bersama biskuit maupun menjadi isian roti sandwich. Selain itu, keju Roquefort sering digunakan sebagai dressing dan potongan pada salad.

13. Keju Provolone

Provolone adalah keju Italia yang dibuat dari susu sapi dan daerah asalnya banyak diproduksi di Italia selatan, kawasan Provolone, terutama di Lombardy dan Veneto. Kedua daerah tersebut diberikan hak sertifikat DOP oleh Uni Eropa, sehingga memastikan keju yang diproduksi di bawah pengawasan ketat menggunakan metode khusus untuk menjamin kualitas tertinggi. Keju provolone juga diklasifikasikan ke dalam dua varian, yakni provolone Dolce, yang berusia selama 2-3 bulan, memiliki warna putih kekuningan pucat dengan rasa manis. Varian yang lain adalah Provolone Piccante berusia lebih dari empat bulan dan memiliki rasa yang lebih tajam.

Di Amerika Selatan, keju yang sama dengan nama provoleta dimakan dengan daging panggang. Di Amerika, Provolone dihasilkan mirip dengan keju varian Dolce. Rasa Provolone sebagian besar bervariasi tergantung di mana itu dibuat. Sebagian besar, keju ini berkarakter semi-keras dan terbuat dari susu sapi.

Provolone mengandung jumlah tinggi kalsium dan protein, tetapi di sisi lain, itu juga tinggi natrium. Kalori yang dihasilkan dari keju ini 10 kali lebih sedikit dibandingkan keju Swiss, namun kandungan sodiummnya lebih banyak 180 mg. Keju ini cocok disantap bersama minuman anggur merah. Di meja makan, keju Provolone bisa disajikan dengan chutneys panas, roti buatan sendiri dan roti tawar.

14. Keju Parmesan

Parmigiano Reggiano atau keju Parmesan dalam bahasa Inggris dianggap merupakan salah satu di antara keju top dunia oleh para pecinta keju. Saat ini, keju Parmesan telah diproduksi oleh berbagai produsen. Namun menurut PDO, keju yang disebut sebagai Parmesan harus dihasilkan dari susu sapi yang merumput di rumput segar dan jerami. Keju Parmigiano Reggiano disebut dengan nama keju Parmesan atau keju keras Italia oleh para produsen untuk menghindari masalah hukum. Diberi nama Parmigiano Reggiano karena keju ini berasal dari provinsi di mana ia dibuat, yaitu Provinsi Parma, Reggio Emilia, Modena, Bologna dan Mantua. Keju Parmesan memiliki struktur yang keras dan berpasir serta terdapat lubang-lubang kecil dengan ukuran sebesar jarum.

Keju ini memerlukan waktu hingga satu tahun agar matang dengan sempurna. Ketika telah matang, keju parmesan kehilangan banyak air sehingga membuat teksturnya menjadi keras. Kebanyakan di usia 3 bulan, keju ini sudah mulai dijual. Keju yang memiliki kadar lemak 61% ini sangat cocok digunakan sebagai taburan spaghetti, macaroni atau jenis pasta lainnya, dengan kandungan kalsium mencapai 11,84 gr dalam 100 gr keju.

15. Keju Mozarella

Keju Mozzarella adalah keju dadih sliceable yang berasal dari Italia. keju Mozzarella tradisional dibuat dari susu kerbau yang langka dan sangat sedikit negara seperti Italia dan Bulgaria. Akibatnya, sebagian besar keju Mozzarella yang tersedia di pasaran saat ini terbuat dari susu sapi. Keju Mozzarella segar adalah salah satu keju yang mudah dibuat di rumah dan sering digunakan dalam berbagai resep, termasuk salad, daging, makanan laut, dan sayuran. Mozarella memiliki sejumlah varian, diantaranya: Mozzarella di Bufala, juga dikenal sebagai ‘buffalo mozzarella’, terbuat dari susu kerbau dijinakkan. Mozzarella Fior di Latte dihasilkan dari susu sapi segar, baik itu yang dipasteurisasi atau tidak dipasteurisasi. Dan terakhir, namun tidak sedikit, adalah keju Mozzarella affumicata.

Kandungan protein pada keju mozzarella sangat tinggi. Selain itu terdapat kalsium, magnesium dan fosfor yang melimpah bagus untuk menguatkan tulang. Sementara itu, kandungan lemaknya mencapai 45%. Mozarella sangat mudah meleleh ketika dipanaskan, sehingga sangat nikmat bila dijadikan topping pizza maupun isi pinggirannya.

16. Keju Manchego

Keju Manchego banyak diproduksi di wilayah La Mancha – Spanyol, yang dibuat dari susu domba. Keju Manchego asli hanya dibuat dari susu domba Manchego. Keju ini bisa dibuat dari susu yang dipasteurisasi ataupun yang tidak dipasteurisasi. Versi rumah dihasilkan dari susu yang tidak dipasteurisasi sedangkan versi industri dihasilkan dari susu pasteurisasi. Keju ini saat matang memiliki tekstur yang padat, permukaannya kering layaknya lilin. Sedangkan bagian dalamnya terdapat lubang-lubang kecil. Keju ini bisa dipanen setelah tiga bulan, enam bulan, atau hingga satu tahun dengan tekstur rapuh dan rasa yang lebih manis. Manchego merupakan keju terfavorit bagi warga Spanyol. Bahkan karena kepopulerannya, keju ini diekspor ke banyak negara di dunia. Pada tahun 2014, jenis keju ini telah memperoleh penghargaan perak dan emas pada ajang World Cheese Awards. Keju manchego sangat baik jika dipasangkan dengan sherry.

17. Monterey Jack

Monterey Jack didaulat sebagai keju asli Amerika, karena pertama kali diciptakan di Monterey, California. Seorang pengusaha bernama David Jack, melihat peluang bisnis dari keju ini, sehingga mulai menjual keju ini ke seluruh daerah di California. Sejak sukses dimana-mana, keju ini dikenal dengan nama monterey jack. Keju ini banyak digunakan sebagai bahan pelengkap dalam resep masakan Spanyol dan Meksiko karena memiliki rasa yang ringan dan mudah meleleh. Keju Monterey Jack memiliki kemiripan rasa dan tekstur dengan keju Colby dan Cheddar. Varian dari mounterey jack yang terkenal adalah dry jack dan pepper jack. Sesuai namanya, dalam produk papper jack terdapat tambahan merica pada kejunya. Menghasilkan keju yang pedas namun lembut di mulut. Sering dimakan bersama biskuit, hamburger, melon dan minyak zaitun. Dengan warna yang kuning pucat, keju dari susu sapi ini memiliki kandungan lemak mencapai 74,6%.

18. Keju Havarti

Keju ini merupakan produk asli negara Denmark, tepatnya di kawasan perkebunan Havarthigaard di Overod yang dimiliki oleh Hanne Nielsen. Dia sosok yang fokus mempelajari seni membuat keju, bahkan untuk memperluas wawasannya, dia sering melakukan perjalanan keliling Eropa. Keju Havarti mempunyai rasa yang khas, manis dengan sedikit asam dan gurihnya seperti mentega. Semakin tua usia keju, rasanya akan semakin menyerupai kacang hazelnut dan asin. Keju ini memiliki aroma yang mirip dengan keju swiss dengan warna pucat kekuningan. Keju Havarti memiliki sejumlah varian, antara lain Cream Havarti dan Smoked Havarti. Tekstur yang dihasilkan pada keju ini adalah semi kenyal. Sangat cocok dijadikan isian kanape atau camilan ringan. Sebaiknya havarti disimpan di kulkas, karena termasuk jenis-jenis keju yang cepat melunak jika dibiarkan pada suhu ruangan.

19. Royalp Tilsit

Royalp Tilsit atau Tilsit Swiss adalah keju yang berwarna kuning dan termasuk keju semi-keras, terbuat dari susu sapi yang tidak dipasteurisasi ataupun yang dipasteurisasi. Versi dipasteurisasi memiliki rasa yang ringan, sedangkan yang terbuat dari susu segar tanpa pasteurisasi menghasilkan rasa yang lebih kuat. Keju ini memiliki rasa gurih yang membuatnya menjadi sajian keju yang sempurna. Ini dapat digunakan dalam salad, ditambahkan ke saus atau meleleh pada hidangan panggang. Ada berbagai produsen di seluruh dunia yang membuat Tilsit di bawah nama merek mereka. Salah satunya keju yang dibuat di peternakan Heidi di Tasmania, Australia, yang disebut sebagai ‘Heidi Tilsit’. Meskipun dahulu keju itu disebut sebagai RoyAlp Tilsit atau Tilsiter di Swiss, sekarang hanya dinamai sebagai Tilsiter atau Tilsit. Di luar Swiss, keju ini dikenal dengan nama yang berbeda tergantung pada tempat diproduksinya. Di negara Denmark disebut Havarti Tilsit, dan Tilsiter atau Tollenser di Jerman.

20. Keju Gruyere

Keju ini pertama kali dibuat di desa Gruyere di Negara Swiss dengan memakai susu sapi mentah yang dipanaskan hingga suhu 33 derajat celcius. Agar mengental susu dicampur rennet cair, dan dipanaskan dua kali lagi pada suhu 43 dan 54 derajat celcius. Untuk menguatkan rasanya secara maksimal, gruyere di rendam di air garam selama 8 hari kemudian didiamkan di ruangan tertutup pada suhu kamar selama 2 bulan. Keju yang telah matang akan bertekstur keras dan padat, sehingga termasuk keju padat. Selain itu kejunya berwarna kuning yang lebih gelap jika dibandingkan dengan keju emmental. Keju Gruyere mengandung 40-46% lemak, dan produsen terbesar keju ini adalah Entremont.

21. Keju Gouda

Keju Gouda, atau orang Belanda menyebutnya “How-da” adalah keju asli negara Belanda yang namanya diambil dari nama kota Gouda di Belanda. Keju Gouda adalah salah satu keju yang paling populer di dunia, dimana tercatat 50 sampai 60 persen dari total konsumsi keju dunia. Ini adalah keju semi-keras dengan cita rasa yang unik dan tekstur halus. Pasar keju asli di Gouda merupakan salah satu pasar keju komersial terakhir di Belanda. Karena nama Gouda tidak dilindungi hak paten, makan hal itu telah menjadi klasifikasi generik untuk semua keju yang diproduksi dan dijual dengan nama Gouda. Gouda biasanya terbuat dari susu sapi yang dipasteurisasi meskipun beberapa varietas menggunakan susu domba atau kambing untuk memproduksi keju yang mampu berusia lebih lama. Ada tujuh jenis keju Gouda, yang dikategorikan tergantung pada usia kematangannya.

Untuk meningkatkan rasa keju, maka ditambahkan berbagai rempah-rempah, bumbu, dan kacang-kacangan. Di Belanda, keju Gouda tua umumnya digunakan untuk richen sup, saus. Sedangkan produk keju yang masih muda sangat cocok dipasangkan dengan bir, sementara keju menengah dinikmati dengan Riesling atau Chenin Blanc. Keju Gouda dapat diparut, diiris, potong dadu atau dilelehkan, serta dapat digunakan sebagai makanan penutup. Keju ini memiliki rasa yang manis karena kandungan asam laktatnya sudah hilang saat proses pemanasan.

22. Keju Gorgonzola

Gorgonzola termasuk salah satu yang tertua dari jenis-jenis keju yang berurat-urat biru. Keju ini terutama diproduksi di daerah Italia utara, tepatnya di Piedmont dan Lombardy, yang terbuat dari susu sapi yang telah dipasteurisasi. Memiliki warna putih kekuningan, dengan coretan warna biru yang bentuk seperti pembuluh darah. Tekstur yang dihasilkan sangat lunak karena kandungan lemaknya mencapai 35%. Meskipun rasanya ringan dan lembut, aroma yang dihasilkan keju itu sangat kuat dan menyengat, tergantung pada umur kematangannya. Kamu yang tidak terbiasa kemungkinan akan membenci keju ini. Keju gorgonzola dapat dijadikan campuran pasta, bahan pelengkap salad maupun toping pizza. Selain itu, sajian dengan minuman anggur seperti Bordeaux Blend (Red), Zinfandel dan Sauternes akan terasa lebih nikmat.

23. Keju Fontina

Keju Fontina adalah keju bergaya Swedia yang diproduksi oleh Emmi Roth USA. Keju yang berasal dari Amerika Serikat ini terbuat dari susu sapi yang tidak melalui proses pasteurisasi. Kadar lemak yang terkandung dalam fontina mencapai 45%. Menghasilkan keju dengan tekstur yang lunak dan creamy, sedangkan rasanya sangat lembut. Namun keju ini termasuk keju keras yang berwarna kuning gading (ivory). Saat dipanggang keju ini akan lumer menjadi krim dengan tingkat kelembutan yang tinggi. Kelembutan yang dihasilkannya menyebabkan keju ini menjadi pilihan utama untuk digunakan sebagai topping pizza dan sup di Italia, serta termasuk pada makanan flatbreads, lasagnas, dan quesadillas. Produk keju ini dijual setelah mengalami proses pematangan hingga 90 hari lamanya. Sangat lezat dinikmati bersama Chardonnay, Riesling, dan Gandum Beer.

24. Keju Feta

Feta, tidak diragukan lagi merupakan salah satu keju Yunani yang paling terkenal. Bahkan, Feta menempati porsi 70% dalam konsumsi keju di Yunani. Nama dan resep keju ini dilindungi oleh perundang-undangan Uni Eropa dan hanya keju yang diproduksi di Makedonia, Thrace, Thessaly, Central Mainland Greece, Peloponnese dan Lesvos yang bisa memakai nama ‘feta’. Sementara keju sejenis yang diproduksi di tempat lain di Mediterania timur dan sekitar Laut Hitam, di luar Uni Eropa, sering disebut ‘keju putih’. Untuk membuat keju feta tradisional, dibutuhkan campuran 30% susu kambing bersama dengan susu domba yang merumput di padang rumput. Meskipun saat ini, banyak toko yang menjual keju feta dari bahan susu kambing dan susu sapi. Ketegasan, tekstur dan rasa keju berbeda-beda untuk tiap-tiap daerah, tetapi secara umum, keju dari Makedonia dan Thrace bersifat ringan, lembut dan creamy, kurang asin dengan lubang yang lebih sedikit.

Feta yang dibuat di Thessaly dan Central Greece memiliki lebih intens, rasa yang kuat. Sedangkan keju feta Peloponnese berstruktur lebih kering, rasa penuh dan lebih terbuka. Lingkungan lokal, keturunan hewan, hingga budaya setempat ternyata berdampak pada tekstur, rasa dan aroma feta. Di Yunani yang merupakan negara asalnya, feta banyak digunakan sebagai bahan campuran salad tradisional Yunani. Selain itu juga digunakan sebagai bahan pembuatan kue dan isian pada pizza. Keju ini juga cocok dimakan dengan buah segar, atau isian pada sandwich, dan sebagai pendamping hidangan taco dari Mexico.

25. Keju Emmental

Bentuk dan struktur keju Emmental yang berlubang-lubang menjadi gambaran yang tak terpisahkan dari film kartun Tom & Jerry. Emmental berasal dari Swiss, biasa juga disebut keju emmentaler. Aromanya ringan dan memiliki rasa yang gurih. Dalam pembuatan keju yang menggunakan susu sapi ini dibantu oleh 3 bakteri yaitu propionibacterium freudenreichii, lactobacillus helveticus dan streptococcus. Emmental memiliki lubang seukuran buah kenari. Hal ini dianggap sebagai salah satu keju yang paling sulit untuk diproduksi karena kerumitan proses fermentasinya yang membentuk lubang. Semakin matang kejunya makin besar pula lubang-lubang yang terbentuk. Hal ini disebabkan oleh adanya partikel jerami di keju emmental. Keju ini sering digunakan dalam bermacam-macam makanan, seperti dicampur dengan gruyere, menjadi bahan fondue, casserole dan makanan yang sangat nikmat, keju panggang. Rasa keju ini akan lebih lezat bila dinikmati dengan segelas anggur, misalnya Jura Blanc.

26. Keju Edam

Keju Edam pertama kali diproduksi di Belanda yang dinamai sesuai dengan nama kota tempat pembuatannya. Keju Edam memiliki warna kuning pucat dan produk komersiilnya diselimuti oleh lilin parafin merah. Rasa keju ini adalah ringan, asin dan pedas pada tahap awalnya, dan semakin lama akan lebih tajam. Keju yang termasuk semi-keras ini merupakan keju yang relatif rendah kadar lemak dibandingkan dengan keju lain karena hanya mengandung 28% lemak. Keju ini biasanya dihidangkan bersama buah apel atau pir. Tapi banyak juga yang memakannya bersama roti yang terbuat dari tepung terigu ataupun biskuit, serta minuman seperti Pinot Gris, kering Riesling, semidry Riesling, Champagne, Chardonnay dan Shiraz. Produsen terbesar keju Edam adalah FrieslandCampina.

27. Keju Cheddar

Pada masa lalu, Inggris adalah satu-satunya tempat di mana keju Cheddar dibuat, tepatnya berasal dari desa Cheddar di Somerset. Namun, saat ini banyak negara di seluruh dunia yang memproduksi jenis keju ini, karena nama keju Cheddar tidak dilindungi hak paten. Karena saking populernya, di Indonesia nama Cheddar sering dianggap sebagai sebuah merek, padahal sejatinya ini termasuk salah satu jenis keju. Keju Cheddar merupakan keju yang paling banyak dibeli dan dimakan di dunia ini terbuat dari susu sapi. Ini termasuk keju keras yang memiliki tekstur yang sedikit rapuh jika sudah lama matang, dan jika masih muda, teksturnya halus. Seiring waktu, rasa yang tercipta akan lebih tajam, terutama setelah matang antara 9 sampai 24 bulan.

Joseph Harding, yang dinobatkan sebagai “bapak keju Cheddar” telah menemukan teknik modern untuk pembuatan keju yang kualitasnya ideal seperti keju asli asal desa Cheddar. Keju Cheddar memiliki fosfor dan kalsium yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan gigi dan tulang. Vitamin A yang baik untuk mana juga terkandung dalam keju ini. Selain itu cheddar mengandung protein yang baik untuk metabolisme dan pertumbuhan sel-sel tubuh. Kandungan lemaknya sekitar 9 gr dalam setiap 100 gr keju.

28. Keju Camembert

Keju Camembert dibuat dari susu yang tidak melalui proses pasteurisasi. Keju ini berasal dari Prancis di wilayah Normandia, Camembert. Penciptanya adalah Marie Harel yang membuat keju dari bahan susu mentah pada tahun 1791. Proses pembentukan keju Camembert dibantu oleh bakteri mesofiliki yang kemudian dicampur dengan rennet. Setelah mengental, adonan dimasak selama 48 jam sebelum terbentuk menjadi keju. Kulit keju ini berbunga putih disebabkan oleh jamur putih, yang disebut Penicillium candidum. Keju ini sebaiknya dinikmati di suhu yang lebih tinggi daripada suhu ruangan. Jadi bila keju baru keluar dari kulkas, diamkan dahulu selama setengah jam.

Dalam hal tekstur, keju yang mengandung lemak 45% ini hampir mirip dengan keju brie yang sama-sama lembut dan warna keju yang sama-sama putih. Perbedaannya, bagian dalam camembert sudah berbentuk krim walaupun belum melalui tahapan pemasakan. Keju ini terbaik jika dinikmati bersama dengan anggur merah ringan seperti Beaujolais, Chenin Blanc, St Emilion, St Estephe atau segelas Normandia.

29. Keju Brie

Brie diambil dari nama sebuah wilayah di Perancis yang merupakan tempat pertama pembuatan keju ini. Brie merupakan salah satu jenis keju yang populer di Prancis, bahkan sering disebut sebagai “The Queen of Cheese”. Beberapa ratus tahun yang lalu, Brie adalah salah satu upeti pajak yang harus dibayar untuk keluarga raja-raja Perancis. Kejunya berwarna putih, teksturnya bergelombang di bagian atas, namun halus dan terdapat lubang-lubang kecil di tengahnya. Keju ini dihasilkan dari susu mentah seutuhnya atau sebagian. Dimasak pada suhu 37 derajat celsius dan dikeringkan selama 18 jam. Jika dibiarkan hingga setahun, keju akan memiliki aroma yang tajam dan rasa yang lebih kuat. Di Perancis, keju yang akan meleleh jika dimasak ini biasanya dikonsumsi saat sarapan atau camilan saat bersantai di kafe. Untuk menikmati rasa penuh, Brie harus disajikan pada suhu kamar.

30. Accasciato

Dalam bahasa Italia, Accasciato bermakna ‘collapsed’ atau merosot. Ini adalah keju yang tergolong semi-keras dengan tekstur yang lembut, creamy, dan dibuat oleh peternakan sapi perah Casa Madaio di Cilento, Campania – Italia. Keju dibuat dengan menggumpalkan susu sapi dan kerbau lalu dikeringkan dan disimpan untuk proses pematangan selama 40-60 hari tergantung pada musim. Selama proses pematangan, keju berkembang menjadi lembut, warna kulit yang kuning pucat hingga putih, dengan buram di dalamnya. Keju memiliki aroma manis dan tekstur stabil.

Nah, demikianlah sederet jenis-jenis keju yang banyak dikonsumsi dan populer di berbagai penjuru dunia. Dalam penyimpanan keju, sebaiknya menghindari menyimpan keju di ruangan terbuka karena selain keju bisa dimakan oleh serangga, keju juga mudah sekali berjamur. Bila ingin menyimpan di dalam kulkas, sebaiknya simpan dengan perlindungan plastik agar tidak mengubah tekstur keju karena perubahan suhu yang tajam.

Tinggalkan komentar