245 Kata Kata Rindu Pacar, Lengkap dengan Pantun Kangen

Punya pacar tercinta yang sedang jauh berada, tentu tak dapat dielakkan lagi akan memunculkan perasaan rindu yang membara. Sering kali dirasakan satu hari tak bertemu, itu membangkitkan getar-getar rindu yang menggoda hati. Lalu, apa jadinya jika setahun atau dua tahun tak pernah bertemu dengan sang pacar pujaan hati? Tentu, bagi yang benar-benar mencintai, perasaan rindu itu akan menggerogoti atau membuat hati menjadi beku.

Nah, untuk mengobati perasaan rindu untuk kekasih anda yang sedang terpisah jarak dan waktu, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Komunikasi yang intens, yang diwarnai dengan romantisme, dapat menjadi jawaban untuk tetap memilihara hubungan kemesraan tersebut, apalagi yang tengah menjalani pacaran LDR (jarak jauh).

Kata Kata Rindu buat Pacar

Rangkaian kata kata rindu buat pacar berikut ini bisa membantu Anda dalam menghibur diri dan sang kekasih. Silakan disimak, dan semoga memberi inspirasi untuk merangkai kata kata kangen sama pacar.

Jika engkau bertanya padaku seberapa sering aku merindukanmu, mungkin engkau akan terkejut bahwa namamu selalu aku sebutkan setiap kali aku berdoa.

Aku merindukanmu dengan cara yang bahkan kata-kata tidak bisa mengerti.

Merindukanmu merupakan caraku untuk dapat menghiasi hatimu dengan seluruh kasih sayang dan doa harapan.

Aku mencintaimu dengan sederhana, dan merindukanmu dalam kesederhanaan.

Karena saking dalamnya, rindu ini akan tetap berbekas, meskipun setelah aku dan kamu bertemu.

Dalam kerinduan ini, aku hanya punya satu khayalan, bisa menjemputmu dalam dunia mimpi, lalu memelukmu di dunia realita.

Aku selalu memiliki percakapan larut malam dengan sang rembulan, dia bercerita tentang matahari dan aku bercerita tentang kamu.

Setiap doa yang aku panjatkan kepada Tuhan akan selalu terselip nama indahmu. Itulah cerminan betapa aku rindu padamu.

Menunggumu dalam kesabaran akan jauh lebih indah dari yang bisa diungkapkan. Menantimu dengan doaku akan jauh lebih rumit dari pada menjelaskannya.

Aku selalu mendapati diriku tersenyum ketika aku melamun tentang dirimu, dan itu menandakan bagaimana hebatnya rasa rinduku pada dirimu.

Jika engkau tahu, rasa rinduku padamu seperti sebuah lingkaran yang tak pernah berujung dan terus-menerus, karena di setiap sisi-sisinya ada lembaran – lembaran cinta yang melapisinya.

Aku tidak tahu apa namanya, antara jarak dan detik, tetapi aku selalu memikirkanmu dalam interval tersebut.

Aku tidak mengharapkan kamu juga mengalami rindu kepadaku, namun aku hanya ingin kamu tahu jika aku sangat rindu padamu

Aku selalu berusaha untuk bersenang-senang, namun semua itu tidak dapat menyembuhkan rasa rinduku padamu.

Kebersamaan akan menjadi momen yang paling berharga di saat hati kita dilanda kerinduan.

Mencintaimu, merindukanmu, memperhatikanmu, dan membahagiakanmu adalah hal-hal istimewa yang ingin selalu aku lakukan.

Dalam kerinduan ini, aku ibarat musim panas yang mengharapkan hujan.

Aku sangat merindukanmu sampai aku tidak bisa menahan perasaan bahwa setiap lagu yang kudengar adalah tentangmu.

Kerinduanku padamu membuatku ingin menjemputmu dalam mimpi, lalu memelukmu dalam kenyataan.

Aku sangat merindukanmu, dan itu membuatku selalu cemburu pada orang-orang yang bisa bertemu denganmu setiap hari.

Ketika berdoa, hanya satu yang menjadi hasratku untuk aku sampaikan kepada Tuhan, yakni tentang kerinduanku pada dirimu.

Aku mencintaimu melampaui bulan dan merindukanmu melewati bintang-bintang.

Aku merindukanmu karena sangat mustahil untuk dilupakan. Karena ketika aku merindumu, waktu akan terasa sangat lambat berputar.

Ketika bersamamu, satu jam terasa satu menit. Saat jauh darimu, satu hari seperti satu tahun.

Tatkala aku merindumu dengan penuh rasa, di situlah aku mengingat kenangan manis bersama denganmu.

Aku yakin pengetahuan dan pemahamanmu tentang kerinduanku amatlah dangkal, karena rasa rinduku lebih dari apa yang kau tahu.

Sungguh aneh aku memimpikanmu, bahkan ketika aku terjaga.

Aku rindu saat kita berjalan bersama dengan tujuan yang sama, saling mendukung, saling menghargai dan saling memahami.

Kebahagiaan yang berlimpah saat bersamamu, ternyata terhapus sekejap saja karena rasa rinduku yang dalam.

Saat ini kita memang terhalang oleh jarak dan juga waktu. Namun aku akan tetap yakin jika nanti kita akan bersatu.

Apa yang paling diinginkan oleh seseorang yang tengah dilanda rindu? Jawabannya adalah pertemuan di dunia nyata. Demikianlah perasaanku saat ini kepadamu.

Jika saja hatiku sedingin yang aku bayangkan, mungkin aku bisa melupakanmu.

Jarak memang menjadi pelajaran dan ujian, sedangkan saling percaya merupakan jawabannya.

Aku hanya ingin mendapatkan sedikit waktu untuk selalu bersamamu. Jika itu termasuk egois maka maafkan aku karena merindukanmu.

Bagaimana aku tak merindukanmu, bila setiap ku tutup mata selalu ada bayang wajahmu, dan kesan senyumanmu yang manis itu.

Tahukah engkau apa yang membuatku masih bertahan dalam ikatan cinta ini? Itu hanya karena kerinduanku yang dalam padamu.

Aku berharap engkau tahu bahwa engkau telah menjadi impian terakhir jiwaku.

Aku rindu berbincang dan bercanda denganmu. Tak penting apa yang dibicarakan dan dicandakan, sebab berada di sisimu adalah hal utamanya.

Hanya rasa rindu inilah yang membuatku bertahan dalam ikatan cinta kita.

Rasa rindu ini akan terasa semakin pahit, jika disaat terbangun, aku tidak menemukan apapun tentang kamu.

Jangan pernah berpikir, rasa cinta dan rinduku padamu hanya seumur hidupku. Itu lebih panjang, dan tak sesingkat usia manusia.

Rasa sesak karena merindukanmu adalah pengingat indah akan sukacita mencintaimu.

Sering kali rasa rindu ini sangat menyiksa batinku. Akan tetapi, di sisi lain dengan adanya rasa rindu ini aku semakin sadar jika aku sangat menyukai dan juga menyayangi kamu.

Jika hati ini tak mampu membendung segala kerinduan, apa daya tak ada yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu.

Bagaimana rasa rindu ini tidak datang, jika setiap menutup mata selalu ada bayangan wajah dan senyumanmu.

Mungkin jika kau rasa, rindu yang bersemayam di dalam hatiku terlihat aneh dan lucu. Ia akan membara tatkala jauh darimu, namun menjadi tak mampu berkata-kata saat berada dekat denganmu.

Dalam cinta sejati, jarak terkecil terlalu jauh, dan jarak terbesar bisa dijembatani.

Menjalani hari-hari tanpamu adalah hal yang paling aku benci. Karena waktu berjalan terlalu lambat dan menyisakan rindu yang terlalu berat.

Aku diam bukan berarti tidak rindu. Aku cuma tak ingin membangkitkan rasa yang membuat pilu.

Aku mencintaimu dengan hati yang utuh dalam rindu yang tak pernah jenuh, yang ku jatuhkan berkali-kali lewat air mata.

Cintaku indah ibarat bait-bait puisi yang elok, dan kutuliskan pada lembaran-lembaran kertas kerinduan.

Engkau tidak tahu betapa sulitnya memaksakan diri untuk berhenti memikirkanmu.

Mungkin hanya aku yang merindukanmu, meneteskan air mata dan berharap bertemu secepatnya.

Merindukanmu adalah cara hatiku untuk mengingatkanku bahwa aku mencintaimu.

Apa kabar cintaku di sana? Di sini aku Menikmati langit senja bersama rindu yang semakin membiru.

Ketika rinduku kian hari kian bertambah, aku hanya bisa terdiam karena tak mampu untuk menguranginya.

Aku hanya ingin kamu tahu bahwa kamu tertinggal di sini.

Rinduku kian membumbung tinggi. Aku harap tak lepas dari dekapan hati. Karena itu bisa menyebabkan patah hati.

Tanganku mungkin tak selalu memegangmu, tapi percayalah hatiku akan selalu memelukmu.

Aku sangat merindukanmu dan aku hanya ingin 3 hal di dunia ini: melihatmu, memelukmu, dan menciummu.

Bila kau ingin ukur seberapa besar rasa rinduku padamu, maka kau dapat mencarinya dengan perkalian antara jarak dan cinta. Jarak yang melebar membuat cintaku semakin besar.

Merindukanmu bisa berubah dari rasa sakit menjadi kesenangan, jika aku tahu kau juga merindukanku.

Untuk cintaku yang ada di sana, jangan pernah berpikir jika aku akan meninggalkanmu, karena cinta, kasih sayang dan rindu ini hanya untukmu.

Meskipun jarak menjadi penghalang kita, namun hati kita berdua selalu dekat, tak berbatas jarak dan waktu.

Terkadang aku berpikir bahwa aku mencintaimu, dan di lain waktu aku berpikir bahwa aku membencimu. Tapi tidak ada satu hari pun berlalu dimana aku tidak merindukanmu.

Ketika hatimu tiada tanggap, maka pikiranku kian tersesat, terbentur dalam ruang sunyi yang senyap, dan terkurung dalam kerinduan yang pengap.

Selamat tinggal tidak menyakitkan kecuali Engkau tidak akan pernah menyapaku lagi.

Jarak dalam cinta menghasilkan rindu. Ibarat spasi pada tulisan, seperti jeda saat menyeruput kopi hangat. Nikmati saja apa adanya!!

Aku akhirnya tahu apa itu cinta, setelah aku selalu merindukanmu.

Merindukanmu ibarat hujan lebat di musim kemarau. Meskipun menghasilkan pelangi yang indah, namun tak dapat ku peluk erat.

Gubahan lirik dan nada indah tak akan memiliki makna bila tak didendangkan. Demikian juga kerinduanku yang tak bertuan.

Aku tidak bisa menutup mata tanpa hadirnya dirimu di dalam mimpiku.

Oleh-oleh yang paling indah untuk hati yang rindu adalah kehadiran yang tepat waktu.

Aku sangat merindukanmu sehingga aku hanya bisa berharap bahwa kamu akan kembali padaku seperti ombak yang kembali ke pantai.

Obat yang paling mujarab untuk rasa rindu yang memuncak adalah kehadiran suara dan raga yang nyata.

Rindu yang terpisah jarak dan waktu, cinta yang terbungkus sebagai hubungan jarak jauh akan tetap lestari dengan rasa saling percaya.

Ketika aku menutup mata, aku melihat dirimu. Saat aku membuka mata, aku merindukanmu.

Tidur adalah obat bagi sekian banyak persoalan termasuk rindu. Namun obat rindu ini hanya bertahan sekejap saja.

Rindu tak selamanya berakhir pada sebuah pertemuan. Ada kalanya rindu juga butuh pengertian.

Dadaku sesak oleh rindu yang terus menggerutu karena tak kunjung bertemu dan menyatu.

Ketika aku merindu, semua otot dan sarafku seperti tak bertuan, hanya dikontrol oleh bayang wajahmu.

Anda bisa sangat mencintai seseorang, tetapi Anda tidak pernah bisa mencintai orang sebanyak Anda merindukannya.

Aku sangat merindukanmu di malam hari sehingga aku sering memeluk bantal di tempat tidur, berpura-pura bahwa itu adalah kamu.

Bulir hujan membasuh rindu yang tak mungkin lagi untuk menunggu, mengubah segala asa menjadi abu.

Sarapan di pagi hari untukku adalah semangkuk kerinduan. Dan selimut di malam-malamku adalah selembar kenangan.

Ketika berbicara tentang rindu, aku mengingat dirimu. Saat aku mengingat kamu, aku berucap rindu. Keduanya seperti menjadi kesatuan.

Aku berharap engkau ada di sini, atau aku ada di sana, atau kita bersama di mana saja.

Saat ini aku sedang merindukan untuk pulang ke rumah. Dan rumah itu adalah kamu.

Waktu yang dilalui secara terpisah ternyata lebih bermakna untuk cinta daripada waktu yang dihabiskan saat bersama.

Aku sangat mencintai dan merindukanmu, bahkan ketika dirimu tertidur di ranjang yang sama denganku.

Mungkin hanya Tuhan, Sang Pemilik Hati, yang mampu menjabarkan kerinduanku yang dalam.

Jarak seharusnya tidak masalah karena pada akhirnya kita semua berada di bawah langit yang sama.

Ketika aku merindukanmu, yang ingin aku lakukan hanyalah memelukmu dan menciummu.

Rindu itu sederhana. Aku dan kamu, tidak kunjung bertemu. Aku benci kalau aku merindukanmu dan tidak ada yang bisa kulakukan untuk itu.

Mengingatmu adalah sesuatu yang mudah karena aku melakukannya setiap hari. Tapi merindukanmu adalah sesuatu yang menyesakkan dan tidak akan pernah hilang.

Tahukah engkau, apa yang menjadi tugas besarku saat ini? Dalam hidupku, aku hanya tahu satu tugas besar, dan tugas itu adalah untuk mencintai dan menjagamu.

Engkau dekat, meskipun aku tidak melihatmu. Engkau tetap bersamaku, meskipun engkau jauh. Karena engkau ada di hatiku, di dalam pikiranku, dan di hidupku selalu.

Pikiran ini gagal membendung bayang wajahmu, hingga akhirnya jatuh tergenang di dalam hati. Dan itu yang aku sebut sebagai kerinduan.

Senja telah turun berlalu, meninggalkan setumpuk rindu, membangkitkan rasa untuk bertemu untuk obati hatiku yang kian pilu.

Alasan hujan turun di malam kemarin adalah untuk menyirami hatiku yang merindu padamu.

Pagi ditemani secangkir kopi panas, wajahmu selalu terbayang di mataku. Hingga kopi habis pun, rindu ini kerap tak terlepas dari hatiku.

Aku merasa bahwa sebagian besar hatiku berkelana ke mana pun engkau pergi. Itu karena aku sangat merindukanmu!

Mencintaimu adalah hal termudah yang pernah aku lakukan, dan merindukanmu adalah hal tersulit yang pernah kuhadapi.

Rindu mengajari kita tentang jarak bukanlah masalah. Sebab yang terpenting adalah hati kita. Untuk saling membantu perasaan masing – masing.

Cintaku padamu sangat kuat, itu seperti Bumi yang merindukan Matahari di malam hari.

Cinta jarak jauh alias LDR (long distance relationship) senantiasa menjadi ujian dan membentuk kerinduan yang utuh.

Menghitung detik sampai kita bersama lagi ternyata tidak menyembuhkan kesepian di hati. Aku sangat merindukanmu sayang.

Yang menakutkan tentang jarak adalah aku tidak tahu apakah Engkau merindukanku atau apakah Engkau perlahan-lahan mulai melupakanku. Yang aku tahu aku merindukanmu.

Matahari sudah lama tenggelam dan bayangmu masih saja terekam. Entah sampai kapan rindu ini terpendam.

Hatiku tidak pernah tahu tentang arti kesepian sampai kamu akhirnya tak di sisiku.

Apa persamaan cinta dan rinduku dengan e-KTP? Cinta dan rasa rinduku padamu ibarat KTP elektronik yang berlaku sekali seumur hidup.

Cintamu seperti udara. Aku tidak akan pernah berhenti menginginkan lebih dan lebih lagi, tetapi aku tidak dapat menyentuhnya, karena Engkau pergi dan aku sangat merindukanmu.

Setiap orang ketagihan akan sesuatu. Tak dielakkan lagi aku ketagihan bertemu denganmu. Karena jiwaku akan sakau bila jauh darimu.

Luka dan rindu sama sama membuat hati pilu membiru. Namun luka bisa sembuh seiring waktu menjauh, sementara rindu kian kambuh bila terus menjauh.

Sehabis senja, rinduku menjelma pada bintang-bintang yang bertebaran. Dan aku adalah malam sepi yang menjadi pemiliknya.

Aku merindukan suaramu yang semerdu simphony; senyumanmu yang seindah pelangi; aromamu yang seharum melati; pelukanmu yang sehangat mentari; dan merindukan ciumanmu yang selembut permadani.

Aku sangat merindukanmu, meskipun kamu tidak pernah meninggalkan pikiran dan mimpiku.

Rindu tak akan pernah jemu, menyibak candu, membuat malam semakin biru, dan itu semua karena kamu.

Ketika kita bersama, satu jam bisa dengan mudah terasa seperti sedetik. Tetapi ketika kita terpisah, sehari bisa terasa seperti bertahun-tahun.

Aku tidak pernah merindukan siapa pun dalam hidupku seperti aku merindukanmu.

Kemanakah cintaku akan berlabuh? Rinduku ini tak bertuan, sebab engkau tak pernah memberiku alamat cinta yang pasti.

Mari kita berjanji satu sama lain untuk tidak pernah mengucapkan selamat tinggal. Mari kita berjanji bahwa kita akan selalu bersama bahkan ketika raga kita tidak bersama.

Mentari pagi kian terik, namun tak mampu menguapkan semua rinduku, hanya menambah rasa lelah yang kian menyesakkan penantianku. Itu semua karena cintamu.

Menemuimu di dalam mimpi adalah caraku mengikis rindu yang kian membeku.

Aku akan sabar dengan jarak dan kejauhan, tapi bukan rindu yang menggerimis berjatuhan.

Senja menjadi teman setiaku untuk membasuh hatiku yang rindu. Ketika malam tiba, hati diselimuti kesunyian akan cintamu.

Matahari di sini terbenam luar biasa indahnya, tetapi hatiku sakit karena aku tidak bisa membaginya dengan kamu.

Coba kamu lihat hujan di luar sana, di setiap tetesan air yang jatuh ada rindu yang ingin aku tumpahkan untukmu.

Aku bukan orang yang pandai merangkai kata-kata, tetapi rindu yang aku rangkai selalu saja membentuk bayangan dirimu.

Detik rindu kini berputar kembali setelah sekian lama membeku dalam palung hati. Derai hujan perlahan membuka kembali jejak perjalanan diri.

Seberapa banyak aku merindukanmu? Engkau akan mengetahuinya ketika hujan turun. Tetesan rintik-rintik hujan itulah yang menjadi penanda jumlah cintaku padamu.

Aku berdoa untuk hari kita bersama lagi karena setiap saat tanpa dirimu adalah sakit hati.

Tidak ada cukup kata dalam kamus untuk menggambarkan betapa aku merindukanmu dan mengharapkanmu.

Rinduku resah sendiri, menghiasi embun pagi, berharap menemukan wajahmu di antara bayang mentari.

Bahkan pantai mampu membisikkan namamu walau tanpa kata dan sore selalu tampak tersenyum entah membentuk wajahmu atau mungkin hanya imajinasiku.

Tidurlah engkau dalam mimpi yang indah. Jangan engkau risaukan hatiku di sini, karena masalah rindu biar aku saja yang tangani.

Aku rindu bangun di sebelahmu dan menatap matamu, sementara matahari bersinar melalui tirai.

Aku mencintaimu tanpa karena, tanpa tetapi, tanpa terpaksa, dan tanpa tergesa. Aku mencintaimu sebab memang aku mencintaimu dan harus kamu tahu rindu ini sangat menggebu gebu.

Seseorang bertanya padaku apakah aku merindukanmu. Aku tidak menjawab. Aku hanya menutup mata dan berjalan pergi, lalu berbisik ‘sangat banyak’.

Banyak hal yang harus aku selesaikan, termasuk rasa rindu yang tak berkesudahan.

Cahaya matahari menyibak pagi. Aku masih sendiri meresah dalam kerinduan. Berharap agar wajahmu muncul di balik bayang-bayang dedaunan itu.

Tidak peduli berapa banyak lautan yang ada di dunia, aku akan selalu melakukan perjalanan kembali pulang ke sisimu.

Aku mungkin tidak selalu menunjukkan atau memberi tahumu, tetapi aku merindukanmu seperti orang gila ketika Engkau tidak di sini.

Jauh di lubuk hatiku yang paling sunyi, rindu ini menjelma sepi paling senyap di ruang paling pribadi, namamu benar benar tak terganti.

Ingin ku tampung segala resah agar tak mudah tumpah di ruang rindu, semua kulakukan agar kesedihan tak pernah tampak di wajahku.

Hari-hariku dipenuhi kesibukan untuk ku selesaikan. Namun yang paling utama, dan tak pernah berhasil aku tuntaskan adalah rasa rinduku padamu.

Ketika aku merindukanmu, kadang-kadang aku mendengarkan musik atau melihat fotomu, bukan untuk mengingatkanku padamu, tetapi untuk membuatku merasa seolah-olah kamu bersamaku. Itu membuatku lupa jarak yang memisahkan kita.

Tak banyak cinta yang hilang, hanya saja bayang kerinduan masih sama, serupa paras indahmu yang terlihat samar.

Ketika rinduku terhempas kehampaan, secangkir kopi pagi, desah embun, dan debur ombak seakan berubah menjadi bait-bait puisi kenestapaan.

Biarkan waktu yang membuatku lelah dengan sendirinya karena merindukanmu.

Tahukah engkau, apa perbedaan dirimu dengan rumus fisika? Kalau rumus fisika susah diingat, kalau kamu susah dilupakan.

Bagiku, semua hari adalah malam gelap untuk dilihat, sampai saat aku melihatmu. Dan malam hari akan tampak cerah ketika mimpi tidurku menhadirkan bayangmu.

Selain kata “I Love You”, kata sakti yang bisa bangkitkan semangat bagi para pecinta adalah “I Miss You”.

Atas nama kangen aku butuh kahadiran dirimu di sampingku, meskipun itu hanya lewat mimpi.

Aku hanya berpura-pura mengacuhkanmu dan mengabaikanmu. Namun dalam hati kecilku. Aku sungguh-sungguh merindukanmu.

Bersamamu adalah mimpi hidupku. Aku hanya ingin bersamamu pada dua waktu: saat ini dan selamanya!

Ketika aku merindukanmu, aku tidak perlu pergi jauh untuk menemuimu. Aku hanya perlu melihat ke dalam hatiku karena di situlah aku akan menemukanmu.

Tetesan air mataku ini adalah wujud kerinduanku. Kapankah engkau menyekanya?

Ini bukan tentang logika karena rindu adalah rasa. Kadang bergejolak meski kita tak meminta.

Pikiranku penuh dengan pikiranmu. Apakah itu menunjukkan betapa aku merindukanmu?

Di dalam relung kalbu, aku sangat merindukanmu, meskipun aku malu mengungkapkannya, dan akhirnya hanya berpura-pura untuk tak hirau denganmu.

Aku merindukanmu lebih dari langit malam yang merindukan sang surya.

Aku telah mengumpulkan kata kata untuk ku susun menjadi kata mutiara. Namun yang terangkai ternyata menjadi kata kata rindu.

Wahai rindu, tinggallah bersamaku semaumu. Pergilah sesukamu, aku tak berdaya mengendalikan dirimu.

Merindukanmu rasanya seperti suatu perjalanan yang berangkat tanpa tujuan. Sebab kau tak pernah memberiku alamat dengan kepastian.

Memang berat rasanya ketika masalah datang bertubi-tubi. Namun, aku bersedia menghadapi masalah seberat apapun, asalkan itu bukan kehilangan kamu.

Pohon sunyi tanpa burung, Hatiku sunyi tanpa kamu.

Aku akan memohon kepada allah untuk berjumpa denganmu dua kali. Sekali di dunia ini dan sekali lagi di taman surgawi.

Jika kamu ingin tahu berapa banyak aku merindukanmu, cobalah untuk menangkap tetesan air hujan. Yang bisa kamu tangkap, itu menunjukkan seberapa banyak kamu merindukanku, sedangkan tetesan hujan yang tidak berhasil kamu tangkap, itulah jumlah aku merindukanmu.

Aku tak takut mengakui aku merindukanmu
Aku tahu diriku memang bukan insan sempurna
Tapi aku akan perlakukanmu secara sempurna

Hari-hariku yang jauh darimu membuat cinta berkurang sedikit, tapi bertambah banyak. Rinduku pun semakin sedikit. Sedikit berlebihan maksudnya!

Aku sangat merindukanmu, tak terduga, tak masuk akal, dan sangat.

Merindukanmu hanyalah bagian dari mencintaimu. Jika kita tidak pernah berpisah, maka aku tidak akan pernah tahu seberapa kuat cintaku padamu.

Andai kamu ada di sini sekarang , mungkin aku akan memelukmu dan berkata “Aku merindukanmu”.

Meski kau tak pernah merindukanku, tapi aku selalu meluangkan waktuku tuk merindukanmu.

Jika engkau cermati, setiap sesuatu ada bagian-bagiannya. Setahun ada 12 bulan, sebulan ada 30 hari. Namun cintaku tak terbagi dan hanya ada kamu seorang sepanjang hidupku.

Pelukan untukmu berarti aku membutuhkanmu. Ciuman untukmu berarti aku mencintaimu. Panggilan untukmu berarti aku merindukanmu.

Saat ini aku butuh pelukanmu untuk menenangkanku, sebab hatiku sedang menangis karena merindukanmu.

Aku sangat merindukanmu hingga aku ingin melemparimu dengan batu untuk menunjukkan betapa sakitnya kerinduan itu.

Semut-semut di sini ikut berbaris, membantuku merangkai rindu padamu.

Aku memikirkanmu terlalu banyak, dan terlalu sering. Seandainya saja sebuah bintang akan jatuh saat aku mengingat dirimu, maka rembulan pasti akan protes karena kelak bersinar sendiri di angkasa malam.

Jika aku tahu aku akan sangat merindukanmu, aku pasti tidak akan mencintaimu.

Orang-orang sering mengatakan bahwa waktu dapat menyembuhkan semua luka. Tetapi waktu ternyata hanya memberiku kesempatan untuk lebih merindukanmu.

Hari-hari yang aku lalui jauh darimu adalah masa-masa yang tidak layak untuk dijalani.

Aku tidak yakin apa yang lebih buruk: merindukanmu, atau berpura-pura tidak.

Jika rindu itu bisa diukur dengan timbangan, maka aku berani bertaruh jika cinta dan rinduku lebih berat dari apa yang ada di hatimu.

Merindukanmu adalah keadaan pikiran yang kucintai dan juga kubenci. Benci, karena kamu tidak ada di sini. Cinta, karena itu mengingatkanku pada semua kenangan romantis kita.

Terkadang aku mencintaimu, terkadang aku membencimu, tetapi tidak ada hari yang berlalu tanpa aku merindukanmu.

Setiap kali aku merasa sedih karena aku sangat merindukanmu, aku mengingatkan diriku bahwa aku beruntung mengenalmu sejak awal.

Adakalanya menutup mata bukan berarti tidur, tapi untuk meredakan rindu walau sesaat.

Jika engkau melihat hari-hari terus berlalu, dan tanggal-tanggal selalu berganti, maka engkau akan mengerti bahwa hanya rindu dan cintaku yang tak tergantikan untukmu.

Engkau adalah cahaya hidupku dan membuatku melewati kegelapan. Aku sangat merindukanmu!

Merindukanmu dan tidak bisa membawamu ke sini bersamaku adalah perasaan terburuk.

Aku sangat merindukanmu sampai aku tidak bisa menahan perasaan bahwa setiap lagu yang kudengar adalah tentangmu.

Aku tahu aku mencintaimu karena aku merindukanmu bahkan ketika kamu berada di kamar sebelah.

Karena saking sayang dan rindunya hatiku padamu, maka ketika ada seseorang yang bertanya, aku hanya mampu menangis dan tersedu.

Dirimu mungkin keluar dari pandanganku, tetapi tidak pernah keluar dari pikiranku. Saya Merindukanmu!

Satu-satunya hal yang bisa kulakukan ketika aku merindukanmu adalah melihat fotomu dan tersenyum.

Jangan pernah pertanyakan rinduku padamu. Itulah keajaiban yang Tuhan titipkan pada bunga cintaku.

Meskipun aku menghabiskan sepanjang hari bersamamu, aku akan tetap merindukanmu begitu kamu pergi.

Apa hubungan dirimu dan arahku? Ke mana pun aku pergi, aku selalu tahu jalan kembali padamu, karena engkau adalah bintang kompasku.

Hanya dengan mendengarkan detak jantungmu, aku akan bisa tertidur lelap. I miss you!

Merindukanmu adalah sesuatu yang datang bergelombang. Dan malam ini aku hanya larut tenggelam.

Aku akan berhenti merindukanmu ketika kita bersama lagi.

Mengapa begitu sulit bagiku untuk mengakui betapa aku sangat merindukanmu saat ini?

Tahukah engkau apa yang menjadi sumber kebahagiaanku? Hanya ada satu kebahagiaan dalam hidupku ini, yaitu bisa mencintai dan dicintai olehmu.

Jika setiap kali aku merindukanmu, dan sebuah bintang akan jatuh dari langit, maka itu semua salahmu manakala langit tak lagi berbintang. Kaulah yang membuatku terlalu merindukanmu!

Merindukanmu adalah cara hatiku untuk mengingatkan aku bahwa aku mencintaimu. Merindukanmu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Aku merindukanmu seperti matahari merindukan bintang-bintang setiap pagi. Aku merindukanmu saat aku bernafas.

Ketika aku sadar, bahwa aku hanya bisa merindukanmu dalam diam, memperhatikanmu dalam diam, hingga akhirnya diam-diam aku terluka dan kecewa.

Tahukah arti dirimu bagiku? Bagi dunia, dirimu adalah seseorang. Namun bagiku, engkau adalah dunia segala-galanya.

Hal paling mengerikan tentang merindukanmu adalah aku akan semakin merindukanmu ketika aku mencoba untuk berhenti merindukanmu. Miss you, sayang.

Aku sangat merindukanmu sehingga aku hanya bisa berharap bahwa kamu akan kembali padaku seperti ombak yang kembali ke pantai.

Merindukanmu hanyalah bagian dari cinta. Jika kita tidak pernah dipaksa untuk berpisah, aku tidak akan pernah bisa menyadari betapa aku mencintaimu.

Aku mencoba untuk tidak merindukanmu, aku mencoba untuk melepaskan, tetapi pada akhirnya, Kamu selalu ada di pikiranku.

Mungkinkah aku akan meninggalkan cintamu? Hanya ada satu alasan untuk meninggalkanmu, yaitu ketika umurku tersisa satu detik lagi.

Bahkan taman bunga paling berwarna pun tampak seperti kuburan saat aku jauh darimu.

Tidak peduli sudah berapa lama, ada kalanya tiba-tiba menjadi lebih sulit untuk bernafas.

Jarak memberi kita alasan untuk mencintai lebih keras.

Khayalan untuk bersamamu adalah apa yang memberiku kekuatan untuk melanjutkan hari demi hari.

Kumpulan Pantun Rindu

Daun salam dioles madu
Tertata rapi di atas kayu
Ingin hati ungkapkan rindu
Namun bisu bibirku beku

Betapa bening warna embun
Hiasi teratai berdaun bersih
Dalam hening diriku melamun
Merindu belai dirimu kekasih

Rumah besar dalamnya sepi
Hanya membisik saat sendiri
Rindu membara bagaikan api
Mengharap kasih yang jauh pergi

Kolam bukan sembarang kolam
Kolam bening tempat peraduan
Malam bukan sembarang malam
Malam penuh dengan kerinduan

Sudah tua tumbuh gigi
Copot satu terkena dadu
Sekian lama dirimu pergi
Mengapa diri menjadi rindu

Ke Halaman Berikutnya >>

Tinggalkan komentar