10 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Tidur Larut Malam

Mengapa beberapa anak memiliki kebiasaan tidur larut malam? Apa dampak buruknya, dan bagaimana cara mengatasinya? Kadang beberapa orang tua akan membiarkan anaknya tidur larut malam ketika besoknya adalah hari libur. Namun tahukah Anda jika itu akan menjadi awal untuk anak-anak kita memiliki kebiasaan tidur malam yang tidak teratur? Menurut sebuah penelitian jika anak memiliki kebiasaan tidur yang tidak teratur akan dapat mempengaruhi kinerja otak mereka.

Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof Amanda Sacker University College London juga menyatakan, anak-anak dengan jadwal tidur yang tidak teratur biasanya merefleksikan keadaan keluarga yang kacau. Jadwal tidur yang tidak teratur itu akan berdampak pada kemampuan kognitif anak.

Penemuan mengenai kebiasaan tidur dan kemampuan otak anak-anak ini berasal dari studi di Inggris yang melibatkan lebih dari 11.000 anak-anak yang berusia tujuh tahun.

Anak-anak yang tidak memiliki kebiasaan tidur yang teratur atau yang tidur diatas jam 21.00 memiliki skor yang rendah dalam membaca dan matematika. Kurang tidur kemungkinan akan mengganggu ritme tubuh dan menghambat otak untuk mempelajari informasi baru, seperti yang ditulis dalam penelitian tersebut.

Jika kita melihat kebiasaan di Indonesia, pada jam 10 malam masih banyak anak kecil yang malang melintang (berjalan-jalan) di mal dengan orang tua meski besoknya bukanlah hari libur. Bila dibandingkan dengan luar negeri, biasanya anak-anak sudah tertidur sejak jam 7.00 – 20.00 WIB. Mungkin agak berbeda dengan kita, karena ketika kita ingin tidur jam 9.00 WIB, mungkin akan terasa canggung dan sedikit aneh. Karena tidak terbiasa.

Sebenarnya tidur adalah persyaratan penting bagi seorang anak, meski mereka sendiri menyangkalnya. Ya, masing-masing anak mungkin akan menahannya dan tidak mau tidur. Tapi sebagai orang tua, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan tentang tidur dan waktu rutin yang perlu ditetapkan untuk mereka.

Dampak Negatif Tidur Larut Malam

Menurut studi sains, berikut beberapa alasan yang mendukung tindakan orang tua untuk memelihara kebiasaan anak tidur secara rutin serta lebih awal setiap harinya.

a. Resiko Obesitas

Melalui Journal of Pediatrics , ada bukti bahwa anak-anak pra-sekolah dini cenderung mengalami obesitas saat mencapai usia remaja. Padahal, kemungkinan anak-anak obesitas diperkirakan akan 50% lebih tinggi untuk anak yang tidurnya telat (larut malam).

Menurut Sarah Anderson, kepala penelitian dalam penelitian ini, ada dua alasan utama mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama-tama, anak yang tidur nyenyak biasanya kurang tidur. Bila kurang tidur, terjadi perubahan hormon yang mengatur rasa dan metabolisme tubuh.

Kedua, anak-anak yang terlambat tidur lebih cenderung mengonsumsi makanan ringan, terutama saat mereka menonton televisi mengiklankan berbagai makanan. Oleh karena itu, rutinitas tidur dini ini merupakan faktor penting dalam memastikan kesehatan jangka panjang.

b. Hiperaktif, Mudah Mengamuk

Tahukah Anda bahwa anak-anak yang mengantuk tidak menunjukkan tanda-tanda kantuk seperti orang dewasa. Di sisi lain, mereka bisa menunjukkan gejala hiperaktif atau ADHD, terutama saat mereka tidur telat. Seperti yang dijelaskan oleh National Sleep Foundation , ini semua terjadi karena si kecil sudah terlalu lelah.

Menurut situs sleep.org , mungkin ada orang yang mengira anak-anak yang sedang tidur ini masih akan cukup tidur jika terlambat bangun tidur. Tapi jika diperhatikan, anak kecil lebih suka bangun pagi bahkan jika mereka tidur telat. Jadi, belum tentu cara ini akan membantu anak mendapatkan cukup tidur, bahkan bisa menyebabkan anak menjadi ‘moody’ dan mudah marah saat bangun tidur.

c. Kurangnya Kualitas Tidur

Rutinitas yang konsisten dan waktu tidur dini membantu memberi anak rasa aman. Waktu yang konsisten ini juga memberi isyarat kepada pikiran dan tubuh agar siap tidur. Secara tidak langsung, mereka akan lebih mudah. Saat mereka tidur inilah produksi hormon melatonin yang akan diproduksi secara alami, di mana hal itu membantu anak merasa lebih tenang. Jika proses ini terganggu, mereka cenderung kurang tidur yang berkualita

d. Mempengaruhi Kecerdasan Otak

Sudah di jelaskan di atas, bahwa tidur dan kualitas yang cukup penting untuk memperbaiki tubuh dan pikiran seseorang, termasuk anak kecil. Dalam sebuah eksperimen yang dilaporkan oleh Journal of Pediatric Psychology, 32 anak berusia 8 sampai 12 tahun diarahkan untuk tidur 1 jam lebih awal dan 1 jam kemudian dari biasanya.

Setelah seminggu, kinerja mereka dalam matematika, memori, dan emosi akan dievaluasi. Akibatnya, ketika mereka tidur lebih dari satu jam, gangguan terjadi pada tes.

e. Bentuk Siklus Negatif

Siklus negatif bisa terbentuk saat anak kurang tidur. Anak berisiko terkena masalah depresi dan kecemasan. Serta timbul gejala: anak emosional, mudah lelah, sering mual, sering khawatir berlebihan, dan anak merasa sedih. Dikhawatirkan mungkin rasa ketakutan bersarang di dalam pikirannya. Saat mereka depresi, mereka akan memiliki masalah dalam mengatur emosi, stres, dan kesusahan. Semua gejala ini akan menyulitkan mereka untuk tidur keesokan harinya, dan seterusnya.

Seorang ahli meninjau kembali, anak yang mengantuk ini biasanya terlalu mengantuk dan akan tertidur tanpa rutinitas yang tepat. Ini berarti mereka tidak memiliki kesempatan untuk melatih diri untuk tidur sendiri. Alhasil, jika mereka terbangun di tengah malam, anak ini tidak pandai tertidur kembali tanpa bantuan orang tua. Hal ini karena beberapa anak selalu terbangun dan merengek pada malam hari.

Sebelum Anda mencari cara untuk mengatasi anak susah tidur saat malam (tidurnya terlalu malam), ada baiknya jika Anda mengetahui apa yang menyebabkan anak susah tidur. Biasanya inilah beberapa faktor yang menyebabkan anak susah tidur (tidur terlalu malam).

Penyebab anak tidur larut malam:

  • Anak-anak yang awalnya sesekali saja tidur larut malam. Tetapi jika orangtua tidak membantu mengatasi masalahnya dan malah membiarkannya, lama-kelamaan pola tidur anak bergeser. Jam biologisnya pun lama-kelamaan akan mengikuti pola tidur larut malamnya.
  • Anak belum mengantuk, dirinya masih ingin bermain atau melakukan suatu kegiatan bersama orangtua.
  • Anak bisa juga tidak mengantuk karena terlalu lama tidur siang.
  • Ada kekhawatiran anak berpisah dengan orangtua (anak takut sendirian). Anak mungkin merasa bahwa tidur bukanlah aktivitas yang menyenangkan, dimana ada kecemasan pada anak saat ditinggal orangtuanya.
  • Ada tekanan emosi yang tak terungkap pada anak. Seperti: anak yang merasa kurangnya perhatian orangtuanya.
  • Anak berharap kedatangan orangtuanya dari kantor, sehingga berusaha menahan kantuknya.

Kebiasaan tidur larut malam tidak hanya akan berdampak tidak baik buat kesehatan anak, begitu pun untuk orang tuanya sendiri. Kebiasaan anak yang tidurnya beraturan (terlalu malam) akan membuat anak menjadi mudah lelah secara fisik karena kurang tidur. Secara psikologis, ia jadi malas melakukan sesuatu, kurang bersemangat, mungkin mudah rewel, lekas marah, dan anak akan sulit untuk bangun pagi, ini akan menjadi kendala saat ia masuk sekolah nanti.

Tidak hanya itu, kita sebagai orangtua pun akan terkena juga dampaknya. Waktu untuk beristirahat yang dibutuhkan setelah bekerja keras sepanjang hari, otomatis akan terganggu dengan pola tidur anak yang kacau. Waktu tidur akan berkurang karena harus menemaninya. Sudah pasti itu juga akan memengaruhi kondisi emosi kita sebagai orang tua . Rasa lelah dan letih sehabis bekerja akan membuat orangtua tidak sabar, gampang marah, dan anak juga yang akan menjadi sasaran kemarahan.

Jika gangguan tidur ini dibiarkan begitu saja, maka dampaknya bisa terus berlanjut di usia berikutnya. Tentu itu akan menjadi masalah nantinya, untuk itu kita sebagai orang tua harus bisa mencari solusi yang efektif untuk menanganinya. Berikut akan kami berikan beberapa cara untuk mengatasi anak yang susah tidur (tidurnya larut malam).

Cara Mengatasi Anak Susah Tidur di Malam Hari

Apakah anda merupakan salah satu orang tua yang memiliki putra/putri yang susah untuk tidur lebih awal? Nah, beberapa poin berikut bisa menjadi solusinya.

1). Mulai mengatur jadwal tidur ke waktu normal (secara perlahan)

Apabila anak selama ini sudah terbiasa tidur larut malam, seperti jam 11 malam, maka yang perlu dilakukan adalah melakukan penjadwalan ulang secara bertahap. Tapi ingat! Caranya tidak boleh instan (harus segera), akan tetapi dilakukan secara perlahan. Misalnya, setiap 3 hari sekali, majukan jam tidurnya 15 menit lebih awal. Anda perlu konsisten, melakukan terus secara bertahap sampai akhirnya anak terbiasa tidur mulai jam 8-9 malam. Waktu tidur yang paling baik adalah tidak melewati jam 9 malam. Hal ini agar tidur dapat berkualitas, sehingga saat bangun sang anak menjadi fresh dan segar badannya.

2). Pisahkan lingkungan bermain / hiburan dari kamar tidur

Sebagai orang tua Anda harus mencari tau kenapa anak tidak tidur. Jika itu karena adanya hiburan yang Anda sediakan di kamarnya seperti TV, game, gadget dan sebagainya, maka sudah seharusnya Anda melakukan sedikit perubahan (memindahkan alat-alat tersebut). Karena itu dapat menghambat proses tidur anak yang baik. Kita sebagai orang tua perlu mengusahakan agar menghilangkan segala macam yang dapat mengganggu tidur anak di kamarnya.

3). Beberapa ritual sebelum tidur

Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan terhadap anak menjelang 1-2 jam sebelum waktu tidurnya tiba. Misalnya, gosok gigi, cuci kaki, ganti baju tidur, membacakan dongeng, dinyanyiin mungkin. Kalau bisa, biasakan anak berwudhu sebelum tidur.

Setelah itu, baru meredupkan lampu (matikan lampu jika anak tidak merasa ketakutan), hal ini agar tidur sang anak bisa lebih nyenyak, nyaman dan berkualitas. Dengan melakukan beberapa hal tersebut, sangat membantu untuk mengatasi anak yang susah tidur, menjadi lebih cepat tidur.

4. Orang tua sepulang kerja, hindari kebiasaan membangunkan anak yang sudah tidur malam

Sebagai orang tua sudah pasti kita akan merasa rindu kepada anak-anak karena seharian kita tinggal untuk bekerja. Mungkin karena itu ada sebagian orang tua yang membangunkan anaknya sehabis pulang kerja. Walaupun Anda berniat baik, namun nyatanya itu kurang baik untuk di lakukan. Karena kebutuhan tidur yang cukup dan berkualitas sangatlah penting bagi sang anak. Karena selama tidur terjadi proses penting pada tubuh, seperti proses metabolisme tubuh. Sehingga menjadi sebuah kesalahan jika membangunkan anak yang sudah tidur di malam hari. Walaupun orang tua merasa sangat kangen sekalipun.

Membangunkan anak seperti itu, juga akan merusak jam tidur anak, yang membuat resiko anak mengalami tidur larut malam akibat kesalahan orang tuanya. Untuk itu, mungkin mulai sekarang Anda mulai merubah kebiasaan Anda. Karena itu demi kebaikannya, cukup mengelus serta menciumnya saat tidur.

5. Perhatikan kenyamanan anak saat tidur

Awali dengan membersihkan tempat tidur anak, rapikan seprainya, selimuti anak (jika cuaca dingin), dan atur dengan baik beberapa hal lainnya. Sehingga tidur sang anak menjadi sangat menyenangkan. Hal ini akan dapat membantu anak agar mudah tidur malam.

Selain itu. perhatikan juga suara yang bisa masuk ke dalam kamar. Karena bisa jadi, suara berisik akan mengganggu tidurnya. Selain lingkungan yang nyaman, orang tua harus memerhatikan kebersihan tubuh anak agar dirinya semakin nyaman untuk tidur. Juga pastikan tubuh anak dalam kondisi sehat. Setelah itu, jangan lupa mengatur suhu kamar anak dengan tepat, jangan terlalu dingin atau terlalu panas.

6). Pastikan anak tidak dalam kondisi lapar

Tentunya saat perut kosong (alias belum makan), akan membuat tubuh ini menjadi gelisah. Alhasil, tidur pun menjadi tidak nyaman. Untuk itu, penting melakukan makan malam bagi anak sekitar dua jam sebelum waktu tidurnya tiba. Ketika perutnya sudah kenyang, pasti membuat tidurnya akan lebih nyaman.

7). Jangan biasakan anak tidur saat masih sore

Jika belum waktunya tidur, usahakan jangan biarkan anak Anda tertidur. Lebih baik ajak dia bermain yang menyenangkannya, sehingga anak tidak merasa ngantuk sebelum waktu tidur. Jika anak tidur pada sore hari, dikhawatirkan pada malam hari dirinya akan sulit tidur.

8). Dorong anak untuk bermain di pagi hari

Orang tua juga perlu memperhatikan waktu bermain anak. Disarankan untuk mengajak anak bermain pada pagi hari, karena sangat menyehatkan untuk anak, baik kesehatan tubuh maupun kesehatan mentalnya. Dengan bermain di pagi hari, anak menggunakan energinya saat itu, dan membuatnya lebih ceria dan bersemangat. Jika anak belajar setelahnya, maka dapat menyerap pelajaran dengan lebih baik. Dengan kebiasaan anak yang sudah aktif pada pagi hari, maka diharapkan pada malam harinya anak akan lebih mudah tidur.

9). Batasi waktu tidur siang anak (maksimal 2 jam)

Tidur siang memang baik dan disarankan untuk anak, tetapi jangan membiarkan anak tidur siang terlalu lama, karena justru membuat anak susah untuk tidur di malam hari. Jika anak tidur siang, maka batasi hanya satu-dua jam saja. Sehingga manfaatnya sangat besar bagi anak, yaitu untuk mengembalikan energi tubuhnya. Anak yang tidak terbiasa dengan tidur siang, akan terganggu kemampuan emosional, konsentrasi dan daya pikirnya.

10). Ingatkan anak untuk tidur malam, 1 jam sebelumnya

Ketika anak sedang asyik-asyiknya, pikirannya sedang mengarah pada kegiatan yang disenanginya. Maka menyuruhkan langsung tidur saat itu juga, menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan (biasanya anak akan menolak). Sehingga agar anak tidak “kaget” untuk disuruh tidur malam, orang tua perlu secara rutin memperingati anak bahwa 1 jam lagi dirinya harus tidur. Jika anak tidur jam 9 malam, maka ingatkan pada jam 8 pada sang anak bahwa dirinya 1 jam lagi harus tidur. Dan sebelum tidur jangan lupa untuk cuci kaki, ganti baju dengan piyama, menggosok gigi dll.

Pentingnya Kualitas Tidur Bagi Anak

Menurut penelitian, waktu tidur ideal untuk bayi pra-sekolah dan balita sekitar pukul 7:00 sampai 20:00. Menambah usianya, maka waktu tidurnya pun akan mulai berubah. Apapun itu, tidak memberikan sedikit fleksibilitas selama liburan, dan tidak semua anak perlu tidur dan bangun pada saat bersamaan. Namun, yang penting adalah rutinitas konsisten dan waktu tidur yang tidak terlambat.

Sebagai panduan dari National Sleep Foundation, berikut adalah jumlah jam tidur yang dibutuhkan anak menurut usia.

  • Bayi baru lahir sampai 3 bulan – 14 sampai 17 jam
  • Bayi 4 bulan sampai 11 bulan – 12 sampai 15 jam
  • Anak 1 tahun sampai 2 tahun – 11 sampai 14 jam
  • Anak 3 tahun sampai 5 tahun – 10 sampai 13 jam
  • Anak 6 tahun sampai 13 tahun – 9 sampai 13 jam

Dalam mendapatkan kualitas tidur yang baik, satu hal yang cukup penting adalah suasana tidur yang mendukung. Beberapa hal yang perlu dilakukan menjelang waktu tidur adalah mematikan televisi, meredupkan atau mematikan lampu ruangan, dan hindari berbagai aktivitas atau hal-hal yang bisa menarik perhatian anak dari rencana tidur. Jangan biarkan TV, ponsel, tablet atau perangkat elektronik lainnya di kamar tidur anak. Selain itu, hindari aktivitas yang intens dan berat menjelang anak tidur. Itulah beberapa informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat ya..

Tinggalkan komentar