5 Kota dengan Lalu Lintas Terpadat Di Dunia

Jakarta mungkin kota dengan lalu lintas yang membuat kita bergerak lambat karena jumlah kendaraan yang berlebihan. Namun, itu belum seberapa jika dibandingkan Anda berkendaraan di Bengaluru atau Manila. Perusahaan perangkat lunak navigasi TomTom telah menerbitkan Indeks Lalu Lintas TomTom tahunan, memeringkat 416 kota di 57 negara berdasarkan kemacetan lalu lintas. Di sini kita akan melihat daftar kota teratas dengan lalu lintas termacet di dunia.

Dalam pengumpulan data lalu lintas tersebut, TomTom menggunakan data lebih dari 600 juta pengemudi yang menggunakan perangkat lunak navigasinya melalui sistem navigasi internal di mobil mereka atau melalui aplikasinya. Perangkat lunak TomTom juga menyediakan data pemetaan ke layanan lain seperti Apple Maps.

Indeks Lalu Lintas TomTom memberi peringkat kota-kota berdasarkan rata-rata waktu tambahan yang ditambahkan ke sebuah perjalanan. Jadi, jika sebuah kota memiliki tingkat kemacetan 50%, itu berarti waktu tempuh 50% lebih lama dari pada perjalanan yang sama saat arus bebas dan kondisi tidak padat. Inilah deretan kota dengan tingkat lalu lintas terpadat di dunia:

1. Bengaluru, India (71%)

Kota India yang merupakan pusat IT ternyata memiliki lalu lintas terparah di dunia saat ini. Rata-rata pengemudi menghabiskan 71% waktu tambahan di jalan raya karena kemacetan lalu lintas. Seorang komuter di sana kehilangan 243 jam dalam setahun karena kemacetan yang parah. Kota ini mencatat kemacetan lalu lintas tertinggi 103% pada 20 Agustus dan kemacetan terendah 30% pada 6 April.

2. Manila, Filipina (71%)

Kota Manila yang merupakan ibu kota negara Filipina memiliki kemacetan lalu lintas terburuk kedua di dunia. Masih belum jelas pertimbangannya mengapa kota itu tidak ditempatkan berada di peringkat 1 bersama dengan Bengaluru mengingat keduanya memiliki tingkat kemacetan 71% yang sama. TomTom mencakup lebih dari 300 juta kilometer data jalan raya untuk Manila. Jalan raya cenderung memiliki lebih banyak kemacetan lalu lintas daripada jalan bebas hambatan.

3. Bogota, Kolombia (68%)

Bogota yang merupakan ibu kota dari negara Kolombia secara konsisten menempati peringkat di antara kota-kota dengan lalu lintas terburuk di dunia. Tingkat kemacetannya naik 5% dari 63% pada 2018 menjadi 68% pada 2019. Tahun lalu, kemacetan harian tertinggi adalah 112% pada 6 Desember dan terendah 10% pada 19 April. Bogota tidak memiliki infrastruktur angkutan kereta api yang bagus sehingga masyarakat di sana sangat bergantung pada transportasi jalan raya untuk bepergian.

4. Mumbai, India (65%)

Mumbai dikenal sebagai pusat keuangan dan kota terpadat di India. Jumlah penduduknya yang padat telah menyebabkan kemacetan lalu lintas di level 65%. Tingkat kemacetan tidak berubah, tetapi peringkat Mumbai telah menurun dari 1 pada 2018 menjadi 4 pada 2019. Masyarakat Mumbai menderita karena kurangnya ruang jalan yang memadai, populasi yang tinggi, peningkatan kepadatan mobil di jalan raya, dan rendahnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

5. Pune, India (59%)

Pune adalah pusat pendidikan dan teknologi informasi utama di India. Kota ini merupakan pendatang baru di sepuluh besar dengan tingkat kemacetan lalu lintas berada pada indeks 59%. Kota ini memiliki perkiraan populasi 6,5 juta. Kemacetan di kota paling tinggi antara pukul 09.00 dan 11.00 di pagi hari dan pukul 18.00 hingga 21.00 di malam hari.

Demikianlah deretan kota dengan lalu lintas terpadat di dunia. Di peringkat ke-6 sampai 10 secara berurut adalah kota Moskow (Rusia), Lima (Peru), New Delhi (India), Istambul (Turki), dan Jakarta (Indonesia).

Mengulas mengenai Jakarta, kota ini mengalami kemacetan lalu lintas sebesar 53% pada 2019, sama dengan tahun 2018. Kota ini terlihat lalu lintas maksimum antara pukul 17.00 hingga 19.00. Saat ini aglomerasi perkotaan terbesar kedua di dunia dengan populasi 30 juta.

Tinggalkan komentar