Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu pernah menghadapi situasi serba salah ketika ingin menagih utang. Tidak semua orang berani secara langsung meminta uangnya kembali, apalagi jika hubungan dengan si peminjam cukup dekat. Kadang kala, menagih utang bisa jadi drama yang panjang, atau bahkan justru membuat hubungan menjadi renggang.
Nah, daripada terlalu serius dan bikin sakit hati, yuk kita luapkan perasaan lewat pantun lucu dan menyindir. Berikut ini kumpulan pantun bertema ‘Nagih Utang Sulit’, dikemas ringan dengan sampiran seputar hewan, tumbuhan, dan benda, tapi tetap punya makna mendalam.
Pantun ‘Nagih Utang Itu Sulit’
1.
Burung gagak hinggap di papan,
Papan rapuh berwarna merah.
Dulu pinjam dengan penuh harapan,
Kini ditagih malah marah-marah 😤🕊️
2.
Bunga mawar milik petani
Dipetik satu bawa ke Eropa.
Janji bayar di hari ini,
Eh sekarang malah pura-pura lupa 😑🌹
3.
Gajah jalan di tengah rawa,
Sambil semprotkan air ke kanan.
Katanya utang bakal dibawa,
Tapi bayarnya entah kapan 🐘💦
4.
Buah mangga ranum di taman,
Dipetik pagi bersama Tuk Dalang.
Waktu minjam penuh senyuman,
Sekarang ditagih mendadak hilang 😅🥭
5.
Pohon kelapa tumbuh berjajar,
Tumbangnya satu terkena gerbong.
Kalau ditagih sikapnya kasar,
Malah katanya aku yang sombong 😬🌴🍉
6.
Ikan hiu berenang cepat,
Dikejar paus sampai ke kota.
Waktu pinjam mulutnya hebat,
Sekarang ditagih diam seribu kata 🐋🤐
7.
Kucing manja membawa kurma,
Ngambil ikan jumlahnya satu.
Utang kecil tetapi lama,
Hatinya keras seperti batu 🐱🪨
8.
Bunga cempaka di atas altar,
Rajin dirawat oleh si Yuda.
Utang katanya cuma sebentar,
Setahun lewat belum juga ada 🙄🌼
9.
Jam dinding di angka delapan,
Jarum panjang terus berjalan.
Kita menagih dengan sopan,
Tapi dibalas dengan sindiran 😔🕰️
10.
Lebah hinggap di bunga kamboja,
Mengambil madu dalam ilalang.
Pinjam uang dengan gaya raja,
Pas ditagih malah menghilang 🐝🌸
Pantun-pantun di atas memang lucu, tapi menyimpan pesan serius. Menagih utang bukanlah hal memalukan—yang memalukan justru tidak membayar. Semoga pantun ini bisa menghibur dan menyentil dengan halus.
