20 Pengusaha Muda Indonesia Sukses Bangun Bisnis dari Nol

Siapa sosok pengusaha muda di Indonesia yang berhasil membangun kerajaan bisnisnya dari titik nol? Usaha apa saja yang mereka lakukan sehingga berhasil berkembang? Sukses di usia muda adalah keinginan dan harapan semua orang, terutama para orang tua. Melihat putra atau putrinya tumbuh dewasa dan menjadi pengusaha sukses adalah hal yang membanggakan, apa lagi masih berusia belia.

Namun, kesuksesan di usia muda sebagai entrepreneur, wirausaha atau pebisnis bukanlah perkara yang mudah. Hanya sebagian kecil kaula muda yang mampu menggapainya. Memang faktor keberuntungan memiliki peran penting, namun lebih dari itu ada keuletan, kerja keras, dan inovasi yang menjadi penyokong utamanya.

Jika berbicara mengenai pengusaha muda paling sukses dalam dekade ini, maka nama Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook, mungkin menjadi “kiblatnya”. Saat masih di bangku kuliah, dia telah sukses membuat sesuatu yang revolusioner dan inovatif, yang kemudian membawanya menjadi seorang miliarder dunia.

Nah, di Indonesia ada sejumlah anak muda yang berhasil merintis bisnisnya dari titik nol hingga besar dan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang berlimpah. Berikut ini disajikan 20 profil pengusaha atau entrepreneur muda yang sukses di usia belia, yakni di bawah 30 tahun.

1. Carline Darjanto

Wanita muda ini telah sukses membangun kerajaan bisnis di bidang fashion dengan brand Cotton Ink. Mengawali bisnis pembuatan kaos di tahun 2008 bersama sahabatnya, Ria Sarwono, merek Cotton Ink sukses mendapatkan sambutan pasar, serta memperoleh berbagai penghargaan, seperti Best Local Brand dari Free Magazine, Most Favorite Brand di Brightspot Market; The Most Innovative Brand dalam Cleo Fashion Award (Jakarta Fashion Week); serta terpilih sebagai merek lokal favorit In Style Magazine tahun 2012.

Carline Darjanto, foto @instagram

2. Meiliane

Meiliane memiliki perusahaan dompet bernama Goodism. Dompet karya perusahaan Goodism ini memiliki 3 partisi dengan label warna yang berbeda, yakni untuk makanan, transportasi, dan keperluan hura-hura. Sehingga peruntukkan atau jatah uang di dompet semakin jelas. Menurut penuturan Meiliane, latar belakang awal rintisan bisnis dompet tersebut dimulai dari tugas praktik kampus.

Bersama timnya, ia kemudian membangun usaha pembuatan dompet yang inovatif. Usaha yang digawangi Meiliane bersama sepuluh rekan lainnya juga melengkapi sistem pengatur keuangan dengan aplikasi bernama Goodcash yang dapat diinstal melalui smartphone. Dengan dompet kulit seharga sekitar 500.000 rupiah, Goodism mampu mengantongi omset hingga 90 juta rupiah per bulan.

3. Heni Sri Sundani Jaladara

Wanita ini merupakan mantan TKI yang sukses mendirikan Smart Farmer Kids In Action. Komunitas sosial dan destinasi wisata yang ia bangun berhasil memberdayakan para petani dan keluarganya. Heni pernah kuliah di Saint Mary’s University, Hong Kong dan berhasil lulus dengan predikat cumlaude sebagai sarjana bidang Entrepreneurial Management.

Setelah lulus, Heni lalu pulang ke Indonesia. Di Indonesia, dia lalu mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas dan AgroEdu Komunitas Jampang di Bogor, Jawa Barat. Heni memberikan pendidikan gratis bagi anak petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

4. Abraham Ranardo

Di bidang teknologi enterprise, salah satu sosok berbakat yang dipilih Forbes adalah Abraham Ranardo, yang merupakan pendiri startup Mailbird. Mailbird merupakan sebuah produk email yang tampil minimalis, praktis, dan menarik. Mailbird yang dirancang tahun 2012 lalu adalah pesan instan yang berfungsi sebagai email client dan juga menyediakan beberapa fitur menarik dan salah satunya adalah integrasi dengan aplikasi pihak ketiga seperti Evernote, Asana, Calendar, dan lainnya.

Mailbird juga saat ini sedang mengembangkan fitur Wingman yang cukup menarik fungsinya yaitu fitur ini membuat pengguna MailBird memiliki asisten personal untuk membantu produktifitas penggunaan email. Abe (panggilan akrab Abraham) membuat aplikasi ini untuk membuat kemudahan antara email dan sosial media lainnya.

5. Merrie Elizabeth

Wanita muda ini baru memulai terjun ke dunia entrepreneur pada akhir tahun 2014 lalu dengan merintis startup Blobar Salon, yakni sebuah jasa kecantikan ekspress dan ekonomis. Bersama partnernya, Ninda, ia merintis bisnis di bidang jasa kecantikan.

Berawal pada Januari 2016, di mana Merrie mendapatk email dari editor Forbes Asia yang menyatakan bahwa dirinya masuk sebagai semi finalis ’30 Under 30 Asia’ di kawasan Asia kategori Retail & E-commerce. Menurut perwakilan dari Forbes Asia yang berpusat di Hongkong, penghargaan  yang diberikan tidak dilihat dari seberapa besar omzet yang diperoleh. Penjurian dinilai dari seberapa aktif dirinya mengurusi startup tersebut dan aktif pula di sosial media

6. Leonika Sari Njoto Boedioetomo

Wanita ini merupakan founder RedBlood, sebuah aplikasi bermisi kemanusiaan yang diberi nama Blood Bank Information System (Bloobis). Aplikasi Bloobis merupakan database bank darah yang berguna untuk mempermudah pencarian donor darah, terutama di saat genting (emergency). Starup RedBlood tersebut telah memenangkan berbagai penghargaan, di antaranya adalah MITx Global Entrepreneurship Bootcamp dari Massachusetts Institute of Technology.

7. Kevin Aluwi

Jika anda tinggal di Jakarta dan sering menggunakan jasa layanan ojek online, maka sosok itu mungkin sudah cukup anda kenal. Dengan konsep bisnis seperti Uber Taxi, Kevin sukses membangun startup Go-Jek. Ia lahir di Jakarta pada 1 September 1986. Kevin yang saat ini berusia 29 tahun tinggal di sebuah perumahan di Jakarta Selatan. Sejak kecil dia berkutat dengan sibuknya suasana ibu kota. Pendidikan menengah atasnya di SMA Tirta Marta sekitar Pondok Indah.

Setelah sempat bekerja 1,5 tahun di Amerika Serikat, tahun 2012 ia pulang ke Indonesia dan bekerja di perusahaan inkubator startup, Merah Putih. Selepas itu, Kevin sempat bekerja di Zalora sebelum akhirnya menjadi CFO di Go-Jek.

8. Justin Angelo

Justin Angelo terjun ke usaha manis olahan kelapa lokal dengan nama brand produk Kelasi (Kelapa Isi). Dari usaha rumahan, panganan unik ini sekarang bisa dinikmati di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta. Dia pun memilih meninggalkan pekerjaannya untuk fokus mengurusi bisnis kuliner. Selain menyajikan es krim dalam batok, hal lain yang membuat Kelasi digemari adalah pembeli bisa berkreasi dengan memilih jenis es krim yang ingin disajikan serta tambahan topping dan saus sesuai selera.

9. Yasa Paramita Singgih

Yasa Singgih, foto @twitter

Meskipun usianya baru beranjak 20 tahunan, namun pria kelahiran April 1995 ini telah memiliki omset bisnis ratusan juta rupiah. Jenis bisnis yang dirintisnya sejak di bangku sekolah adalah fashion khusus pria dengan merek Men’s Republic. Yasa masuk dalam dunia bisnis sejak berumur 15 tahun karena ayahnya tiba-tiba sakit keras dan membutuhkan banyak biaya untuk proses pengobatan. Yasa memutuskan untuk tidak lagi meminta uang pada ayahnya, kemudian memaksakan diri untuk menghasilkan uang sendiri. Karena dia menyadari jika umurnya masih terlalu muda untuk mencari pekerjaan, maka dia memutuskan untuk berbisnis sendiri.

Jual beli lampu hias adalah pilihan pertama yang dia jalani. Karena memang dari awal tidak pernah menekuni dunia bisnis, akibatnya bisnis pertamanya tersebut tidak begitu lancar. Dan tak lama, dia pun tidak lagi meneruskan usaha jual beli lampu hias, dan akhirnya mencoba berbisnis jual beli kaos pria. Karena kegigihannya, bisnis penjualan kaos tersebut setiap bulannya bisa menghasilkan lebih dari 30 juta rupiah.

Selanjutnya dia memutuskan untuk melanjutkan bisnis keduanya, yaitu membuka warung kopi “Ini Teh Kopi”. Namun dalam waktu tidak sampai 1 tahun bisnis kopinya menurun sehingga tidak dilanjutkan lagi. Kemudian fokus dan sepenuh hati meneruskan bisnis jual beli kaos pria. Yasa pun membuat merek pribadi miliknya yaitu Man’s Republic.

10. Mesty Ariotedjo

Wanita kelahiran April 1989 ini merupakan Co-founder WeCare.id. Dia juga seorang model cantik dan pemain harpa Indonesia. Dia terpilih sebagai brand ambassador Nivea pertama. Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo atau biasa dipanggil Mesty Ariotedjo lahir di Jakarta pada tanggal 25 April 1989. Merupakan anak kedua dari pasangan Arie Prabowo Ariotedjo, seorang pengusaha sukses berdarah Jawa dan Arti Laksmigati seorang sosialita terkemuka Indonesia yang sangat setia dengan kerudungnya. Mesty Ariotedjo merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan alumnus dari SMA Negeri 8 Jakarta. Di usia belianya, gadis ini mampu hasilkan pendapatan sendiri dari karirnya.

11. Yoris Sebastian

Gelar GM termuda Hard Rock Cafe kawasan Asia dan termuda ke-2 Hard Rock Cafe seluruh dunia disandang oleh Yoris Sebastian. Saat itu, ia yang baru berusia 26 tahun berhasil menjabat sebagai seorang general manager (GM) pada sebuah restoran franchise terkenal tingkat dunia. Tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa karirnya di Hard Rock Cafe berawal dari asisten. Yoris yang saat ini menjalankan bisnis yang bergerak di bidang ekonomi kreatif, ia juga sering memberikan seminar yang menyemangati generasi muda untuk berani mengejar impian dan mewujudkan kreativitas. Selain itu, dirinya juga telah menerbitkan dua judul buku.

12. Ferry Unardi

Mungkin anda sudah familiar dengan brand Traveloka yang iklannya sering wara-wiri di televisi. Ya, brand produk startup reservasi pesawat yang lebih modern, fleksibel dan praktis tersebut merupakan buah karya Ferry Unardi. Pria kelahiran tahun 1988 ini telah sukses membangun perusahaan rintisan yang besar meskipun untuk mewujudkannya, ia harus berhenti kuliah. Ferry sempat bekerja sebagai software engineer di perusahaan Microsoft daerah Seattle.

Puas bekerja dan belajar banyak hal di perusahaan Microsoft selama 3 tahun, Ferry kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan MBA di Harvard University, sebuah universitas bergengsi di Amerika. Namun sayangnya, baru 1 semester menjalankan pendidikan di Harvard University, ada naluri bisnis yang menggelitik Ferry untuk mengembangkan startup di bidang reservasi pesawat. Pengalamannya bolak balik Amerika-Indonesia selama 8 tahun memberinya banyak pelajaran tentang sistem reservasi pesawat di Indonesia. Inilah peluang bisnis yang dibidiknya.

13. Arief Widhiyasa

Hobinya yang senang dengan teknologi game membuatnya rela drop out demi mengembangkan aplikasi permainan. Bersama 16 teman lainnya, Arief Widhiyasa sebagai Chief Executive Officer (CEO) Agate Studio, developer game lokal asal Bandung, telah menghasilkan 100 lebih game baik untuk personal computer maupun untuk perangkat mobile. Berawal dari hanya hobi, Agate berdiri menjadi sebuah perusahaan dengan 65 karyawan yang terbagi dalam 4 divisi besar, yaitu Agate Level Up sebagai tim game consultant untuk B2B, Legion atau Developer, Agate Games untuk B2C, dan Support Clerics.

14. Moses Lo

Moses Lo adalah founder sekaligus CEO dari startup Xendit yang merupakan layanan mobile payment peer to peer dengan fokus layanan bisnisnya di kawasan Asean. Di Forbes, Moses Lo disebut sebagai orang Indonesia, padahal sebenarnya kewarganegaraannya adalah Australia, cuma ibunya yang berasal dari Indonesia. Moses sukses membuat sebuah aplikasi digital yang bisa melayani transfer uang hingga menyimpan uang yang dinamakan Xendit. Aplikasi ini tersedia untuk perangkat Android maupun iOS.

15. Muhammad Alfatih Timur

Forbes memilih Muhammad Alfatih Timur biasa disapa Timmy sebagai kandidat yang berbakat dalam social entreprise. Berawal dari pembelajaran di Rumah Perubahan milik Rhenald Kasali dan pengalaman hidup di pulau Buru, ia kemudian merintis kegiatan sosial melalui starup KitaBisa. Sejak tahun 2013, Timmy telah menangani berbagai proyek sosial yang diusulkan masyarakat.

Setelah memeriksa kelayakannya, ia mengangkatnya ke ‘kitabisa.co.id’, lalu masyarakat mengumpulkan uang dengan besaran yang beragam, mulai dari 10.000 hingga 3 juta rupiah. Uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk pembiayaan proyek yang diusulkan masyarakat tersebut dengan pengelolaan dan pengawasan oleh pihak lembaga “Kita Bisa”.

16. Peggy Hartanto

Peggy Hartanto merupakan seorang desainer asal Surabaya dengan prestasi yang diakui internasional. Wanita lulusan Raffles College of Design and Commerce di Sydney ini memang mengawali karirnya dengan bekerja pada desainer Australia, Collette Dinnigan. Hasil karyanya banyak dikagumi pengamat mode, sehingga pantaslah ia terpilih sebagai sosok muda berbakat versi Forbes. Sejak duduk di bangku SMA, Peggy Hartanto membulatkan tekad untuk menjadi seorang perancang busana. Pernah tampil di Pekan Fesyen Australia, kini, busana karyanya telah dikenakan sejumlah selebriti mancanegara. Gerai pakaian dengan label namanya-pun menjadi ambisinya ke depan.

17. Abraham Viktor

Foto @teralite.com

Taralite merupakan startup yang bergerak di bidang finansial, terutama sebagai penyedia pinjaman online. Dalam layanan ini, para pengguna bisa meminjam uang untuk memenuhi beragam keperluan, misalnya untuk biaya pengobatan di rumah sakit, bayar biaya pendidikan, pesta pernikahan, persalinan, renovasi rumah, kredit usaha, hingga pendanaan umrah. Start up ini didirikan oleh Abraham Viktor pada Agustus 2015 dan hingga kini mereka mengklaim telah berhasil menjaring lebih dari 300 pengajuan pinjaman setiap bulannya. Dan ini menjadi sebuah potensi luar biasa yang dilihat Forbes.

18. Benny Fajarai

Nah, jika anda ingin menjual produk kerajinan tangan secara online, maka market place Indonesia yang bagus ada di Qlapa. Sang pendiri startup ini adalah Benny Fajarai yang membangunnya pada April 2015 lalu. Benny Fajarai (25), pendiri kreavi.com dan co founder sekaligus CEO situs qlapa.com merupakan pemuda asal Pontianak. Aplikasi Qlapa yang dibuatnya dapat menjadi penghubung antara pembeli dan penjual secara langsung. Jika customer suka tinggal membayar dan penjual yang memproses pengiriman barang, jika barang telah dikirim pihak Qlapa akan langsung mengirim uang ke penjual. Sesuai dengan namanya, produk yang dibidik adalah kerajinan dan olahan kelapa.

19. Helga Angelina Tjahjadi

Bermula ingin hidup sehat akibat penyakit yang disandangnya, Helga Angelina sukses membangun bisnis makanan sehat dengan merek Burgreens. Layanan pesan antar dan menu resep yang lezat, menyebabkan produknya digemari banyak orang. Di usia 15 tahun, ia mengalami infeksi ginjal dan masalah liver, yang ia percaya akibat efek samping obat kimia yang ia konsumsi terus-menerus. Helga pun mulai mencari penyembuhan alternatif, dan di situlah ia mulai mengenal pola makan food combining yang mengarah ke vegetarian, akupuntur dan self healing. Hal itulah yang ia lanjutkan dalam dunia bisnis yang kini sukses.

20. Hamzah Izzulhaq

Jika anda ingin membangun sebuah kerajaan bisnis, maka konsep waralaba bisa menjadi cara terbaik, seperti yang dilakukan pemuda bernama Hamzah Izzulhaq. Anak muda ini sudah sukses menjadi entrepreneur, Hamzah yang memiliki usaha franchise program bimbingan belajar ini sudah mempunyai 3 lisensi cabang dengan jumlah peserta rata-rata 200 orang tiap semesternya. Hamzah yang masih menginjak umur 22 tahun ini dapat memperoleh omzet sekitar Rp 360 juta per semester. Selain itu juga, Hamzah telah resmi menjadi Direktur Utama CV Hanamasa Indonesia sejak 2011.

Nah, demikianlah sederet pemuda – pemudi Indonesia yang mampu menggapai kesuksesan dalam karir dan bisnisnya meskipun di usia muda dan minim pengalaman. Usia memang bukan menjadi penghalang besar untuk bisa maju dan menjadi yang terdepan. Selama ada kemauan kuat, disana akan muncul banyak jalan. Semoga deretan kisah sukses di atas bisa memberi inspirasi dan motivasi kehidupan anda. Terima kasih telah membaca artikel ini. Jika bermanfaat, jangan lupa share di media sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Tinggalkan komentar