10 Tips Persalinan Normal Tanpa Jahitan dan Sedikit Sakit

Bisakah melakukan persalinan secara normal? Apa saja yang perlu dilakukan agar tidak terjadi robekan saat melahirkan?

Memang ada beberapa wanita yang berhasil melahirkan bayi secara normal tanpa membutuhkan jahitan. Jahitan bersalin atau secara medikalnya disebut dengan episiotomi adalah potongan yang dibuat pada perineum (antara jalan lahir bayi dan anus). Potongan ini dilakukan untuk membantu melebarkan jalur kelahiran bayi dan menghindari perobekan yang serius. Walaupun perobekan atau jahitan itu biasa dalam persalinan, tapi jika bisa dihindari kenapa tidak.

Walaupun episiotomi bukanlah dikategorikan sebagai operasi major seperti operasi caesar, tetapi tentu ada banyak ibu bersalin yang ingin menghindarinya, selagi bisa. Di sini, kami akan bagikan beberapa tips agar ibu-ibu bersalin tidak perlu melakukan perobekan atau jahitan. Berikut adalah beberapa tips mudah bersalin secara normal yang dapat diterapkan oleh anda yang sedang mengandung.

Cara Melahirkan atau Persalinan Normal

Dalam artikel ini akan dipaparkan setidaknya 10 tips untuk mendapatkan proses persalinan yang normal tanpa jahitan dan sedikit mengurangi rasa sakit. Selain itu juga akan dijelaskan tentang asumsi bahwa wanita bertubuh kecil cenderung tidak dapat melakukan persalinan secara normal.

1. Kuasai teknik pernafasan

Menjelang kelahiran, anda harus menyimpan tenaga anda seberapa banyak yang anda bisa. Dengan cara ini, anda mampu membekali oksigen yang cukup kepada bayi anda untuk membantunya menghadapi stres semasa dilahirkan. Menurut BabyCenter, teknik pernafasan akan mampu untuk membantu menghadapi proses bersalin dengan mudah.

Ketika kepala bayi sudah mulai nampak, maka biasanya dokter atau bidan akan meminta agar kita berhenti mengejan (kontraksi), dan menyuruh kita agar mengambil beberapa nafas pendek yang di keluarkan melalui mulut. Hal ini akan membuat kepala bayi keluar dengan lembut dan perlahan, sehingga otot dan kulit parineum dapat meregang tanpa robek.

Cara dan teknik latihan:

Tarik nafas dalam hitungan kira-kira 5 detik, lepaskan dalam hitungan kira-kira 8 detik. Hembuskan secara perlahan, karena hembusan yang lebih perlahan akan lebih bagus. Tetapkan ritme pernafasan ini. Jangan biarkan tarikan nafas menjadi lebih panjang daripada hembusan. Dalam keadaan apapun, hembusan nafas sebaiknya lebih panjang daripada tarikan nafas.

2. Senam kagel / senam lantai pelvik

Menurut pengalaman web kesehatan MayoClinic, senam dapat membantu anda untuk membina kekuatan dan stamina. Diantara berbagai macam senam yang dianjurkan adalah senam Kagel atau senam lantai pelvik. Senam Kegel adalah suatu seri latihan yang dirancang untuk memperkuat otot dasar panggul (pelvis).

Senam ini memfokuskan pada bagian peranakan wanita. Cara melakukan senam Kagel sangat mudah dan anda boleh melakukannya di mana saja, walaupun disaat anda sedang berada di depan komputer di meja kerja.

Cara melakukan senam Kagel:

  • Kerutkan otot pelvis seperti tindakan menahan kencing. Tahan selama 5 detik.
  • Setelah itu, anda lepaskan secara perlahan-lahan.
  • Ulangi sekitar 25 kali setiap satu sesi. Lakukan 2-3 kali sehari.
  • Jangan kerutkan otot perut atau punggung selagi senam.
  • Senam lantai pelvik juga boleh dilakukan dan amat bermanfaat untuk anda yang akan melahirkan.

3. Pelajari cara mengejan atau kontraksi yang benar

Belajar cara mengejan atau kontraksi dengan benar sangatlah penting untuk menghindari robeknya perineum atau episiotomi. Anda perlu upayakan pernafasan yang tenang dan tidak seharusnya Anda mengejan sebelum mendapat isyarat dari doktor karena itu bisa membuat cedera bagian perineum.

Ketika Anda menghadapi persalinan, usahakan agar sang suami dapat menemani. Ini karena, mungkin anda akan merasa panik saat menghadapi persalinan karena efek rasa sakit yang dirasakan, dan suami bisa membantu untuk mengingatkan si ibu bagaimana teknik yang benar.

Rapatkan dagu ke dada, dan posisi anda tampak sama seperti udang membengkok. Biarkan belakang badan anda menyentuh ranjang. Fokus ke arah perut dan anda mengeden dari abdomen dan ke bawah seperti diarahkan oleh dokter atau bidan yang menangani anda. Semasa datangnya kontraksi, tarik nafas dan tahan selama yang anda bisa. Lakukan 2-3 kali dalam satu tempo kontraksi.

Perlu diingat, mengejan haruslah dari bagian abdomen ke punggung seperti membuang air besar. Ketika kepala bayi sudah kelihatan, teruskan mengejan dan dorong secara perlahan-lahan untuk menghindari sobekan lebar. Janganlah mengangkat punggung ketika sedang mengejan karena itu bisa mengakibatkan kerobekan. Pegang pergelangan kaki agar punggung tidak terangkat ketika mengejan.

4. Melakukan pijatan perineum

Penelitian dan sumber kesehatan menunjukkan bahwa urutan/pijatan pada bagian perineum beberapa minggu menjelang persalinan dapat mengurangi resiko episiotomi. Pijatan ini bisa dilakukan dua kali seminggu dengan memasukkan satu atau dua jari ke organ intim, kemudian menekannya ke arah perineum. Proses ini dapat dilakukan sendiri di rumah.

Cara pijatan perinium:

  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun. Pastikan kuku Anda dipotong pendek dan bersih.
  • Pilih posisi yang nyaman bagi Anda untuk melakukannya. Anda bisa melakukannya sambil duduk, berbaring, atau meletakkan satu kaki di atas kursi. Anda juga bisa melakukan pijat ini di kamar mandi atau shower air panas karena kehangatan air bisa membantu melembutkan jaringan perineum.
  • Begitu Anda mendapatkan posisi yang nyaman, letakkan jari Anda di organ intim (miss v) dan tekan sedikit sampai Anda merasa sedikit sensasi. Anda bisa menggunakan sedikit minyak vitamin E atau minyak kelapa untuk melicinkan lubang perineum ini.
  • Kemudian, buatlah gesekan dengan gerakan U di sekitar dinding miss v. Sebagai permulaan, lakukan selama satu menit dan tingkatkan waktu pijatan hingga 5 menit di setiap sesi.
  • Setelah beberapa minggu, Anda akan menemukan bahwa kulit dan otot di area miss v akan menjadi lebih akut. Menurut Clare Herbert, panel BabyCenter, pijatan ini juga bisa membantu mengurangi rasa sakit selama kandungan.

5. Gunakan minyak zaitun / minyak kelapa alami

Beberapa ibu disarankan untuk mengkonsumsi minyak zaitun setiap hari untuk membantu memberikan nutrisi yang baik dan memperlancar proses persalinan dengan mudah. Selain itu, banyak juga yang percaya bahwa minyak kelapa asli itu bagus untuk diminum dan digunakan sebagai pemijatan pada perineum karena khasiatnya yang luar biasa.

6. Hindari kelelahan yang berlebih mendekati masa persalinan

Salah satu penyebab terjadinya episiotomi adalah adanya gangguan pada ibu hamil, baik yang bersifat ringan ataupun berat. Gangguan ringan seperti kelelahan bisa menjadi salah satu alasan bagi dokter atau bidan melakukan pengguntingan atau robekan (episiotomi) pada ibu yang tengah bersalin. Oleh karena itu, menjelang minggu-minggu kelahiran, disarankan untuk menghindari aktivitas yang berlebih. Manfaatkan waktu untuk beristirahat yang cukup sehingga kelak memiliki energi ekstra menjelang persalinan.

7. Manfaatkan aromaterapi untuk membuat rileks

Perasaan rileks dan tidak panik adalah hal yang baik saat bersalin. Melakukan pemijatan perineum dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak bunga (aromaterapi ) dapat membantu peregangan otot yang akan membuat suasana lebih rileks dan memberikan ketenangan mendekati persalinan. Ketenangan dan rasa nyaman sangat diperlukan karena dapat membantu ibu hamil mendapatkan proses persalinan yang normal, begitu juga untuk anda yang ingin meminimalisir jahitan pada proses persalinan anda.

8. Terapkan pola hidup sehat selama hamil

Sebenarnya, dengan pola makan yang sehat serta bernutrisi dan vitamin yang mencukupi, maka akan membuat kulit dan jaringan tubuh lain akan mampu berfungsi secara optimal. Makanan yang sehat dan juga bernutrisi juga dapat membuat si ibu lebih berenergi pada saat menjelang kelahiran. Karena persalinan akan berlangsung berjam-jam, sehingga anda akan membutuhkan banyak tenaga. Ada banyak makanan sunnah dan telah terbukti khasiatnya seperti kurma, kacang almond, pistachio, dan buah segar lainnya.

9. Minta pengalaman dari orang lain

Sangatlah penting untuk dipahami beberapa proses persalinan di atas. Persalinan itu memang terasa menyakitkan. Namun, setidaknya beberapa hal diatas akan mampu membuat anda untuk meringankan rasa sakit karena tidak ada robekan dan juga jahitan. Persalinan itu tidak bisa diatasi hanya dengan niat saja, namun persediaan fisik, mental dan spiritual yang cukup sangatlah penting untuk anda yang akan menghadapi proses persalinan. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk mengikuti kelas pra-kelahiran yang terorganisasi dengan baik di klinik dan rumah sakit terdekat Anda.

Pernahkah Anda mendengar cerita dari ibu-ibu yang lain tentang pengalaman mereka ketika menghadapi persalinan? Anda boleh mendiskusikannya untuk menambah pengetahuan Anda tentang bagaimana melakukan persalinan yang baik. Kadang-kadang pengalaman dari seseorang itu akan bermanfaat untuk kita di kemudian hari.

10. Berdoa dan optimis

Berdoalah untuk kelancaran, ingatlah akan suatu kenangan indah, atau meditasi agar Anda bisa mengendalikan stres selama kehamilan dan saat kelahiran. Hal ini sangatlah penting agar Anda terhindar dari stres, karena stres dapat menimbulkan masalah pada saat proses persalinan.

Nah, demikianlah kiat dan tips agar bisa melakukan persalinan normal tanpa jahitan dan sedikit rasa sakit. Satu mitos dan anggapan yang sering berkembang di masyarakat adalah bahwa wanita yang bertubuh kecil cenderung sulit melakukan persalinan normal. Benarkah demikian? Inilah penjelasan tambahannya.

Perempuan Berbadan Kecil Tak Bisa Melakukan Persalinan Normal?

Benar nggak sih, wanita bertubuh kecil tak bisa melahirkan secara normal? Banyak orang yang mengatakan bahwa, perempuan yang berbadan kecil alias petite itu umumnya lebih cenderung melakukan persalinan secara C-Section atau operasi sesar melalui pembedahan. Hal itu karena menurut kebanyakan orang disebabkan oleh ukuran punggung yang kecil, sehingga menyebabkan bayi akan susah keluar. Apakah fakta ini benar adanya?

Perlu anda sadari, bahwa Tuhan telah menciptakan manusia itu dengan keuntungannya tersendiri. Jadi asumsi yang mengatakan bahwa mereka yang bertubuh mungil itu tidak mampu melahirkan secara normal melalui saluran persalinan, itu kuranglah tepat.

Dalam masalah ini, ada dua kemungkinan utama, yang menyebabkan bayi sulit untuk dikeluarkan secara normal. Mungkin itu karena tubuh Anda yang lemah sehingga anda tidak mempunyai cukup tenaga untuk mendorong bayi keluar dari rahim, atau bisa juga karena bayi yang dikandung terlalu besar ukurannya, sehingga anda akan sulit untuk mengeluarkan bayi dari saluran peranakan yang kecil. Jadi tidaklah mutlak bahwa orang yang mempunyai badan kecil tidak bisa melakukan persalinan secara normal. Ini penjelasan nyata menurut fakta ilmiah.

Perasaan ketika bersalin untuk yang pertama kalinya mungkin sedikit meresahkan hati si ibu muda karena takut kalau-kalau bayinya tidak terlahir secara sempurna. Atau lebih parahnya lagi ketika orang – orang turut mengganggu emosi si ibu dengan mengatakan bahwa bokong yang kecil tidak dapat melahirkan bayi secara normal. Hal itu akan semakin membuat para ibu muda menjadi merasa khawatir.

Secara umum, semua ini adalah tergantung pada lebar rangka tulang panggul yang akan terjadi ketika saatnya bayi tersebut ingin keluar. Ukuran punggung sama sekali tidak akan menentukan apakah Anda akan dioperasi atau melahirkan secara normal karena ada saja wanita yang berbadan kecil tapi masih memiliki kekuatan untuk mengejan dan melahirkan bayi secara normal. Dokter yang akan menentukan cara bersalin yang mana paling cocok demi keselamatan serta kesehatan si ibu, juga bayi yang akan lahir.

Mengapa operasi C-Section (sesar) dilakukan?

“Cesarean Birth” atau juga disebut sebagai c-section atau sesar adalah operasi yang dilakukan pada ibu untuk mengeluarkan bayi. Seperti yang dijelaskan awal tadi, cara ini hanya akan dilakukan jika si ibu berisiko menghadapi komplikasi selama persalinan, demi menjamin keselamatan si ibu dan bayi. Biasanya jika kondisi ibu dan perkembangan bayi terlihat positif, tidak ada masalah untuk si ibu bersalin normal.

Kenapa dokter menyarankan C-Section?

Masalah pada ibu

  1. Ada masalah pada plasenta yang bisa menyebabkan pendarahan ketika proses mengejan. Plasenta atau ari-ari adalah organ yang melindungi bayi dan menyalurkan nutrisi ke bayi sewaktu dalam kandungan.
  2. Karena si ibu mengidap infeksi seperti HIV, infeksi kelamin seperti herpes atau penyakit lainnya.
  3. Si ibu bakal melahirkan lebih dari satu bayi (bayi kembar).
  4. Si ibu memiliki masalah kesehatan kronis seperti darah tinggi, sakit jantung, kencing manis dan sebagainya.
  5. Pernah bersalin menggunakan cara c-section sebelumnya.

Masalah pada bayi

  1. Ukuran bayi terlalu besar yang melampaui kemampuan ibu untuk mendorongnya melalui saluran v*gina.
  2. Posisi bayi sungsang, yakni kaki di bagian bawah atau bahu yang menghadap ke bawah.
  3. Proses kelahiran yang memakan waktu terlalu lama misalnya, bayi kembar biasanya bisa memakan waktu hingga 16 jam untuk dilahirkan. Atau mungkin juga saluran peranakan si ibu terlalu sempit yang berisiko membuat bayi lemas jika waktu terlalu lama diambil.
  4. Kondisi jantung bayi yang lemah.
  5. Gangguan pada bayi yang mungkin akan menjadi permanen jika terus dipaksa keluar secara normal, seperti masalah penglihatan dan pendengaran.
  6. Air ketuban pecah. Jika si ibu mengalami pecah air ketuban sebelum waktunya tiba, maka disarankan untuk segera melakukan pembedahan, karena jika dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan bayi kekeringan, dan itu dapat memberikan dampak yang buruk pada kesehatan bayi. Bahkan dapat berakibat kematian pada bayi.

Yang pasti, bersalin secara normal itu bisa di lakukan tergantung pada kesehatan si ibu dan juga si bayi. Jadi bukan semata – mata karena mempunyai tubuh yang kecil. Walaupun bertubuh kecil belum tentu tulang pinggulnya juga kecil. Karena lebih tepatnya lebar tulang panggullah (tulang pinggul) yang akan dapat mempengaruhi si ibu, untuk melahirkan. Jika punggung besar (karena otot) namun rangka tulangnya adalah kecil, maka si ibu juga akan mengalami masalah dalam melahirkan anak secara normal.

Berikut adalah empat bentuk tulang pinggul wanita yang paling umum serta pengaruhnya terhadap proses bersalin.

Platipeloid >> Bentuk rongga panggul adalah oval, yang memipih dari diameter bagian depan ke belakang. Hal ini dapat menyebabkan janin melalui pinggul dengan posisi kepala melintang. Bentuk pinggul ini berisiko untuk proses bersalin normal melalui Mrs. V.

Android >> Sebenarnya bentuk ini menyerupai pinggul kebanyakan lelaki di mana ukuran rongga pinggulnya kecil dan bentuknya menyerupai simbol hati. Tulang iscium menonjol dan lengkungan pubik agak sempit. Bentuk pinggul jenis android juga berisiko untuk cara bersalin normal melalui Mrs V.

Ginekoid >> Ini adalah bentuk pinggul yang paling umum dan merupakan bentuk panggul terbaik yang sesuai untuk melahirkan bayi secara normal. Rongga dalamnya berbentuk oval. Jarak dari sisi kanan ke sisi kiri panggul lebih lebar dibandingkan dengan jarak dari bagian depan ke belakang. Pada bentuk tulang panggul ini, tulang iscium tumpul dan lengkungan pubik cukup besar, yaitu sekitar 90° atau lebih lebar.

Antropoid >> Untuk pinggul jenis ini, rongga dalamnya berbentuk oval, tetapi jarak antara sisi depan dan belakang lebih lebar dibandingkan sisi kanan dan sisi kiri. Dinding samping sejajar dan bagian belakang cukup luas untuk menampung bagian belakang kepala bayi. Hal ini mengakibatkan bayi lahir menghadap ke atas.

Jadi para ibu – ibu muda tidak usah merasa terlalu khawatir, khususnya bagi para ibu yang kebetulan bertubuh mungil. Karena meskipun tubuh kecil, belum tentu bentuk tulang pinggul anda berbentuk pola yang menyulitkan proses persalinan. Semoga dengan penjelasan di atas akan membuat anda menjadi lebih tenang dalam menghadapi persalinan. Dan tetaplah berdoa agar tuhan senantiasa memberikan yang terbaik. Anda dan juga bayi anda selamat.

Tinggalkan komentar