Telinga Berdenging Menurut Arti Mitos dan Ilmu Medis

Apa arti dari telinga berdenging? Bagaimanakah kajiannya dalam ilmu kesehatan dan apa saja mitos-mitosnya? Saya yakin, anda pasti pernah merasakan telinga berdenging atau berdengung pada satu ketika. Terkadang telinga berdenging dirasakan cukup singkat dalam beberapa detik saja, atau bisa juga terdengar desingan secara periodik dalam waktu lebih lama sehingga mengganggu aktivitas.

Nah, pada artikel ini akan dipaparkan penyebab telinga berdenging secara ilmu kedokteran, dan sekaligus juga diuraikan mengenai beragam mitos yang berkembang di masyarakat terkait dengan pertanda atau arti yang tersembunyi di balik telinga yang berdengung tersebut.

Telinga Berdenging Menurut Ilmu Kesehatan

Dalam dunia medis, kondisi di mana seseorang merasakan telinganya berdenging atau berdesing disebut dengan istilah Tinnitus. Jenis suara dengungan yang dirasakan adalah berbeda bagi setiap individu. Biasanya desingan tersebut seperti bunyi lonceng atau lebah atau nyamuk yang sedang terbang. Tapi ada yang menyatakan bahwa suara berdenging yang mereka alami menyerupai bunyi desiran, seperti suara air terjun mengalir.

Ada pula sebagian orang yang menyatakan bahwa desingan atau dengungan pada telinganya bagaikan suara udara bergerak di dalam botol yang kosong. Ada berbagai jenis desingan yang dirasakan oleh pasien dan kebiasaannya, desingan suara tersebut memiliki satu nada dan satu pic yang tertentu.

Definisi tinnitus adalah pengalaman di mana seseorang dalam kondisi sadar merasakan keberadaan suatu suara yang hanya dia sendiri yang mendengarnya. Persentase besar kasus tinnitus adalah mencakup symptom seperti ini, juga dikenal sebagai tinnitus subjektif. Jarang sekali, ada tinnitus yang dapat didengar oleh orang lain. Ini kemungkinan terjadi dalam kasus tumor pembuluh darah di bagian leher yang besar di mana ada gangguan dalam aliran darah. Biasanya bunyi ini dapat didengar dengan bantuan stetoskop yang diletakkan pada area tumor tersebut dan bukan pada jarak biasa kita bicara.

Dalam bidang THT (telinga, hidung dan tenggorokan), perlu diingatkan bahwa suara tinnitus biasanya merupakan satu nada yang merata (desing atau dengung). Jika suara yang dirasakan seseorang berupa kata-kata, maka orang tersebut bukan menderita tinnitus, tetapi lebih kepada penyakit psikiatrik yang harus dirujuk ke spesialis psikiatrik, atau orang itu memiliki kemampuan indera ke 6.

Jenis jenis Tinnitus

Ada dua jenis utama tinnitus, yaitu Tinnitus Pulsatile dan Tinnitus Nonpulsatile.

  • Tinnitus Pulsatile merupakan suara berdenyut atau berdetak (seperti detak jantung) tinnitus jenis ini sering disebabkan oleh suara yang berasal dari gerakan otot di dekat telinga, perubahan dalam saluran telinga, atau aliran darah (vaskular) di wajah atau leher.
  • Tinnitus Nonpulsatile adalah tinnitus atau telinga berdenging yang lebih disebabkan karena masalah pada saraf pendengaran. Seseorang yang mengalaminya akan mendengar suara di salah satu atau kedua telinga. Terkadang seolah mendengar suara yang datang dari dalam kepala.

Beberapa penyebab terjadinya tinnitus

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami tinnitus, antara lain:

  1. Terkena suara bising, entah itu dalam waktu sangat singkat (ledakan bom, tembakan senjata api), sementara (menghadiri konser, kamar yang bising), atau polusi suara dalam waktu yang lama dan berulang (bekerja menggunakan alat mesin seperti bertukang, membangun jalan raya dan sebagainya).
  2. Usia yang lanjut. Semakin tua seseorang, semakin banyak kerusakan yang terjadi pada sel-sel pendengaran. Semakin banyak kerusakan, maka tinnitus akan menjadi semakin parah.
  3. Saluran telinga yang tersumbat kotoran (impacted ear wax).
  4. Cedera kepala dan telinga, biasanya dari kecelakaan di jalan raya dan industri.
  5. Darah tinggi dan arteriosklerosis.
  6. Terlampau stress. Terlalu stress juga dapat menyebabkan telinga berdesing tau! Kalau emosi Anda terganggu, bahkan masalah itu terus berlanjut, kemungkinan ia akan menyebabkan “tinnitus”.
  7. Penggunaan obat tertentu yang berefek samping menyebabkan tinnitus, misalnya aspirin, antibiotik (polymycin B, erythromycin, neomycin, vankomisin), obat kemoterapi, diuretik, obat depresi, dan quinine. Anda perlu berkonsultasi ke dokter atau membaca informasi produk obat yang disertakan dalam kemasannya.
  8. Pembentukan plak atherosklerosis pada pembuluh darah yang berdekatan dengan telinga.
  9. Benjolan di bagian otak terutama saraf pendengaran atau tumor di hidung.
  10. Pertumbuhan tulang dalam telinga. Ada bagian tulang di dalam telinga akan tumbuh yang dikenal sebagai “otosclerosis”. Sering terjadi pada individu yang berusia pertengahan 30an. Pertumbuhan tulang abnormal itulah yang menyebabkan telinga berdenging bahkan dalam kasus-kasus lain, telinga juga bisa menjadi tuli.
  11. Infeksi telinga, entah itu telinga dalam, tengah atau luar.
  12. Kerusakan saraf rahang. TMJ atau “temperomandibular joint” adalah sejenis masalah saraf yang terjadi pada bagian rahang yang terhubung ke tengkorak seseorang manusia. Ini bukanlah di dalam telinga tetapi pasien biasanya akan mendengarkan secara tidak normal.
  13. Penyakit Meniere yang diakibatkan tekanan pada koklea, yaitu suatu struktur di telinga bagian dalam. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing atau vertigo, kehilangan pendengaran, dan tinnitus.
  14. Beberapa penyebab tinnitus lain, tapi itu jarang terjadi dan tidak tercantum di sini.

Jika Anda mengalami gejala tinnitus, maka disarankan untuk menemui dokter, terutama ke spesialis THT. Perlu diingat bahwa tinnitus adalah satu gejala (simptom) dan bukan diagnosis. Tugas doktor adalah mendapatkan informasi secukupnya dari pasien, melakukan pemeriksaan telinga, hidung dan leher. Selanjutnya, tes pendengaran akan dilakukan untuk mengetahui tingkat pendengaran.

Jika ada penyebab penyakit yang perlu mendapat perawatan, seperti infeksi telinga, darah tinggi, obat tertentu; maka pengobatan ditujukan ke arah penyebab tinnitus . Jika yang terjadi adalah karena kurang tingkat pendengaran yang terdeteksi selama tes pendengaran tanpa sebab yang spesifik, maka pasien akan diberi masa percobaan menggunakan alat pendengaran (hearing aid). Bila pasien dapat mendengar lebih baik dengan alat pendengaran, intensitas tinnitus akan berkurang.

Pasien yang mengalami tinnitus dapat mengalami dampak psikologis yang cukup mendalam jika tidak diobati. Mereka akan kurang bergaul, tidak mau berinteraksi karena sulit mendengar dan ada yang mengalami psikosis jika parah. Jika Anda ingin merasakan tinnitus, Anda dapat menutup saluran telinga luar Anda dengan satu jari sehingga mendengar suara desingan. Itulah tinnitus yang mereka alami. Kebanyakan dari kita tidak bisa menutup telinga lebih dari 5 menit. Inilah yang pasien tinnitus alami sepanjang masa.

Jika Anda mengalami tinnitus, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda dan sebaiknya spesialis THT untuk pemeriksaan yang lebih lanjut karena tinnitus adalah satu gejala yang akan memberi petunjuk kepada penyakit yang sebenarnya yang tidak diketahui.

Tips untuk mengatasi telinga berdenging

Untuk mengurangi gejala dan gangguan kuping yang berdenging tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya anda terapkan, antara lain:

1. Hindari atau kurangi paparan suara yang bising. Jika Anda secara frekuentif menerima polusi suara (kebisingan), misal bekerja dengan mesin yang bising, maka sebaiknya gunakan alat penutup telinga seperti plak telinga. Ini dapat membantu untuk menyaring suara yang berfrekuensi tinggi yang masuk ke dalam telinga. Plak telinga biasanya dijual di toko-toko farmasi.

2. Hentikan konsumsi obat yang dapat menyebabkan tinnitus. Jika Anda sedang dalam pengobatan dengan obat-obat yang memiliki efek samping penyebab telinga berdenging, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

3. Alihkan perhatian Anda dari suara yang mendengung di telinga. Metode ini sangat efektif untuk mereka yang mengalami masalah tidur karena gangguan tinnitus. Menurut Prof. Dr Vernon dari Departemen Otolaryngologi di University of Health Science Oregon, mengalihkan perhatian dari suara desingan dapat dilakukan dengan mendengarkan suara-suara tertentu. Beberapa suara yang disarankan adalah suara desiran ombak, suara kipas berputar, suara pipa hujan, suara musik dan bunyi lingkungan yang dapat menenangkan pikiran. Ini dapat dilakukan dengan merekam suara-suara tersebut dengan menggunakan tape recorder atau ponsel.

4. Cobalah untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Zat berbahaya dalam rakoko, yakni nikotin dapat memperlambat aliran darah ke dalam telinga sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya tinnitus.

5. Berhenti atau kurangi untuk mengkonsumsi minuman keras dan berkafein. Alkohol dan kafein bisa memperkuat suara tinnitus. Namun ilmuwan masih tidak dapat mengaitkan secara jelas bagaimana hal itu terjadi. Secara teori, alkohol dan kafein dapat mengurangi aliran darah ke otak dan telinga, dan ini dapat membuat suara dengingan di dalam telinga.

6. Konsumsi obat antidepresan. Jika stres yang diakibatkan tinnitus tidak mudah dihilangkan dengan menenangkan pikiran, Anda dapat mengkonsumsi obat antidepresan sesuai anjuran dokter.

7. Terapkan metode pernapasan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof Dr Robert E. Brummett dari Oregon Hearing Research Centre, gangguan telinga berdenging atau tinnitus dapat disebabkan oleh kurangnya sirkulasi oksigen ke telinga dan tekanan emosi. Dia menemukan metode menarik napas secara dalam dan perlahan-lahan yang selanjutnya diikuti dengan menghembusnya secara perlahan di tempat yang berangin (seperti di bawah pohon) dapat mengurangi suara desingan tinnitus.

8. Lakukan relaksasi. Cemas dan stres akan memperparah tinnitus. Berpikirlah positif dan lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

9. Pertimbangkan terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Apa itu CBT? CBT merupakan sebuah terapi yang berfokus pada reaksi emosional seseorang terhadap tinitus. Jika Anda menemukan denging yang tak ada habis-habisnya itu mengganggu kehidupan sehari-hari, seorang psikolog dapat membantu Anda menguasai teknik yang efektif ini.

Arti dan Pertanda Telinga Berdenging Menurut Mitos di Masyarakat

Di beberapa kebudayaan masyarakat di Asia, termasuk Indonesia, gejala telinga berdenging sering kali dihubungkan dengan berbagai pertanda peristiwa atau firasat yang akan terjadi atau yang bakal dialami orang yang bersangkutan. Menurut mitosnya, jika secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat, telinga anda berdenging, tanpa diawali oleh sakit kepala atau sakit telinga, maka peristiwa yang mungkin terjadi akan dijelaskan berikut ini.

Jika telinga kiri berdenging, maka artinya:

Jam 06:00 – 07:00 pagi
Anda akan dikunjungi tamu yang menguntungkan Anda
Jam 07:00 – 08:00 pagi
Anda akan melakukan perjalanan jauh dalam waktu dekat
Jam 08:00 – 09:00 pagi
Anda akan kedatangan keluarga dekat
Jam 09:00 – 10:00 pagi
Anda akan mendapatkan kesuksesan dan keberuntungan
Jam 10:00 – 11:00 pagi

Anda akan selamat dalam perjalanan yang akan datang

Jam 11:00 – 12:00 siang
Anda akan kedatangan keluarga dari seberang lautan
Jam 12:00 – 01:00 siang
Anda akan didatangi penyakit dalam waktu terdekat
Jam 01:00 – 02:00 siang
Anda akan kehilangan saudara yang jauh
Jam 02:00 – 03:00 siang
Anda akan kedatangan tamu
Jam 03:00 – 04:00 sore
Anda akan bepergian jauh baik untuk urusan bisnis dan pekerjaan
Jam 04:00 – 05:00 sore
Anda akan kedatangan saudara yang bertamu
Jam 05:00 – 06:00 sore
Dalam waktu dekat, anda akan mendapat keuntungan dalam bisnis atau naik jabatan dalam pekerjaan
Jam 06:00 – 07:00 sore
Anda akan mendapat keberuntungan dan keselamatan

Jam 07:00 – 08:00 malam
Anda akan menerima pengakuan cinta dari seseorang dalam waktu dekat.
Jam 08:00 – 09:00 malam
Anda akan kedatangan tamu penting.
Jam 9:00 – 10:00 malam
Anda akan menerima undangan pernikahan dari teman dekat
Jam 10.00 – 11.00 malam
Anda akan didatangi pencuri
Jam 11:00 – 12:00 malam
Anda akan mengalami kendala dalam mengelola hal yang sedang dihadapi.

Jika telinga kanan berdenging, maka artinya:

Jam 06:00 – 07:00 pagi
Akan mendapat kabar buruk
Jam 07:00 – 08:00 pagi
Anda akan difitnah oleh seseorang
Jam 08:00 – 09:00 pagi
Anda akan membuat rencana pergi jauh sendirian atau bersama orang lain
Jam 09:00 – 10:00 pagi
Akan ada berita yang kurang menyenangkan tentang keluarga
Jam 10:00 – 11:00 pagi
Akan ada penghalang dalam merencanakan perjalanan. Sebaiknya ditunda atau dibatalkan dulu.

Jam 11:00 – 12:00 siang
Akan ada kabar yang kurang enak yang datangnya bersamaan dengan surat yang akan diterima dalam waktu dekat
Jam 12:00 – 01:00 siang
Akan ada saudara jauh yang datang dengan membawa cerita lama
Jam 01:00 – 02:00 siang
Akan ada undangan makan-makan
Jam 02:00 – 03:00 sore
Akan ada sesuatu yang membahayakan anda dalam waktu dekat
Jam 03:00 – 04:00 sore
Akan ada berita dari keluarga baik menggembirakan atau menyedihkan
Jam 04:00 – 05:00 sore
Akan ada perjalanan jauh yang dilakukan dalam waktu dekat
Jam 05:00 – 06:00 sore
Anda sedang menjadi pembicaraan orang lain
Jam 06:00 – 07:00 sore
Ada sesuatu yang berharga pergi meninggalkan anda

Jam 07:00 – 08:00 malam
Akan mendapat berita buruk dari kalangan keluarga sendiri
Jam 08:00 – 09:00 malam
Anda akan mendapat untung yang besar
Jam 09:00 – 10:00 malam
Akan ada yang mengancam anda
Jam 10.00 – 11.00 malam
Artinya ada berita yang baik
Jam 11:00 – 12:00 malam
Akan ada seseorang yang jatuh cinta pada anda

Nah, demikianlah ulasan mengenai makna dan rahasia yang tersembunyi dalam mitos dibalik peristiwa telinga yang berdenging. Boleh percaya, boleh tidak!!!

Tinggalkan komentar