15 Ular Terbesar dan Terpanjang di Dunia

Apa spesies ular paling besar dan terpanjang yang menghuni planet bumi saat ini? Jika jawabannya Titanoboa, maka sayangnya ular purba itu sudah punah di masa silam. Ular adalah hewan bertubuh panjang, tanpa kaki, reptil karnivora dari subordo Serpentes.

Ular bisa dibedakan dengan kadal tanpa kaki karena tidak adanya kelopak mata dan daun telinga. Banyak spesies ular memiliki tulang tengkorak dengan beberapa sendi lebih banyak daripada kadal, nenek moyang mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk menelan mangsa yang lebih besar dari ukuran tubuhnya.

Ular terbesar di dunia, baik yang diukur berdasarkan panjang dan berat tubuh adalah ular dari keluarga biodae dan pythonidae. Mereka termasuk anaconda, python, dan boa yang semuanya ular yang tak berbisa. Berikut ini adalah deretan ular terbesar di dunia yang dirangkum dari berbagai sumber.

15. Ular Indigo

Ular ini termasuk dalam family Colubridae. Ini merupakan ular yang tidak beracun yang hidup di daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan, mencakup wilayah Brazil, Colombia, Ecuador, French Guyana, Guyana, Peru, Suriname dan Venezuela. Panjang ular yang bernama ilmiah Drymarchon corais ini bisa melebihi 3 meter dan beratnya antara 3-5 kg. Ciri khas ular ini adalah berwarna hitam atau biru tua yang indah, dan kepalanya berwarna oranye-merah.

14. Ular Olive Python

Olive python atau ular piton zaitun diberi nama karena kesesuaian warna kulitnya. Ular yang bernama latin Liasis olivaceus ini merupakan salah satu ular terbesar yang ada di Australia. Saat ada dua sub spesies dari klasifikasi ular piton ini, yakni: Liasis olivaceus barroni yang memiliki panjang tubuh 3-4 meter, dan Liasis olivaceus olivaceus yang memiliki panjang tubuh lebih kecil 2-3 meter. Ular ini tidak berbisa, tetapi tubuhnya yang serupa dengan mulga beracun (Pseudechis australis) menjadikan ia sering dibunuh. Python zaitun memakan mamalia kecil, burung, dan reptil.

13. Ular Boa Constrictor

Boa constrictor atau boa berekor merah adalah spesies ular berbadan besar. Ular ini adalah anggota keluarga Boidae yang ditemukan di Utara, Tengah, dan Amerika Selatan, serta beberapa pulau di Karibia. Ular ini sering kali menjadi reptil koleksi pribadi dan display publik, pola warnanya sangat bervariasi namun berbeda. Sepuluh subspesies saat ini diakui, meskipun beberapa di antaranya kontroversial. Bobot ular ini sampai lebih dari 45 kg dan panjangnya mungkin sampai 5 meter.

12. Ular Mamba Hitam

Mamba hitam (Dendroaspis polylepis) adalah ular berbisa yang endemik di sub-Sahara Afrika. Penamaan ular ini bukan dari warna sisiknya, tapi dari bagian dalam mulutnya, yang kehitam-hitaman. Ini adalah spesies ular berbisa terpanjang di benua Afrika, dengan panjang biasanya berkisar antara 2 meter sampai 3 meter, dan yang terpanjang sampai 4,3 sampai 5,5 meter. Mamba hitam adalah salah satu ular yang paling cepat bergerak di dunia, mampu bergerak pada kecepatan 11 km/jam (6,8 mph).

11. King Cobra, Ular Berbisa Terbesar

Raja kobra (Ophiophagus hannah) bukanlah salah satu ular terbesar di dunia. Tapi sejauh ini, ia merupakan ular berbisa terpanjang di dunia, jadi saya pikir pantas mendapat gelar yang terhormat dalam daftar ular terbesar di dunia. Raja kobra bisa mencapai panjang enam meter, menjadikannya sebagai salah satu ular terpanjang yang pernah ada.

10. Ular Anaconda Kuning

Anaconda kuning (Eunectes notaeus) adalah spesies boa yang endemik di Amerika Selatan. Ini adalah salah satu ular terbesar di dunia, namun tidak sebesar kerabat dekatnya, anaconda hijau. Seperti semua boa dan ular piton, ular anaconda kuning ini tidak berbisa. Mereka membunuh mangsanya dengan membelit. Anaconda kuning ditemukan di wilayah selatan Amerika Selatan, termasuk Paraguay, Brasil selatan, Argentina timur laut, dan Bolivia. Mereka tumbuh rata-rata 4,3-4,5 meter.

Mereka biasanya memiliki berat 25 sampai 35 kg, meskipun spesimen berukuran besar bisa memiliki berat 40 sampai 55 kg atau bahkan lebih. Ukuran maksimum tentu bisa lebih besar, dan Anaconda kuning betina dilaporkan telah diukur mencapai 6 meter.

9. Ular Apodara

Apodora adalah genus monotipik yang merupakan spesies ular python non-berbisa, yang dikenal juga phyton papuana, ditemukan di New Guinea. Tidak ada subspesies yang saat ini dikenali. Ular yang dewasa tumbuh dengan panjang di atas 6 meter. Namun, mereka tidak setimbang berat seperti ular piton lainnya, dengan berat tidak lebih dari sekitar 22,5 kg. Ular ini terkenal karena memiliki kemampuan untuk mengubah warna tubuh, meskipun mekanisme dan alasan yang tepat untuk perubahan warna tersebut masih belum sepenuhnya dipahami. Warnanya sudah pasti berubah saat ular sedang gelisah.

8. Ular Python Amethistina

Disebut juga Amethystine scrub python atau Morelia amethistina adalah spesies ular berbisa, yang dikenal sebagai amethystine, scrub python atau Sanca Permata yang ditemukan di Indonesia, Papua Nugini dan Australia. Ular ini yang terpopuler di antara penggemar reptil, dan terkenal karena warnanya dan ukurannya. Ini adalah satu dari enam ular terbesar di dunia, yang diukur berdasarkan panjang atau beratnya, dan merupakan ular asli terbesar di Australia dan Papua Nugini. Beratnya sampai 90 kg dan panjang lebih dari 6 meter. Rata-rata panjang tubuh ular ini sekitar 3,5 m dan panjang minimum 1,8 meter.

7. Ular Python India

Python India atau Python molurus adalah spesies python nonvenomous besar yang ditemukan di banyak daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Namanya dikenal sebagai python India, python berekor hitam dan ular python batu India. Spesies ini terbatas hidup di Asia Selatan. Ular ini umumnya berwarna lebih terang dari python Burma dan rata-rata mencapai 3 meter. Piton India, tetap lebih kecil, mencapai panjang maksimum sekitar 6,4 m (21 kaki), dan tubuhnya seberat 91 kg.

6. Ular Python Burma

Python Burma (Python bivittatus) adalah satu dari lima spesies ular terbesar di dunia. Ini adalah ular asli yang hidupnya di kawasan campuran daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan dan Tenggara. Hingga tahun 2009, ular ini dianggap sebagai subspesies Python molurus, namun sekarang dikenal sebagai spesies berbeda. Mereka sering ditemukan di dekat air dan kadang-kadang di habitat semi-akuatik, namun juga dapat ditemukan di pepohonan. Python Burma adalah subspesies terbesar ular piton India, panjang rata-ratanya lebih dari 5 meter, dan di dalam penangkaran mencapai 6,7 meter.

5. Ular Python Batu Afrika

Ular Python Batu Afrika (Python sebae) adalah ular besar dan non-venemous yang hidup di kawasan sub-Sahara Afrika. Ini adalah satu dari 11 spesies di genus Python yang masih lestari. Ular ini memiliki dua subspesies; satu ditemukan di Afrika Tengah dan Barat, yang lainnya di Afrika Selatan. Ular terbesar di Afrika dan satu dari enam spesies ular terbesar di dunia memiliki panjang tubuh mendekati 6 meter, dan panjang maksimumnya sampai 7,5 m. Ular ini ditemukan di berbagai habitat, mulai dari hutan hingga padang pasir yang dekat sumber air. Python batu Afrika membunuh mangsanya dengan membelit dan sering memakan hewan sampai seukuran antelop, bahkan buaya. Beratnya bisa mencapai 113 kg.

4. Ular Python Reticulatus

Python reticulated (Python reticulatus) adalah spesies python yang ditemukan di Asia Tenggara. Hal ini secara luas dianggap sebagai ular dan reptil terpanjang di dunia, namun bukan yang paling berat. Seperti semua ular piton, ini adalah pembatas nonvenomous dan biasanya tidak dianggap berbahaya bagi manusia. Meskipun spesimen yang besar cukup kuat untuk membunuh manusia dewasa, namun jarang sekali ada laporan ular ini menyerang manusia. Dengan panjang tubuh mencapai 10 meter, ular ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Di pertengahan tahun 2017 lalu, ular yang dikenal dengan nama Sanca Kembang ini sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Hal ini karena seorang pria dewasa bernama Akbar (25 tahun) di Mamuju – Sulawesi Barat, tewas dimangsa jenis ular ini yang panjangnya sekitar 10 meter. Sebelumnya Sanca Batik atau Sanca Kembang juga pernah ditemukan oleh sejumlah anggota angkatan pertahanan sipil Malaysia di Pulau Penang dengan panjang mencapai 8 meter.

3. Ular Anaconda Hijau

Anaconda hijau (Eunectes murinus), juga dikenal sebagai anaconda biasa atau boa air, adalah spesies boa yang tak berbisa yang ditemukan di Amerika Selatan. Ini adalah yang terberat dan salah satu spesies ular terpanjang yang pernah ada. Istilah anaconda sering mengacu pada spesies ini, meski istilahnya juga bisa digunakan pada anggota genus Eunectes lainnya.

Tubuh mereka dapat melebihi 227 kg (500 pon), namun rata-rata adalah 97,5 kg (215 lb) di antara 780 spesimen yang tertangkap selama periode tujuh tahun 1992-1998. Dengan panjang rata-rata 6 m (20 kaki) dan yang terpanjang mencapai lebih dari 10 meter, anaconda hijau adalah salah satu ular terpanjang di dunia. Anaconda hijau memiliki ketebalan kulit hampir 30 cm (12 inci).

2. Ular Gigantophis

Gigantophis garstini adalah ular raksasa yang telah punah. Sebelum ditemukannya fosil ular Titanoboa di Kolombia pada tahun 2009, Gigantophis dianggap sebagai ular terbesar yang pernah ada. Gigantophis hidup sekitar 40 juta tahun yang lalu di Sahara utara, di mana Mesir dan Aljazair sekarang berada. Menurut hasil analisis dan perbandingan dengan ular terbesar yang masih hidup di zaman ini, panjang ular Gigantophis ini diperkirakan 9,3 m – 12,7 m.

Publikasi tentang ular ini pertama kali dilakukan pada tahun 1901 oleh ahli paleontologi Charles William Andrews. Nama “garstini” diberikan untuk menghormati Sir William Garstin, yang merupakan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pekerjaan Umum di Mesir.

1. Ular Titanoboa

Sisa-sisa dari peradaban dinosaurus yang telah punah. Hidup di kawasan hutan yang sangat panas dan lembab, tumbuh di daerah yang sekarang kita kenal sebagai negara Kolombia, ular terbesar yang pernah ditemukan bernama Titanobia. Panjangnya mencapai 12-15 meter, dengan diameter tubuh mencapai 1 meter. Fosil yang ditemukan para arkeolog memang hanya sepanjang itu, namun mereka yakin Titanoboa bisa tumbuh lebih panjang lagi. Ular Titanoboa diperkirakan memiliki bobot tubuh lebih dari 1 ton.

Dengan ukuran tubuh yang besar tersebut, mungkin kita menduga bahwa Titanoboa bakal berburu mangsa dengan cara konvensional (membelit). Meskipun kesannya seperti itu, tapi banyak peneliti meyakini jika Titanoboa berburu dengan cara menyerang dan menerkam mangsanya secara langsung layaknya buaya. Soal mangsa, Titanoboa sering berburu buaya atau kura-kura purba.

Nah, demikianlah sederet daftar ular terbesar dan terpanjang di dunia. Sebagian besar memang bukan merupakan ular berbisa. Tapi dengan belitannya yang kuat, sudah cukup untuk melumpuhkan mangsanya. Jangan lupa share informasi ini di media sosial anda.

Tinggalkan komentar