12 Hal Menarik Ular Titanoboa, Reptil Terbesar Zaman Purba


ular titanoboa terbesar

Berapakah panjang ular yang pernah anda lihat secara langsung? 3 atau 5 meter? Pernahkah anda membayangkan ular yang panjangnya lebih dari 15 meter dan sebesar bus sekolah? Jika anda mencari informasi mengenai ular terbesar di dunia, maka menurut sains, jawabannya adalah ular Titanoboa.

Ular purba ini telah punah dan hanya menyisakan fosil-fosil yang menjadi bahan penelitian para ilmuwan. Nah, berikut ini disajikan sejumlah fakta atau lebih tepatnya hipotesis mengenai ular Titanoboa.

1. Ular Titanoboa punya panjang dan diameter tubuh yang mengerikan

Berdasarkan konstruksi tulang fosil yang ditemukan oleh para arkeolog di Kolombia, ular titanoboa diperkirakan memiliki panjang tubuh lebih dari 15 meter dengan diameter tubuhnya mencapai 1 meter dan berat mencapai 1.000 kg lebih.

2. Fosil ular titanoboa ditemukan di pertambangan

Fosil Titanoboa ditemukan oleh tim ilmuwan internasional di kawasan pertambangan batu bara di wilayah tropis Cerrejon, negara Colombia. Sebelumnya, memang tak pernah ditemukan fosil hewan bertulang belakang yang hidup 65-55 juta tahun silam di Amerika Selatan.

Pada zaman dinosaurus, Titanoboa adalah ular terbesar dalam sejarah dunia. Bahkan ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan ular Anaconda, yang selama ini dianggap sebagai ular terbesar di dunia.

3. Nama Titanoboa dari kata “Boa Titanic”

Menurut Smithsonian Channel yang membuat film dokumenter tentang ular ini, nama Titanoboa berarti “Boa Titanic” atau “Boa Raksasa”. Ini adalah genus ular yang sudah punah yang hidup sekitar 60 – 58 juta tahun lalu, pada zaman Paleocene, yaitu periode 10 juta tahun setelah kepunahan dinosaurus.

4. Mampu hidup dan beradaptasi dalam lingkungan yang ekstrim

Ular Titanoboa hidup setelah punahnya koloni dinosaurus akibat serbuan meteor yang menghantam bumi. Suhu bumi diperkirakan mencapai 90 derajat celcius. Alih-alih spesies ini punah, justru mampu menyesuaikan diri dalam suasana yang ekstrim di lingkungan yang panas sekaligus lembab. Bahkan gara-gara suhu yang lebih hangat seperti ini, tubuh mereka mampu tumbuh lebih besar lagi.

5. Ukuran tubuhnya menjadi besar karena suhu bumi yang meningkat

Ular adalah jenis reptil berdarah dingin. Oleh karena itu, ular memerlukan bantuan dari lingkungannya agar bisa menghangatkan tubuh dan bertahan hidup. Semakin besar tubuhnya, semakin besar pula panas dari luar yang dibutuhkan. Menurut teori yang dilansir dari situs Snake Fact, tubuh Titanoboa bisa tumbuh membesar karena suhu Bumi pada saat itu lebih panas dibandingkan dengan suhu Bumi saat ini.

Salah satu fenomena yang menguatkan teori ini adalah ular-ular besar seperti phyton dan anaconda ternyata hidup di wilayah tropis yang hangat. Sementara itu, jika semakin menjauh dari daerah khatulistiwa, ukuran tubuh ular yang hidup di wilayah tersebut semakin kecil.

6. Satu masa dengan kura-kura carbonemy

kura kura raksasaUlar titanoboa diperkirakan tidak hidup sezaman dengan para dinosaurus, tetapi lebih muda beberapa juta tahun. Para hewan telah melakukan evolusi dan bentuknya tak jauh beda dengan binatang di zaman sekarang. Para ahli menduga bahwa ular titanoboa satu periode dengan kemunculan kura-kura carbonemy, reptil yang ukuran tubuhnya sebesar mobil. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil kura-kura carbonemy tak jauh dari fosil ular titanoboa. Ini juga menjadi bukti valid pula jika ular Titanoboa juga memangsa Carbonemy untuk bisa bertahan hidup.

7. Ular Titanoboa memiliki cara berburu yang ekstrim

Hipotesa para ilmuwan memperkirakan bahwa dengan tubuh yang besar tersebut, ular titanoboa melakukan perburuan mangsa dengan cara yang tidak konvensional, membelit lalu menelan mangsanya. Tetapi, spesies ini melakukannya secara langsung seperti buaya, yakni menerkam dan menelan bulat-bulat makanannya.

8. Terlihat kecil jika dibandingkan dengan hewan raksasa lainnya

Meskipun dianggap sebagai ular raksasa, namun ukuran tubuh Titanoboa masih kalah jauh jika dikompirasi dengan beberapa makhluk purba lainnya. Misalnya saja dibandingkan dengan Amphicoelias Fragillimus yang memiliki panjang sekitar 58 meter, tentu ular Titanoboa ibarat seekor belut dihadapan seekor ayam.

9. Bentuknya dikonstruksi ulang oleh museum

Untuk menghapus rasa penasaran para pecinta reptil, Museum Smithsonian yang berada di Washington DC – Amerika Serikat, mencoba membuat replika ular ini. Hewan tersebut dibangkitkan kembali dalam bentuk patung yang kemudian dipamerkan di Grand Central di New York untuk mempromosikan film bertema reptil jumbo itu.

10. Jenis spesies titanoboa yang paling dikenal

ular terbesar di dunia titanoboaSpesies yang paling dikenal adalah Titanoboa cerrejonensis, merupakan reptil yang paling besar, paling panjang dan paling berat yang pernah ditemukan. Fosil Titanoboa cerrejonensis ditemukan di tambang batu bara Cerrejón di Kolombia utara tahun 2009.

Spesis tersebut menggantikan rekor penemuan sebelumnya yaitu ular Gigantophis tahun 1901. Dalam bidang penelitian pra sejarah, penemuan ular Titanoboa dianggap sebagai sebuah penemuan terbesar sejak ditemukannya T-Rex. Ular besar ini mengungkapkan kembali sebuah dunia yang hilang dari mahluk-mahluk raksasa.

11. Merupakan pemuncak rantai makanan di wilayahnya

Ukurannya yang sangat besar membuat ular Titanoboa menjadi predator super dari predator lainnya. Bahkan buaya dan kura-kura raksasa pun diduga menjadi salah satu mangsa favoritnya. Sejauh ini hanya Titanoboa Cerrejon saja yang diketahui merupakan satu-satunya spesies ular dalam genus titanoboa.

12. Penyebab musnahnya ular titanoboa

Sekitar 55 juta tahun yang lalu suhu Bumi di wilayah tropis diperkirakan jauh lebih panas dari saat ini. Bahkan suhunya diduga berada di angka 40-60º Celcius. Kemudian 10 juta tahun berikutnya Titanoboa punah karena suhu Bumi yang terus menurun hingga di angka 20-an. Faktor inilah yang diperkirakan mempengaruhi ukuran tubuh spesies ular yang semakin mengecil hingga saat ini.

Nah, demikianlah sederet data, fakta, dan hipotesa mengenai ular titanoboa, ular terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah manusia dan diakui secara ilmiah. Semoga informasi ini bermanfaat, dan jangan lupa share di media sosial..!!


Tinggalkan komentar