Negara manakah yang paling kaya dan termiskin di dunia saat ini? Seperti apakah gambaran perekonomian negara-negara tersebut? Jika ditanya negara manakah yang paling kaya di dunia saat ini, mungkin sebagian besar akan menjawab Amerika Serikat. Ya, asumsi ini bisa saja muncul karena banyak orang yang beranggapan bahwa Amerika Serikat adalah negara adi daya (super power) yang memiliki ribuan perusahaan besar kelas dunia, dan juga dihuni oleh miliarder miliarder kelas kakap, seperti Bill Gates, Warren Buffett, dan Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook.
Amerika Serikat memang memiliki pendapatan nasional terbesar dan sering dijadikan tolak ukur perekonomian bagi setiap negara di dunia. Namun, untuk menentukan gelar sebagai “Negara Terkaya Di Dunia” digunakan berbagai metode dan kalkulasi tertentu, salah satunya adalah dengan membandingkan besaran pendapatan nasional bruto atau GDP (Gross Domestic Product).
Indikator dan peringkat GDP Perkapita setiap negara dapat menjadi acuan dalam menentukan tingkat kesejahteraan dan kekayaan suatu negara. Secara sederhana, cara untuk menentukan angka GDP Perkapita tersebut adalah dengan membagi tingkat pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduknya di tahun itu.
Daftar Negara Terkaya di Dunia
Berbagai lembaga keuangan (moneter) internasional, seperti IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World Bank) telah melakukan riset dan pelaporan terkait GDP perkapita di semua negara. Nah, berdasarkan laporan terakhir yang dipublikasikan oleh IMF, dapat kami sajikan daftar peringkat negara-negara terkaya dan termiskin di dunia.
1. Qatar (US$ 129.726)
Sampai saat ini, Qatar menjadi salah satu negara pengekspor minyak bumi dunia. Negara yang beribu kota Doha ini berhasil memperoleh pendapatan nasional lebih dari 165 miliar dolar pada tahun lalu menurut data Bank Dunia. Dalam data laporan IMF per Oktober 2016, pendapatan GDP perkapita Qatar adalah 129.726 dolar. Ini artinya rata-rata penduduk di negara tersebut dalam setiap tahunnya memperoleh penghasilan sekitar 1,7 miliar rupiah atau kurang lebih Rp 150 juta per bulan.
2. Luxemburg (US$ 101.936)
Negara Luxemborg ini dikelilingi oleh tiga negara maju yaitu Perancis, Jerman dan Belgia menjadikannya selain kaya di sisi ekonomi juga kaya dalam hal budaya terbukti dari penggunaan tiga bahasa resmi yaitu Perancis, Jerman dan Luxemborg. Negara ini mempunyai tingkat pengangguran dan inflasi yang rendah. Dari sektor industri, kebanyakan di dominasi oleh perindustrian baja, karet, dan lainnya. Pendapatan rata-rata penduduknya setiap tahun adalah 1,3 miliar atau sekitar 110 juta rupiah per bulan.
3. Singapore (US$ 87.082)
Sumber kekayaan dan pendapatan negara yang pernah bergabung dengan Malaysia tersebut berasal dari sektor pelayanan jasa, industri kimia, dan beberapa sektor ekonomi lainnya. Statistik Singapura merupakan yang paling tinggi di antara negara-negara lainnya yang masuk dalam wilayah Asia dihitung dalam pertumbuhan infrastruktur, rekrutmen pekerja, dan indikasi sosial. GDP per kapita pada tahun lalu di Singapura dilaporkan telah mencapai tingkat USD 87.082 (IDR 1,13 miliar).
4. Brunei Darussalam (US$ 79.710)
Negara yang beribu kota Bandar Sri Begawan tersebut tercatat sebagai salah satu eksportir gas alam cair (liquid petrolium gas) terbesar di dunia. Selain itu, perekonomian mereka juga digerakkan oleh berbagai perusahaan dalam dan luar negeri, serta didukung oleh pemerintahan yang kuat. Wajar jika negara yang memiliki luas 5.765 km persegi ini punya pendapatan per kapita 79.710 dolar AS atau lebih dari 1,03 miliar rupiah.
5. Kuwait (US$ 71.263)
Sepuluh negara paling makmur memang didominasi oleh Eropa dan Asia, salah satunya adalah Kuwait. Negara Kuwait dilaporkan sebagai salah satu negara Muslim terkaya di dunia dengan catatan tingkat GDP per kapita mencapai USD 71.263 di tahun lalu. Kekayaan yang dimiliki oleh negara monarki ini, 95%-nya berasal dari ekspor cadangan minyak mentah dunia yang mencapai 10% atau sekitar 104 juta barel.
Selain itu, dari sektor jasa keuangan, negara yang memakai mata uang Dinar ini juga dikenal memiliki sistem perbankan yang baik dan mumpuni. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya The National Bank of Kuwait sebagai bank terbesar yang ada di Arab.
6. Irlandia (US$ 69.374)
Rata – rata pertumbuhan PDB waktu itu sebesar 6 %. Sayangnya, semenjak terjadinya krisis ekonomi global, tepatnya pada tahun 2008, kegiatan ekonomi dalam negeri menjadi menurun. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kondisi ekonomi negara Irlandia dan sempat mengalami krisis. Berbagai upaya akhirnya berhasil membawa ekonomi Irlandia berada pada kondisi stabil. Saat ini, pendapatan per kapita penduduknya berada di angka 69.374 dolar atau sekitar 902 juta rupiah.
7. Norwegia (US$ 69.296)
Hampir sebagian besar income negara ini berasal dari dari sektor laut, selain kaya dengan hasil tambang seperti minyak bumi dan gas alam. Luas total Norwegia adalah 385,525 km² dan populasi penduduknya sebesar 4.9 juta. Dengan kondisi negara yang stabil dan maju, Norwegia mampu mencapai pendapatan per kapita sebesar 69.295 dolar AS atau sekitar Rp 900 juta.
8. Uni Emirat Arab (US$ 67.696)
Sejak 1973, United Arab Emirates telah mengalami perubahan dari negara kecil yang terletak di gurun menjadi negara modern dengan taraf kehidupan yang tinggi. Selain minyak dan gas, sektor yang turut andil mendorong perekonomian UEA adalah pelayanan dan telekomunikasi. GDP per kapita Uni Emirat Arab berada di kisaran 67.696 dolar atau sekitar 880 juta rupiah.
9. Swiss (US$ 59.375)
Sejumlah kotanya juga berkali-kali didaulat sebagai negara dengan standar kehidupan terbaik di dunia. Swiss juga mendapatkan rating tertinggi di Eropa untuk Indeks Kebebasan Ekonomi 2010. Pendapatan per kapita negara ini pun lebih tinggi daripada kebanyakan negara Eropa Barat lainnya, dan Jepang. Tahun lalu GDP Swiss tercatat pada angka 59.375 dolar atau sekitar 772 juta rupiah.
10. Hongkong (US$ 58.094)
Hong Kong menjadi pusat penting bagi perdagangan dan keuangan dunia, dan banyak menjadi kantor pusat korporat-korporat besar di kawasan Asia Pasifik. Sektor pariwisata juga menjadi salah satu daya dorong perekonomian Hongkong. Daerah yang kecil dengan jumlah penduduk yang besar, yakni sekitar 7,5 juta jiwa membuat Hong Kong sebagai salah satu kawasan padat penduduk. Namun demikian, daerah ini tetap menjadi kawasan yang memiliki pendapatan per kapita tinggi, yakni sekitar 58.094 dolar atau lebih dari 755 juta rupiah.
Daftar Negara Termiskin di Dunia
Daftar peringkat sepuluh negara yang dijuluki sebagai negara terkaya di dunia telah dipaparkan di atas. Sebagai penyeimbang informasi tersebut, kami sajikan pula 10 negara yang dianggap paling miskin di dunia dengan pendapatan per kapita yang rendah. Berikut ini adalah uraiannya, dimulai dari rangking ke sepuluh.
10. Madagaskar (US$ 1.504)
9. Eritrea (US$ 1.321)
Lebih miskin dari Madagaskar adalah Eritrea, sebuah negara yang terletak di bagian timur laut Afrika. Eritrea berbatasan dengan Sudan di sebelah barat, Ethiopia di selatan, dan Djibouti di tenggara. Negara yang merdeka tahun 1993 ini memiliki pendapatan per kapita pada angka 1.321 dolar atau hanya 17,1 juta rupiah.
8. Guinea (US$ 1.271)
Sungai Niger bermulai di Guinea dan terus hingga ke arah timur. Ekonomi utama tergantung pada sektor pertanian. Beberapa produk utama untuk ekspor antara lain ikan, kacang mede dan kacang tanah. Negara yang beribu kota Conakry ini memiliki pendapatan per kapita sebesar 1.271 dolar Amerika.
7. Mozambik (US$ 1.228)
Perekonomian negara Mozambik sebagian besar bergantung pada pertanian, namun industri, terutama makanan dan minuman, pabrik kimia, aluminium, dan produksi minyak bumi semakin bertambah, begitu pun dengan sektor pariwisata.
6. Malawi (US$ 1.139)
Dengan pendapatan per kapita hanya sebesar 15 juta rupiah, kondisi ekonomi Republik Malawi tentu lebih parah dari Mozambik. Negara yang beribu kota Lilongwe ini merupakan negara Afrika yang terletak bagian selatan, dan berbatasan langsung dengan Mozambik.
5. Niger (US$ 1.113)
Republik Niger (bukan Nigeria) adalah sebuah negara yang terkurung oleh daratan (landlocked) di bagian barat Afrika. Niger berbatasan dengan Nigeria dan Benin di sebelah selatan; Mali di barat; Aljazair dan Libya di utara; dan Chad di sebelah timur. Pusat kegiatan ekonomi terkonsentrasi di sekitar lahan yang subur di selatan negeri, ekspor bahan baku, terutama bijih uranium. Wilayah yang kering dan sebagian merupakan daerah gurun menjadikan negara yang beribu kota Niamey ini larut dalam kemiskinan dengan pendapatan perkapita hanya di angka USD 1.113 atau 14 juta rupiah (Rp 1,2 juta/bulan).
4. Liberia (US$ 882)
Sebelum tahun 1990 Liberia juga mampu mengekspor karet. Namun, pecahnya perang saudara yang berpanjangan telah menghancurkan banyak infrastruktur negara, sehingga Liberia sangat tergantung kepada bantuan luar negeri. Pada 2005 negara ini memiliki tingkat pengangguran 85%, terburuk di dunia. Tingkat GDP per kapita negara yang beribu kota Monrovia ini hanya 882 dolar atau 11,5 juta rupiah.
3. Burundi (US$ 818)
Di posisi ke tiga termiskin adalah negara Burundi yang beribu kota Bujumbura. Burundi adalah sebuah negara tanpa laut di daerah Danau Besar di tengah benua Afrika. Meskipun telah merdeka sejak tahun 1962 dari Belgia, negara berpenduduk 10 juta jiwa ini tetap tak mampu bangkit dari kemiskinan. Selain sumber daya alam yang tak berlimpah, konflik dan perang antar suku sering kali membuat perkembangan menjadi terhambat. Pendapatan per kapita negara Burundi hanya sebesar 818 dolar amerika.
2. Kongo (US$ 784)
Republik Demokratik Kongo, (sebelumnya bernama Zaire antara tahun 1971 dan 1997), adalah sebuah Negara di Afrika bagian Tengah. Perang saudara dan kekerasan yang berkepanjangan telah menghancurkan infrastruktur dan perekonomian negara tersebut. Sumber daya mineral yang berlimpah banyak habis digunakan untuk mendanai perang dan keuntungan bagi segelintir orang. Negara yang beribu kota Kinshasa ini merupakan negara paling miskin ke dua, dengan pendapatan per kapita hanya 784 dolar atau 10,2 juta rupiah.
1. Republik Afrika Tengah (US$ 656)
Sektor pertanian memang menjadi andalan bagi penduduk di negara ini, disamping juga perikanan dan pertambangan mineral. Negara ini sering mengalami dampak inflasi, sehingga pendapatan per kapitanya hanya di angka 656 dolar, sekitar 8,5 juta rupiah. Ini artinya, penduduk yang berpenghasilan hanya mampu memperoleh income sebesar 710 ribu rupiah per bulan.
Lalu, bagaimanakah dengan posisi Indonesia? Berdasarkan data IMF seperti yang dimuat pada situs GFMag, negara Indonesia berada di rangking ke-100 dari 189 negara. Tingkat produk domestik bruto (PDB) berdasarkan daya beli parity (PPP) per kapita berada di angka 11.699 USD atau sekitar 152 juta rupiah.