25 Negara dengan Ekonomi Terbesar di Dunia Tahun 2030

Negara apakah yang akan memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia dalam 20-30 tahun mendatang? Bagaimana kekuatan finansial negara yang menjadi adi daya tersebut? Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh PricewaterhouseCoopers, salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia mengenai munculnya pasar baru yang akan mulai mendominasi posisi ekonomi tertinggi dunia pada tahun 2030.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa dominasi ekonomi oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China akan ditantang dengan pasar negara berkembang seperti Brazil dan India. Dalam laporan ekonomi tersebut juga dipaparkan posisi setiap negara berdasarkan proyeksi produk domestik bruto global, melalui teori paritas daya beli (PPP).

Purchasing power equality (PPP) adalah teori ekonomi yang membandingkan mata uang dari berbagai negara melalui pendekatan pasar “keranjang barang”. Berdasarkan kajian data dan riset yang dilakukan, dapat diuraikan daftar negara-negara yang bakal memiliki kekuatan ekonomi yang berpengaruh dan kuat secara global. Mari kita mulai dari urutan ke-25.

25. Malaysia

Malaysia, negara tetangga dan serumpun dengan Indonesia diprediksi akan berada dalam urutan ke-25 sebagai negara dengan ekonomi terbesar dan kuat di tahun 2030 mendatang. Negara yang beribu kota Kuala Lumpur ini diperkirakan memperoleh pendapatan US$ 1,51 triliun pada 2030. Ini adalah kenaikan besar, mengingat Malaysia saat ini menghasilkan US$ 0,92 triliun dan berada di urutan ke-26.

Di antara 3 ekspor terbesar Malaysia saat ini adalah mesin dan peralatan listrik senilai 58,33 miliar dolar, yaitu 30,8% dari total ekspor, bahan bakar mineral termasuk minyak mentah senilai 26,55 miliar dolar dan mesin termasuk komputer senilai 22,04 miliar dollar.

24. Filipina

Filipina adalah satu dari 4 negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar ini. Pendapatan ekonomi Filipina pada tahun 2030 diperkirakan mencapai US$ 1,62 triliun, melebihi Malaysia sebesar 109,52 miliar dollar.

23. Australia

Negara yang disebut “Land Down Under” ini berada di peringkat 23 dengan mata uang Australia yang tinggi, bisa kita katakan dengan cukup baik. Negara kanguru ini kaya akan sumber daya alam dan menjadi pengekspor utama produk pertanian seperti gandum dan kapas; mineral seperti emas dan energi seperti batu bara dan gas alam cair. Nilai akuisisi oleh Australia pada 2030 diperkirakan mencapai US$ 1,67 triliun.

22. Thailand

Sebanyak US$ 1,74 triliun diperkirakan diperoleh oleh negara tetangga Indonesia yang berada di utara semenanjung ini. Negara gajah putih berada di peringkat 2 dalam daftar ini untuk negara-negara Asia Tenggara. Thailand juga terkenal dengan industri otomotif dan barang elektrokimia. Thailand juga merupakan salah satu eksportir produk pertanian terbesar seperti beras, udang, umbi, karet dan gula.

21. Nigeria

Meskipun Nigeria dikatakan telah mengalami pergolakan politik setelah masalah kesehatan presiden di negara tersebut, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk menjadi salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi besar pada tahun 2030 mendatang, dengan omset sebesar US$ 1,80 triliun. Bagi Anda yang tidak tahu, Nigeria adalah pemasok minyak mentah Afrika terbesar ke India, yaitu sekitar 400.000 barel per tahun, memberikan keuntungan 10 miliar dolar per tahun.

20. Pakistan

Saat ini, Pakistan menempati urutan ke-24 dalam daftar ini, dan diperkirakan berada di peringkat 20 pada 2030. Ini adalah negara dengan produk domestik bruto nominal terbesar ke-42 di dunia. Inti pertumbuhan ekonomi Pakistan terletak di sepanjang Sungai Indus dengan diversifikasi ekonominya di Karachi dan pusat kota utama Punjab. Pada 2030, Pakistan diperkirakan memperoleh pemasukan sebesar US$ 1,87 triliun .

19. Mesir

Negara yang memiliki salah satu keajaiban dunia ini diperkirakan mencapai omset US$ 2,05 triliun. Beberapa diantara produk ekspor utama Mesir adalah minyak alami, dan juga produk non-minyak bumi seperti pakaian jadi, tekstil katun, obat-obatan, produk petrokimia, buah sitrus, nasi, bawang kering. Dan ekspor terakhir dari Mesir adalah semen, baja dan keramik.

18. Kanada

Kira-kira US$ 2,16 triliun diperoleh oleh negara Maple Leaf pada tahun 2030. Meskipun berada dalam daftar ini, posisi ini agak mengecewakan bagi Kanada karena mereka saat ini berada di peringkat 17. Meski posisi mereka diproyeksi turun level, namun nilainya meningkat, karena kini mencapai US$ 1,75 triliun.

17. Spanyol

Seperti Kanada, Spanyol juga turun 1 peringkat, yang saat ini berada di peringkat 16. Dan juga seperti Kanada, nilai pendapatannya meningkat karena kemunculan pasar ekonomi yang lebih baik. Saat ini omset ekonomi Spanyol telah mencapai US$ 1,77 triliun, dan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 2,17 triliun pada tahun 2030.

16. Iran

Walaupun Iran saat ini adalah negara yang diboikot (embargo) dunia, negara tersebut tidak menyangkal ekonomi mereka berada di antara negara-negara besar. Iran dianggap sebagai “pembangkit tenaga listrik” karena memiliki 10% cadangan minyak dan 15% cadangan gas dunia. Ekspor utama Iran saat ini adalah minyak bumi, yaitu 80% dari ekspornya. Sebanyak US$ 2,36 triliun diperkirakan akan diperoleh Iran pada 2030.

15. Italia

Negara keju dan pizza ini tidak terkecuali masuk dalam daftar ini. Meski terkenal dengan produk makanannya, banyak yang tidak tahu bahwa Italia memiliki ekonomi 3 terbaik di zona Eropa. Diantara ekspor yang menghasilkan ekonomi Italia adalah barang teknik, peralatan listrik, kendaraan, kapal dan pesawat terbang, pakaian dan alas kaki, bahan kimia dan banyak lagi. Sebanyak US$ 2,55 triliun diperkirakan diakuisisi oleh Italia pada 2030.

14. Korea Selatan

Tidak lengkap daftar ini jika tidak ada Korea Selatan. Korea Selatan diperkirakan akan berada di peringkat 14 pada 2030, sama seperti posisi saat ini, hanya selisih pendapatan dari US$ 2,03 triliun pada 2017 menjadi US$ 2,66 triliun dalam 13 tahun ke depan. Ekspor utama Korea Selatan adalah semikonduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel (smartphone), kendaraan bermotor (Hyundai, Kia, SsangYong, Daewoo), komputer, baja, kapal, petrokimia dan banyak lagi. Mitra ekspor utama mereka adalah China, Amerika Serikat, Jepang, Hong Kong dan Singapura.

13. Arab Saudi

Dengan 18% cadangan minyak dunia, Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia. Ini juga memainkan peran penting dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk waktu yang lama. Bagi Arab Saudi, industri perminyakan menyumbang hampir semua pendapatan pemerintah dan pendapatan ekspor. Pada tahun 2030, pendapatan Arab Saudi diperkirakan mencapai US$ 2,76 triliun .

12. Turki

Turki diperkirakan akan naik satu tingkat pada 2030, dengan selisih pendapatan dari US$ 2,09 triliun menjadi US$ 3,01 triliun. Pada 2016 saja, pendapatan dari ekspor adalah 150,36 miliar dolar. Industri utama di Turki meliputi tekstil, pengolahan makanan, elektronik, perjalanan dan banyak lagi, dengan mitra ekspor seperti Jerman, Inggris, Irak, Italia, Prancis dan Amerika Serikat.

11. Prancis

Prancis saat ini merupakan negara dengan ekonomi ekspor terbesar ke enam di dunia, dengan pendapatan sebesar setengah triliun dolar pada tahun 2015. Beberapa di antara ekspor utama Prancis adalah pesawat terbang, helikopter / pesawat ruang angkasa, obat-obatan kemasan, mobil, suku cadang mobil dan turbin gas. Negara Menara Eiffel ini diperkirakan akan memperoleh US$ 3,39 triliun pada 2030.

10. Inggris

Meskipun menjadi salah satu kekuatan terbesar di dunia, pemulihan ekonomi Inggris yang didasarkan pada produk domestik bruto global sistem masih kalah dengan negara-negara berkembang. Diperkirakan berada di peringkat 10 pada 2030, Inggris diperkirakan akan mencapai tingkat pengembalian ekonomi sebesar US$ 3,65 triliun, meningkat sebesar 0,74 triliun dolar dibandingkan tahun 2017.

9. Meksiko

Sebuah kenaikan substansial bagi Meksiko yang telah berhasil menempati posisi 10 besar. Pada 2017 Meksiko berada di peringkat 11, namun diperkirakan berada di peringkat 9 pada 2030, dengan omset US$ 3,67 triliun. Beberapa orang berpendapat bahwa ekspor terbesar Meksiko adalah obat-obatan, tapi sebenarnya adalah produk kendaraan dengan nilai ekspor sebesar 88,33 miliar dolar pada tahun 2016. Mitra ekspor utama Meksiko adalah tetangganya, Amerika Serikat yang membeli 80,3% produk ekspornya.

8. Brasil

Meskipun Brasil memiliki karakteristik ekonomi maju seperti ekonomi terbesar di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, namun negara Samba ini masih dianggap sebagai negara berkembang karena produk domestik bruto per kapita yang rendah, tingkat hidup yang rendah, tingkat kematian bayi yang tinggi dan lebih banyak lagi. Negara Brazil merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat dari tahun 2000 sampai 2012, dengan tingkat pertumbuhan produk domestik bruto di atas 5%. Diharapkan pemulihan ekonomi Brasil pada 2030 akan menjadi mereka mendapatkan US$ 4,45 triliun.

7. Jerman

Jika omset ekonomi negara lain meningkat secara dramatis pada 2030, hal itu tidak terjadi untuk Jerman. Meskipun masih mempertahankan posisi 10 terbaik, ekonomi Jerman diperkirakan sedikit menurun dibandingkan tahun 2017, yakni di angka 4,55 triliun dolar.

6. Rusia

Pada 2017 Rusia berada di peringkat 6, dan posisi ini diprediksi sama pada tahun 2030. Namun, pendapatan ekonomi Rusia meningkat sebesar 20% dari US$ 3,95 triliun menjadi US$ 4,74 triliun pada tahun 2030. Ekspor utama Rusia adalah industri energi yaitu minyak mentah dan minyak bumi serta gas dan batubara.

5. Indonesia

Menjadi peringkat 5 dalam daftar ini, dan juga yang teratas di Asia Tenggara, Indonesia diperkirakan memperoleh pendapatan ekonomi US$ 5,44 triliun pada tahun 2030. Ini hampir 4 kali omset Malaysia pada tahun 2030. Dalam laporan yang sama juga dijelaskan bahwa ekonomi Indonesia diproyeksi menjadi 4 besar dunia pada tahun 2050. Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, mencakup minyak mentah, gas alam, timbal, tembaga dan emas sebagai ekspor utama.

4. Jepang

Negara matahari terbit yang juga merupakan salah satu negara maju, diperkirakan menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar US$ 5,62 triliun pada 2030, tertinggi ke empat di dunia. Menurut Economic Complex Index (ECI), ekonomi Jepang adalah ekonomi paling kompleks di dunia. Dan seperti yang diketahui, di antara ekspor utama Jepang adalah kendaraan yang menyumbang 22% dari total ekspor, alat elektronik seperti komputer (19,2%) serta mesin dan peralatan listrik (15,2%).

3. India

Diperkirakan posisi India tidak berubah, yaitu berada di peringkat 3 pada 2017 dan pada tahun 2030. Tiga produk ekspor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi India adalah obat-obatan yang meningkat sebesar 188,4% sejak 2009, kendaraan (kenaikan 245%) dan pakaian serta aksesorisnya. Diperkirakan India akan menghasilkan pendapatan pada tahun 2030 sebesar US$ 19,56 triliun, yaitu 4 kali dari negara kita.

2. Amerika Serikat

Seperti yang diperkirakan, Amerika Serikat berada di daftar 3 teratas. Amerika Serikat dianggap sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia, dan dolar AS adalah mata uang yang paling banyak digunakan dalam transaksi internasional. Perekonomian di Amerika Serikat sangat beragam dan mereka membuat produk mesin, termasuk komputer sebagai produk ekspor terbesar sebesar 13,1% dari total ekspor. Pada tahun 2030, pendapatan AS diperkirakan mencapai US$ 23,53 triliun, meningkat hampir US$ 4,76 triliun dibandingkan tahun 2017.

1. Cina

Dan tidak diragukan lagi di posisi pertama dalam daftar ini adalah negara dengan populasi tertinggi di dunia, yaitu China. Perekonomian China adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 10% selama 30 tahun. Yang memungkinkan China untuk menjadi pionir dalam ekonomi dunia adalah karena perannya sebagai pusat global di industri manufaktur, ekonomi manufaktur terbesar di dunia dan pengekspor barang terbesar di dunia. Sebesar US$ 38,09 triliun diperkirakan akan dicapai China pada tahun 2030, meningkat sebesar 14,76 triliun dollar dibandingkan tahun 2017.

Tinggalkan komentar