Bolehkah Ibu Hamil Minum Es? Boleh, Asalkan…

Bolehkah wanita atau ibu hamil minum air es dan kopi? Apa resiko yang mungkin terjadi jika ibu hamil sering minum es, kopi atau teh? Memang, kehamilan bagi seorang perempuan merupakan kondisi yang harus penuh kehati-hatian, bukan saja dalam hal gerakan, tetapi juga dalam asupan makanan yang dikonsumsi. Hal ini tidak terlepas dari faktor keselamatan si jabang bayi yang masih dalam kandungan.

Dalam hal pantangan makanan, tentu ada beberapa jenis makanan yang harus diatur porsinya, sebut saja misalnya minuman berkarbonasi yang bisa mengganggu kesehatan janin karena kandungan gulanya yang tinggi. Lalu, bagaimana dengan air es? Bolehkah ibu hamil mengkonsumsinya? Adakah efek buruk yang ditimbulkan jika minum air dingin atau kopi?

Pada postingan artikel kali ini, akan kami uraikan mengenai baik buruknya mengkonsumsi air dingin atau air es bagi ibu hamil yang kami rangkum dari berbagai sumber. Perlu anda ingat, bahwa tulisan ini tidak bisa menjadi acuan mutlak karena yang terbaik adalah langsung berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau ahli kandungan. Sebagai gambaran awal, mungkin tulisan ini bisa memberi persepsi dini untuk anda yang sedang hamil.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Air Es?

Minuman es yang dimaksud pada tulisan ini adalah air putih yang dicampur dengan es batu atau juga air dingin yang disimpan di dalam kulkas. Bukan es minuman yang dicampur dengan gula dan buah-buahan atau juga es krim. Jadi, bolehkah ibu hamil minum air es?

Di masyarakat sering kali beredar mitos bahwa air dingin yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat membuat bayi dalam kandungannya tumbuh lebih besar sehingga akan menyulitkan proses kelahiran. Para orang tua dan suami sering kali memaksa si ibu hamil untuk mengkonsumsi air hangat dengan harapan si janin bayi akan lebih hangat. Persepsi ini tentu agak keliru. Jika si ibu tidak menyukai minuman air hangat maka dia akan cenderung mengurangi asupan air putihnya. Padahal penting bagi seorang wanita yang mengandung untuk mengonsumsi air putih setidaknya 10-12 gelas sehari agar tidak terdehidrasi.

Selain gemuk, mitos lain yang dikaitkan dengan konsumsi air es selama masa hamil adalah adanya kembar air atau polyhidramnion. Kondisi ini terjadi karena air ketuban pada ibu hamil jumlahnya melebihi ukuran normal (1-2 liter). Jumlah air ketuban yang berlebih tersebut dapat terjadi sebagai bagian dari kelainan kongenital atau adanya gangguan pada sistem pencernaan janin sehingga tidak bisa mengkonsumsi air ketuban dengan baik.

Kelainan yang terjadi pada bagian plasenta dan konsumsi obat-obatan juga bisa menjadi salah satu hal yang mempengaruhi kondisi tersebut. Hal ini berarti mitos kembar air tidak ada kaitannya dengan mengkonsumsi air es saat hamil.

Bahayakah Wanita Hamil Minum Air Es?

Mengutip dari artikel yang diterbitkan di situs majalahpama.my, mengkonsumsi air es bagi wanita hamil tidak akan membahayakan ibu dan bayinya. Pertumbuhan bayi tidak ada hubungannya dengan suhu air yang diminum oleh ibu. Jika yang kita minum adalah air es batu atau air dingin, maka tubuh kita pun menjadi lebih dingin. Akibatnya, tubuh kita akan menggunakan lebih banyak kalori untuk menaikkan kembali suhu tubuh kita ke tingkat normal. Ini berarti, peningkatan berat badan si wanita hamil tidak akan banyak meningkat.

Ibu hamil memiliki suhu tubuh yang panas dan mudah berkeringat. Kondisi ini akhirnya akan mengurangi jumlah kalori yang telah ada, sehingga membuat ibu hamil lebih mudah merasa lelah. Alasan itulah yang membuat ibu hamil ingin selalu menginginkan makanan dan minuman yang segar.

Pada umumnya, ukuran dan berat badan bayi lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

  • Genetik, artinya orang tua yang berbadan besar atau memiliki masalah obesitas cenderung akan mempunyai anak berukuran lebih besar. Demikian juga jika si ibu sebelumnya pernah melahirkan bayi dengan bobot lebih, akan berpeluang melahirkan bayi yang sama.
  • Bayi yang lahir melebihi waktu perkiraan akan cenderung lebih besar / berat rata-rata.
  • Bayi berjenis kelamin laki-laki cenderung mempunyai berat badan lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan.

Jadi, belum ditemukan fakta bahwa air es akan membuat bayi lebih gemuk. Nah, jika si ibu gemar minuman dingin, jangan khawatir. Pastikan dia minum dalam asupan yang mencukupi agar tingkat hidrasi selalu normal selama kehamilan tersebut. Minum air hangat atau air putih pada suhu normal adalah lebih bagus, karena tubuh tidak perlu menggunakan energi untuk menaikkan suhu air ke tingkat yang sama dengan suhu tubuh.

Pilek dan asma yang terjadi sebenarnya terkait dengan infeksi virus akibat antibodi yang lemah. Air dingin tidak melemahkan antibodi, tetapi justru menguatkannya. Selain itu, dengan minum air es saat hamil, bisa membantu merangsang pergerakan bayi di dalam kandungan. Jika si ibu khawatir karena tidak merasakan pergerakan bayi seperti biasanya, maka dengan minum es saat hamil dapat merangsang bayi untuk bergerak. Si jabang bayi akan merasakan dinginnya es dan cenderung untuk menghindari suhu tersebut.

Disamping itu, asupan cairan tubuh yang terpenuhi juga mempengaruhi jumlah produksi air susu ibu (ASI). Jika air kurang, maka saat bayi telah lahir, ia akan tidak mendapat ASI yang cukup dari ibunya, hal ini malah akan merugikan bayi karena dapat menyebabkan bayi dehidrasi dan tidak tumbuh dengan baik.

Risiko Minum Air Es bagi Ibu Hamil

Minum air es akan berisiko bagi wanita hamil jika air atau es batu yang diminum adalah air yang belum dimasak, tidak higienis, dan ditambahkan dengan gula dengan kadar berlebih. Lalu, bagaimana jika minum air es terasa membosankan? Cobalah minuman lain yang tetap menyehatkan, misalnya jus buah tanpa gula, susu, atau air kelapa muda. Jenis minuman yang dihindari adalah minuman bersoda karena mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Selain itu, usahakan untuk tidak mengonsumsi kopi maupun teh, karena kedua jenis minuman ini bersifat diuretik, yang akan menyebabkan Anda sering buang air kecil.

Efek meminum air es sering disama artikan dengan dampak mengonsumsi es krim atau minuman es dingin lainnya yang banyak mengandung gula. Yang sebenarnya berbahaya adalah saat si ibu hamil sering mengonsumsi yang manis. Inilah yang sebenarnya salah satu faktor penyebab ukuran bayi membesar. Selain itu, kandungan gula berlebih yang dikonsumsi oleh ibu hamil yang menderita penyakit diabetes membuat suplai gula ke janin bayi juga menjadi berlebih.

Maka ketika proses persalinan, bayi cenderung akan lahir dalam bobot yang besar dan tentunya akan menyulitkan si ibu untuk proses melahirkan. Jadi bukan air dinginnya yang bisa membuat bayi menjadi besar, karena sebenarnya cairan ini akan tetap dikeluarkan nantinya dalam bentuk urin.

Tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya ketika hamil menghindari meminum air dingin setelah makan, karena dapat membuat proses kecepatan sistem metabolisme tubuh menjadi lebih lambat dalam mencerna dan menyerap makanan. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan mengonsumsi air hangat setelah selesai makan. Lalu, bagaimana dengan kopi dan teh?

Bolehkah Ibu Hamil Minum Teh dan Kopi?

Saat hamil, wanita tak harus berpantang untuk mengkonsumsi minuman teh atau kopi, tetapi mulai mengurangi kadar atau jumlahnya. NSW Health (Lembaga Kesehatan New South Wales) memberi rekomendasi agar ibu hamil tidak minum lebih dari 200mg kafein sehari. Kadar tersebut setara dengan dua gelas kopi instan atau empat cangkir teh dengan rasa sedang atau cokelat panas per hari.

Semtentara bila meminum kopi dari buatan kafe, maka kandungan kafeinnya bisa lebih dari 200mg dalam satu cangkir, tergantung jenis biji kopinya dan bagaimana cara membuatnya. Misalnya, biji kopi robusta cenderung memiliki kandungan kafein lebih banyak dari biji kopi arabika.

Lalu, apa efek dari kopi dan teh pada wanita hamil?

Kafein yang terdapat pada kopi dan teh (tehine) merupakan stimulan, yang meningkatkan denyut jantung dan metabolisme, yang pada gilirannya mempengaruhi bayi Anda yang sedang berkembang. Kopi dan teh yang diminum secara rutin bisanya membuat kita ketagihan (adiktif). Jika mengkonsumsinya dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan insomnia, gugup, dan sakit kepala.

Kopi dan teh juga merupakan zat diuretik, yang menyebabkan tubuh ibu hamil kehilangan air dan cairan lainnya, dimana semua itu dibutuhkan untuk mempertahankan kehamilan yang sehat. Teh dan kopi juga dapat menghambat kemampuan tubuh ibu hamil dalam menyerap zat besi jika ibu hamil mengkonsumsinya dengan makanan atau dalam rentang waktu setengah jam dari waktu makan.

Untuk mengurangi kafein dalam kopi dan teh, sebaiknya masak minuman tersebut dengan waktu yang lebih singkat. Jika ibu hamil menyukai secangkir teh, seduh teh celup selama hanya satu menit dan bukannya lima menit. Dengan cara ini akan mengurangi kafein sebanyak setengahnya.

Jika Anda penyuka kopi , teh atau penggemar cokelat, efek pengurangan kafein tidaklah mudah. Untuk meminimalkan gejala, seperti sakit kepala, kelelahan, dan mengantuk, maka kurangilah secara bertahap. Kurangi hingga sampai setengah cangkir dari minuman setiap hari.

Tinggalkan komentar