50 Pantun Gombal Buat Pacar Tersayang, Makin Romantis

‘Ngegombalin’ pacar dengan kata-kata cinta, mungkin sudah sering Anda lakukan. Nah, agar tak jemu, Anda bisa mencoba memberikan gombalan manis dengan mengungkapkan pantun-pantun gombal yang romantis dan sekaligus menghibur.

Di beberapa daerah, para kaula muda sering merayu atau pun melakukan ‘pdkt’ dengan berpantun ria. Merayu pacar atau pun calon pacar dengan pantun gombal memang akan terkesan lebih ringan, menghangatkan suasana, dan terkadang bisa cukup efektif. Berpantun memang tak mesti harus diucapkan langsung. Anda juga bisa menyampaikannya melalui pesan singkat, chatting, atau aplikasi messaging lainnya.

Kumpulan Pantun Buat Gombalin Pacar atau Calon Kekasih

Nah, berikut ini Anda dapat membaca kumpulan pantun gombal untuk merayu atau menghibur kekasih Anda, serta membawanya ke suasana yang romantis.

Daging ayam dibuat gulai
Enak dimakan malam nanti
Dikau seorang paling bernilai
Takkan pernah bisa diganti

Duduk sendiri di atas bangku
Bangku kayu untuk bertamu
Sungguh sepi hari-hariku
Bila jauh dari dirimu

Naik perahu mencari kerang
Perahu kayu bergoyang-goyang
Dari dulu hingga sekarang
Hanya dirimu yang aku sayang

Air mawar di dalam cangkir
Disimpan kendi di bawah parang
Sedari awal hinggalah akhir
Cinta tercurah untukmu seorang

Hilang ingatan namanya amnesia
Suka menyerang yang tua renta
Beribu wanita yang ada di Indonesia
Hanya engkau yang aku cinta

Pergi ke Jakarta lihat Jakmania
Berkumpul-kumpul menonton bola
Berjuta pria yang ada di dunia
Hanya dirimu yang buatku gila

Awan hitam makin menebal
Buat pandangan menjadi semu
Entah apa rasanya menggombal
Yang pasti hatiku rindu kamu

Pagi-pagi melihat masinis
Naik kereta menuju Maluku
Hai kamu yang berwajah manis
Maukah engkau jadi pacarku?

Kakek tua membawa tongkat
Panjangnya sebahu berliku-liku
Sudah lama jadi teman dekat
Kapan kamu mau jadi pacarku?

Ibu bapak jadi petani
Pergi ke tegalan tak jemu-jemu
Sungguh bahagia hati ini
Bisa kenalan dengan dirimu

Apinya kecil jangan diganggu
Masukkan saja sebatang kayu
Sudah lama kutunggu-tunggu
Kapan kamu bilang i love you?

Nonton kartun judulnya Goku
Sambil rebahan meminum jamu
Sungguh hampa hari-hariku
Tanpa sapa dan kabar darimu

Sampan dilepas, jaring ditebar
Ikan dipancing jika ketemu
Tiba-tiba hatiku berdebar
Setiap kali terbayang wajahmu

Di tanah lapang terlihat petir
Guntur terdengar seperti sihir
Duhai sayang tak perlu khawatir
Cintaku setia sampai akhir

Buluh bumbu dibuat anyaman
Harganya mahal dijual lusinan
Kutunggu kamu sepanjang zaman
Moga kita bisa ke pelaminan

Ruang tamu sangat lebar
Sangat indah berhias permata
Dekat kamu dada berdebar
Pasti ini yang namanya cinta

Menulis syair dengan lontar
Lontar dibuat dari Kanada
Baru pisah cuma sebentar
Rindu di dada sudah menggoda

Datang ke pasar beli kain
Kainnya bolong kena cerutu
Jangan ditanya lagi ngapain
Aku bengong teringat kamu

Rumah sehat layak dihuni
Warnanya kalem di ruang tamu
Panas-panas di siang ini
Jadi adem ngelihat kamu

Pohon porang tinggi sebahu
Daunnya layu terkena paku
Semua orang pastilah tahu
Kamu itu semangat hidupku

Jadi pemimpin harus berkarisma
Dan tak boleh hidup berzina
Setiap hari aku terkesima
Pandang wajahmu yang mempesona

Ke Italia membeli kemeja
Kemeja biru di depan gereja
Kusembahkan cinta seindah seroja
Teruntuk dirimu yang kupuja

Senja hari terasa sendu
Banyak orang ingin bertamu
Mengapa hatiku lagi merindu
Padahal tadi baru ketemu

Patah dahan kita sambungkan
Patah akar harus disatukan
Kepada Tuhan aku mohonkan
Agar cepat kita dijodohkan

Jikalau ikan di dalam kolam
Bunganya tumbuh di tengah taman
Jikalau cintaku sudah mendalam
Jarak yang jauh tak kuhiraukan

Pergi ke Bali kapan-kapan
Karena harus menonton wayang
Cinta ini selalu kusimpan
Hanya untukmu duhai sayang

Datang berlabuh membawa tandu
Hendak berlayar ke Siantar
Kalau jauh terasa rindu
Jika berjumpa terasa sebentar

Naik kereta bawa peniti
Berangkat senja rasanya sepi
Bila cinta mekar di hati
Siang malam terbawa mimpi

Bawa rantang isinya nasi
Nasi dimakan dibagi rata
Biarlah bintang yang jadi saksi
Untuk mengawal cinta kita

Air hangat dicampur soda
Taruh dibangku buang sekali
Senyummu sungguh menggoda
Buat hati semangat kembali

Jual kemeja tak laku-laku
Karena preman sering mengganggu
Beribu insan yang mendekatiku
Hanya Kamu yang aku tunggu

Buah salak buah duku
Tidak bisa dibuat jamu
Bila kau belah dadaku
Pasti tertulis nama indahmu

Jalan-jalan ke negara Kenya
Jalannya sama Tuan dan Nyonya
Jadikanlah aku pacarmu satu-satunya
Bukan jadi salah satunya

Jika mau menanam duku
Tanamlah di dekat kayu
Jika kamu cinta padaku
Bilang saja I love you

Sungguh bahaya ular berbisa
Jika tergigit membuat koma
Sungguh bahagia aku rasa
Saat kita selalu bersama

Datang ke pasar bawa kuali
Dibeli tujuh sama Pak bupati
Saat berjumpa pertama kali
Cinta langsung mekar di hati

Pergi ke Mamuju naik pesawat
Sampai di sana membeli kawat
Tak mengapa wajahmu penuh jerawat
Asalkan cintaku terus kau rawat

Anak kelinci mencuri kain
Kain dijemur dari kayu duri
Jika engkau mencari yang lain
Mungkin aku kan mati berdiri

Ambil KTP di kantor camat
KTP dibuat secara kilat
Senyum manismu terasa nikmat
Tai kucing pun terasa cokelat

Buaya darat berkata merdu
Buaya air bernyanyi sendu
Sungguh berat rasanya rindu
Waktu sehari terasa sewindu

Jari tangan jumlahnya lima
Jari telunjuknya buat bertanya
Aku dan kamu hidup bersama
Sekarang, esok dan selamanya

Nembak manggis langsung kena
Manggis terkapar di atas tikar
Kamu manis, aku yang punya
Hati menggelepar cinta bergetar

Sapulah rumah hingga bersih
Atapnya satu dibawa pergi
Tatap mataku wahai kekasih
Cintaku satu tak terbagi – bagi

Bila dingin sedang mengusik
Bakar tungku di pinggir kayu
Jika angin bisa berbisik
Kusuruh ia, katakan ‘I Miss You’

Petik setangkai daun selasih
Rebus sebentar hingga mendidih
Dengarlah oh sang kekasih
Bila kau jauh, hatiku sedih

Jangan pernah main di selokan
Bajunya kotor ditertawakan
Jangan pernah engkau ragukan
Janji setia yang aku ikrarkan

Menulis surat di atas bangku
Surat biru dibawa kepompong
Cintaku ibarat sekeping kuku
Selalu tumbuh meski dipotong

Jalan-jalan pakai lamborgini
Dipakainya sambil berlari
Cobalah tatap mataku ini
Hanya engkau yang aku cari

Ambillah bambu buat sembilu
Terbanglah debu dari cerutu
Nama indahmu ku sebut slalu
Di dalam doa setiap waktu

Kucing kesayangan namanya Mumu
Bulunya rusak dan sudah rapuh
Demi rasa cintaku kepadamu
Lautan badai pun akan kutempuh

Putra Pandawa jumlahnya lima
Pangeran Arjuna suka panahan
Hubungan kita sudah lama
Mari resmikan ke pelaminan

Burung tekukur matanya semu
Hinggap sebentar di atas peti
Aku bersyukur jadi pacarmu
Orangnya ramah dan baik hati

Tinggalkan komentar