Mengapa Kulit Kadang Terasa Gatal Tanpa Sebab?

kulit gatal

Kita sering merasa gatal ketika ada faktor eksternal yang merangsang kulit kita untuk digaruk, misalnya karena gigitan semut atau pun nyamuk. Namun, kita juga terkadang merasa gatal tanpa sebab. Mungkin Anda pernah mengalami saat sedang duduk, tiba-tiba pada bagian punggung muncul rasa gatal yang begitu sangat ingin digaruk. Setelah digaruk sebentar, sensasi gatal itu akhirnya lenyap, dan kita kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Sensasi gatal yang muncul tiba-tiba pada bagian tubuh tertentu tanpa sebab yang jelas memang masih menjadi pertanyaan bagi para peneliti. Namun, banyak ahli yang mencoba membuat hipotesa dan jawaban berdasarkan riset fakta yang mereka lakukan.

Sensasi Gatal Menurut Sains

Dalam kamus Sains, istilah ilmiah gatal (itch) disebut dengan ‘pruritus’, yang mengacu pada rasa tidak nyaman yang akan di bagian tubuh mana pun yang membuat kita merasa sangat untuk menggaruknya.

Pruritus tersebut dapat terjadi kapan saja tanpa diundang dan hingga kini masih mengundang rasa penasaran dalam penelitian ilmiah. Beberapa peneliti sering memiliki persepsi bahwa rasa gatal yang tak jelas tersebut adalah bentuk sensasi yang sebenarnya mirip dengan rasa sakit, dalam intensitas yang lebih ringan.

Mengapa Kulit Kita Terasa Gatal Tanpa Sebab?

Setiap sensasi gatal yang muncul pada bagian tubuh tertentu sebenarnya merupakan proses alamiah tubuh kita ketika terjadi perubahan pada kulit kita. Umumnya, faktor yang membuat kulit terasa gatal tanpa sebab adalah karena adanya kondisi peradangan kulit, masalah kulit kering, atau juga karena bagian kulit yang sedang mengalami kerusakan.

Ketika kondisi itu muncul, tubuh kita akan mengaktifkan sel-sel saraf khusus yang bertugas mengirimkan impuls gatal pada titik-titik kulit yang terkena, sehingga membuat kita sangat merasa ingin menggaruknya.

Kemudian, reaksi kita terhadap garukan pada kulit tersebut sebenarnya menyebabkan tubuh mengaktifkan reseptor yang mendeteksi rasa sakit, sehingga menyebabkan gangguan pada saraf yang mengontrol rasa gatal.

Rasa sakit pada gilirannya menghilangkan rasa gatal tersebut, lalu memberikan kita rasa lega yang menenangkan. Namun, jika faktor penyebab gatal itu muncul di berbagai titik pada kulit, maka rasa lega itu hanyalah sementara. Segera setelah merasa lega, rasa gatal akan muncul di bintik-bintik lain pada bagian kulit kita. Ini merangsang jemari untuk menggaruknya lagi, dan mulailah apa yang disebut dengan “siklus gatal-garuk”, yang hingga saat ini masih membingungkan para peneliti.

Hal ini mungkin karena kita masih belum memahami bagaimana tubuh kita menentukan ke mana tujuan sensasi gatal akan bergerak dan apa yang menentukan urutannya.

Tugas Sensasi Gatal pada Tubuh Kita

Seperti yang dipaparkan di atas, rasa gatal yang muncul tiba-tiba tersebut disebabkan faktor internal, misalnya kekeringan kulit yang lama. Namun pada saat yang sama, rasa gatal juga bisa muncul akibat rangsangan dari luar (faktor eksternal), seperti gigitan kutu atau pun nyamuk. Tubuh akan melakukan reaksi terhadap zat asing yang masuk ke dalam kulit, salah satunya dengan menciptakan sensasi gatal.

Yang menakjubkan, pada saat yang sama, kulit kita sepertinya mampu membedakan mana rangsangan luar yang aman dan mana yang tidak aman. Contohnya, tubuh kita tidak bereaksi terhadap sentuhan atau gesekan baju yang kita pakai. Tetapi, jika ada kecoa yang merayapi badan kita, maka otak akan segera bereaksi. Tubuh kita bisa membedakan keduanya secara bersamaan.

Berbahayakah Rasa Gatal Itu?

Secara logika, rasa gatal tidak akan membawa masalah besar bagi sebagian besar orang, kecuali ia tergores ekstrim, atau sering menggaruk hingga menyebabkan infeksi kulit.

Namun, ada beberapa jenis kelainan yang disebabkan oleh rasa gatal, diantaranya adalah ‘brachioradial pruritus’ di mana seseorang sering mengalami gatal-gatal hebat di bagian lengan, di otot brachioradialis. Penyakit ini biasanya terjadi pada wanita yang aktif dan sering terpapar sinar matahari.

Lebih buruk lagi, rasa gatal yang terus-menerus bisa menjadi gejala awal terhadap masalah tulang belakang pada seseorang. Selain itu ada beberapa individu yang menderita kondisi yang disebut ‘aquagenic pruritus’, di mana kulit akan mengalami rasa gatal yang cukup hebat hanya karena kulit tersentuh air yang dapat berlangsung selama beberapa jam. Sindrom ini akan hilang dengan sendirinya.

Tinggalkan komentar