Cara Mengajarkan Anak agar Rajin Sikat Gigi

Bagaimana cara melatih anak agar mau dan rajin menyikat giginya setiap hari? Apa saja tips dan trik untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut?

Melatih dan mengajarkan kebiasaan menggosok gigi memang paling sulit dilakukan kepada anak-anak. Selain karena malas, alasan klasik yang sering dilontarkan oleh anak-anak yang tidak mau menggosok gigi adalah karena rasa pasta gigi yang agak pedih atau mint. Nah, jika itu permasalahan yang sedang anda hadapi, khususnya buat para ibu-ibu, nah berikut ini ada tips untuk melatih anak mau menyikat giginya. Inilah cara gampang melatih balita menggosok-gosok gigi.

Cara melatih anak sikat gigi mulai sejak balita

1. Mulailah menggosok-gosok gigi sejak gigi pertama tumbuh

Benar, mulailah menggosok-gosok gigi sedini gigi pertama terlihat keluar menembus gusi, meskipun gigi masih terlampau kecil serta sedikit untuk digosok. Tujuan utamanya adalah untuk membiasakan bayi agar bisa teratur menggosok gigi. Ajarkan dua kali sehari pagi dan sore.

2. Posisi yang ideal

Posisi yang paling nyaman untuk ibu serta bayi, yaitu tempatkan bayi duduk di atas ribaan (pangkuan), dengan posisi bayi membelakangi kita. Topang dagu bayi dengan telapak tangan kiri, pada saat yang sama jari telunjuk serta ibu jari menarik bibir bayi terbuka. Pakai tangan kanan untuk menggosok-gosok gigi bayi. Untuk bayi yang masih belum bisa duduk, tempatkan bayi berbaring di atas pangkuan.

3. Media untuk menggosok gigi

Pada permulaan, untuk media menggosok gigi sebaiknya pakai kain serbet bayi yang baru. Basahi lalu bungkus ujung jari anda dan olesi sedikit pasta gigi khusus Balita. Mulailah menggosok-gosok gigi balita anda dengan gerakan melingkar.

Jika anak sudah berumur di atas 1 tahun bisa mulai mencoba memakai sikat kecil yang super lembut. Agar minat anak semakin besar untuk mau menggosok gigi maka biarkan mereka menentukan pasta gigi dan sikat gigi seperti apa yang mereka inginkan.

4. Persiapan mental

Meskipun bayi belum pintar berbicara, tetapi mereka bisa mengerti kalimat orang dewasa, jadi setiap saat akan memulai aktivitas menggosok gigi, berbicara dengan bayi Anda. Minta izin bayi untuk mengecek dalam mulut mereka, beritahu apa yang akan Anda lakukan, untuk apa serta kenapa, agar mereka lebih siap serta ikhlas.

Bagi anak yang sudah memahami cerita, tiada salahnya untuk memberikan cerita-cerita menarik seputar gigi atau menggambar bentuk gigi yang dirusak oleh ‘monster’ (bakteri) jika tidak dibersihkan.

5. Mengajar lewat contoh

Bila bayi dah berumur 6-8 bulan, bayi sudah bisa duduk sendiri di dalam baskom mandi, atau berdiri dengan berpegangan pada suatu hal. Jadi ibu bisa berikan sikat gigi di tangan anak, sembari kita lakukan kegiatan menggosok gigi di depan mereka. Tunjukkan bahwa menyikat gigi adalah hal yang menyenangkan. Anda juga bisa mendendangkan melodi lagu kesukaannya dengan memakai nada riang, sembari menari.

6. Berikan dukungan moral dan galakkan

Berikanlah pujian serta tepukan setiap si kecil selesai menggosok-gosok gigi. Hadiahkan ciuman, pelukan serta senda gurauan yang membuat si kecil senang. Janganlah sesekali memberi imbalan berbentuk makanan serta susu! Selain itu juga, berikanlah motivasi berbentuk video serta kartun. Misalnya aplikasi Talking Ginger. Aplikasi yang interaktif, musik latar yang catchy serta karakter yang lucu yang cepat menarik ketertarikan anak.

Meskipun apa pun yang kita kerjakan, sabar yaitu kunci paling penting. Jangan sampai bayi merasa tertekan serta berasumsi kegiatan menggosok gigi sebagai satu bentuk aktivitas yang menakutkan. Terapkan pendekatan psikologis dan bijaksana. Janganlah kasar dalam mengajar anak menyikat giginya. Selamat mencoba.

Tinggalkan komentar